Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » » PDIP "Tidak Bekerja"?. Megawati: Pecat!

PDIP "Tidak Bekerja"?. Megawati: Pecat!

Written By Dre@ming Post on Minggu, 20 Maret 2011 | 3:27:00 PM

Minggu, 20 Maret 2011 | 12:47 WIB

Megawati Ancam Pecat Kader Malas

MALANG - Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarno Putri mengancam akan memecat kadernya yang malas turun ke bawah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Ini harus dilakukannya demi mencapai kemenangan di Pemilu 2014 mendatang.

"Berkurangnya suara PDI-P sebelumnya karena kita tidak bekerja. Itu sebabnya sekarang PDI-P berbenah agar menang. Waktu kita hanya 3 tahun. Kalau sampai 3 tahun banyak yang tidak beres maka harus minggir," ujar Mega, Minggu (20/3/2011). 

"Tiga pilar elit PDI-P harus merubah mental berfikirnya. Jangan hanya ngurusi kepentingan pribadinya, dan mengaku sibuk untuk turun
ke bawah. Jika ini terjadi maka grassroot akan meninggalkannya. Kalau ada kasus seperti ini, maka kader lain bisa melaporkannya asal jelas," imbuh Mega.

Jika tidak bisa merubah mental berfikir, Mega mengaku akan memecat pimpinan tiga pilar ini. "Minimal akan diturunkan pangkatnya. Masih banyak yang bisa menggantikan mereka," ujar Mega

Blitar, Destinasi Religi dan Intelektual

BLITAR - Presiden Ir Soekarno sudah 41 tahun silam meninggal. Namun, kharismanya ternyata tetap memikat banyak orang. Terbukti, pusaranya di Blitar, kota masa kecilnya, di Jawa Timur, tetap ramai dikunjungi orang.

Juru kunci makam Bung Karno, Suwanto, mengatakan, para peziarah banyak juga yang berasal dari Belanda dan negara-negara lain.

Di sela-sela menerima kunjungan rombongan putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri, Sabtu (19/3/2011), Suwanto mengatakan, hampir setiap hari ada saja peziarah asing yang datang.

"Hampir tiap hari ada saja wong Londo datang ke sini, juga dari Thailand, Jepang. Yang dari Malaysia tiap hari juga banyak," ungkapnya.

Terjemahan harfiah dari wong Londo sebetulnya adalah orang Belanda, namun lazim diketahui maknanya meluas untuk menyebut saban orang kulit putih dari negeri mana pun.

Menurut Suwanto, jumlah peziarah ke makam Bung Karno terus meningkat dari tahun ke tahun. "Saya baru tujuh tahun jadi juru kunci. Tiap hari biasa dulu hanya kurang dari 300-an. Sekarang di atas itu," katanya.

Malah ketika hari libur, menurutnya, saat Subuh sudah parkir 15-an bus pariwisata dari berbagai tempat. "Untuk hari libur mencapai 10.000-an peziarah, paling kecil 5.000-an," tambah Suwanto yang sehari-harinya dibantu juru kunci lain.

Melengkapi fasilitas peziarah, areal parkir makam di sana sanggup menampung puluhan bus sekaligus. Para pengunjung bukan hanya dari golongan peziarah religius tetapi juga pelancong intelektual, terutama karena ada Perpustaan Bung Karno yang lokasinya dekat makam.

Perpustaakan itu dibangun dengan dana APBN. Arsitekturnya modern dan gagah. Koleksi bukunya soal sejarah Indonesia, apalagi soal Soekarno, terbilang paling lengkap dibanding koleksi lembaga mana pun di Jawa Timur.

Ini bisa terjadi karena banyak sekali buku koleksi para loyalis Soekarno yang dihibahkan langsung maupun melalui Perpustakaan Nasional RI di Salemba, Jakarta. Bahkan, seorang Indonesianis dari Belanda juga pernah menghibahkan sekontainer buku koleksinya untuk perpustakaan tersebut.

Siang tadi, Megawati berziarah ke makam ayahnya didampingi putra keduanya, Prananda Prabowo, yang disebut-sebut sebagai "pewaris utama" wangsa atau dinasti Soekarno.

Sementara, Puan Maharani (putri Megawati dengan Taufik Kiemas) yang juga salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan, tidak ikut serta dalam kegiatan nyekar tersebut.

Kunjungan ke makam Bung Karno merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Megawati selaku Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ke untuk memantapkan eksistensi ’tiga pilar’ kader pelopor dan pencanangan Cabang Pelopor di Jateng, DIY serta Jatim.

Kedatangan putri pertama Bung Karno itu mendapat sambutan spontan dari ribuan peziarah yang tak menyangka bisa bertemu di makam Bung Karno.

Didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar dan beberapa anggota DPR RI, para bupati/wali kota se-Indonesia, Megawati memanjatkan doa di depan pusara ayahnya selama sekitar 15 menit.

Kayuh Becak Surabaya-Malang demi Mega

SURABAYA - Sukirman (52), warga Surabaya, Jawa Timur, nekat mengayuh becak sejauh 180 kilometer dari Surabaya ke Malang (pulang pergi). Tujuannya menghadiri rapat koordinator "Tiga Pilar" PDI-P se-Jatim di GOR Ken Arok, Kota Malang, Minggu (20/3/2011) hari ini.

"Saya singgah untuk pamit ke pengurus DPD. Saya akan berangkat ke acara partai di Malang," kata tukang becak kelahiran Malang itu saat memasuki pelataran Sekretariat DPD PDI-P Jatim di Surabaya, Jumat (18/3/2011) malam.

Kepada Wakil Sekretaris Internal DPD PDI-P Jatim SW Nugroho, bapak dua anak yang akrab disapa Mbah Kirman itu menyampaikan niatnya mengayuh becak Surabaya-Malang untuk menghadiri acara partai di kota itu.

"Dulu, saya selalu membawa minuman penambah energi. Lama-kelamaan badan malah koklok (lemas). Sekarang cukup bawa ini saja," kata Mbah Kirman, sembari menunjukkan air mineral di "brankas" becaknya.

Bukan kali ini saja tukang kebun di SD Wachid Hasyim 2, Menur, Surabaya, itu melancong antarkota dengan becaknya. Ia bahkan pernah mengayuh becaknya ke Bali untuk meramaikan Kongres III PDI-P, April 2010.

Setahun sebelumnya (2009), ia juga datang ke acara Rapat Kerja Nasional PDI-P di Solo, Jawa Tengah. Tahun 2005, becaknya juga dikayuh ke Kongres II PDI-P di Bali, bahkan tahun 1999 juga sudah menempuh Surabaya-Jakarta untuk acara partai di kota metropolitan itu.

"Ada kesan yang berbeda-beda di antara perjalanan yang saya lakukan, namun perjalanan yang paling berkesan adalah sewaktu saya ke Jakarta pada tahun 1999 karena Ibu Megawati berkenan menemui saya. Ini ada fotonya," katanya, mengenang.

Ditanya alasan melakukan serangkaian perjalanan dengan becaknya itu, ia mengaku, semua itu karena kecintaannya kepada sosok Bung Karno, ayah Megawati. Aksinya itu dianggap sebagai ajang pembuktian bagi dirinya bahwa dia loyal kepada Bung Karno dan partai.

"Di Malang, saya juga akan singgah sejenak ke kampung halaman di Desa Kelampok RT 8 RW VIII, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang," katanya. Rencananya, rakor "Tiga Pilar" (eksekutif, legislatif, dan struktural partai) itu akan dibuka Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri.

"Ibu Megawati dan rombongan tiba di Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB, tapi langsung ke rumah dinas Wali Kota Blitar Samanhudi, yang juga ketua DPC PDI-P setempat untuk kemudian berziarah di makam Bung Karno," kata Ketua DPD PDIP Jatim H Sirmaji.

Setelah itu, mantan Presiden RI itu menginap di sebuah hotel di Batu dan akan membuka rakor PDI-P se-Jatim di GOR Ken Arok, Kota Malang, Minggu pukul 09.00 WIB. 
Megawati: Informasi Hasil Pergaulan
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengakui, bocoran kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks dan dikutip koran di Australia, The Age dan The Sydney Morning Herald, hasil pergaulan diplomat Amerika Se- rikat dengan berbagai kalangan. Karena itu, dia tetap tenang, meskipun ada kasus menyangkut suaminya, Taufiq Kiemas, yang disebutkan dalam berita itu.

Dalam berita itu dikatakan, kasus Taufiq diabaikan atas permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden juga mengawasi lawan politiknya.

”Saya tak mengutuk informasi dari WikiLeaks. Saya tenang sebab saya mengerti seperti apa proses WikiLeaks. Saya tidak senang jika WikiLeaks memberikan informasi yang tidak benar, tetapi saya juga tidak mengutuk bahwa informasi itu salah,” katanya, Kamis (17/3) di Klaten, Jawa Tengah. Megawati hari Kamis melanjutkan kunjungan ke Solo dan bertemu kader PDI-P.

Dari pengalamannya sebagai presiden, Megawati menuturkan, tugas diplomat bergaul dengan banyak kalangan. Dari pergaulan itu, mereka mendapat banyak informasi. WikiLeaks membocorkan kawat diplomatik yang berisi percakapan diplomat AS di luar negeri dan melaporkannya ke AS. ”Dari pergaulan itulah, sepengetahuan saya, hal seperti itu bisa menjadi masukan. Saya tidak bisa mengatakan lebih rinci lagi karena itu kewenangan Kementerian Luar Negeri,” katanya.

Di Jakarta, Jumat, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, menuturkan, ia tak menyalahkan WikiLeaks dalam hal tersebarnya informasi mengenai situasi di Indonesia, seperti dikutip media di Australia, meski menuduh Presiden Yudhoyono melakukan penyalahgunaan wewenang. ”Saya tak menyalahkan WikiLeaks. Yang jadi masalah, Kementerian Luar Negeri AS yang bobol. Itu menjadi persoalan,” katanya.

Tekankan tiga pilar

Sebaliknya, saat bertemu kader PDI-P di Solo, Megawati menekankan pentingnya kader partainya untuk menguatkan sinergisme tiga pilar, yang terdiri atas kader dalam struktur partai, kader di lembaga eksekutif, dan kader di lembaga legislatif dari tingkat pusat hingga daerah. Sinergisme tiga pilar ini dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Megawati juga mengingatkan, tidak ada larangan bagi partai untuk membantu rakyat secara langsung. 

Megawati: Banyak Masalah Tak Selesai

Klaten - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan, saat ini terlalu banyak isu nasional tetapi tidak ada yang diurus dan diselesaikan. Ia mencontohkan kasus Bank Century dan kasus penggelapan pajak yang melibatkan Gayus Tambunan yang tidak selesai sampai hari ini.

Megawati menyatakan hal itu dalam Pengarahan/Pidato Politik kepada jajaran kader PDI-P di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Kamis (17/3) di Lapangan Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jateng.

Megawati berpidato di hadapan sekitar 30.000 kader tiga pilar (struktural, legislatif, dan kepala daerah) dari dua provinsi tersebut. Pengarahan Megawati terkait dengan Pencanangan Cabang PDI-P Pelopor se-Indonesia.

Oleh karena itu, Megawati berharap, pemerintah supaya fokus pada pekerjaannya dan mengetahui apa yang harus dikerjakan. Dia menyatakan, jika dia ditanya apa yang harus dikerjakan, dia menjawab, itu bukan ranahnya karena ranahnya adalah sebagai ketua umum partainya dan memberikan arahan kepada fraksi di DPR dan DPRD.

Pada bagian lain, mantan Presiden RI kelima ini menyoroti masalah keamanan di Tanah Air. Ia mencontohkan kasus bom yang baru terjadi di Jakarta. ”Ada bom yang makin canggih karena tempatnya makin kecil, dapat masuk dalam kotak isinya di buku. Maka kita harus mengorganisir keamanan kita juga. Satu sama lain harus mengenal,” ujarnya.

Tampil berpidato didampingi Sekjen DPP PDI-P Tjahjo Kumolo dan Ketua DPP Puan Maharani, Megawati berbicara sekitar 1,5 jam, mengungkapkan kondisi saat ini terutama yang terkait dengan partainya. Ia menyatakan, pidatonya sengaja disiarkan langsung melalui televisi biar pengarahannya disaksikan di mana-mana.

Di pertengahan pidatonya, Megawati bahkan memberi kesempatan kepada sejumlah kader PDI-P dengan mengundang tampil bersamanya di panggung dan menyampaikan langsung unek-unek dan masalah yang mereka hadapi.

Di samping kesulitan mendapat pekerjaan, Megawati juga mendapatkan sejumlah pertanyaan dari kadernya yang mengeluhkan soal perhatian pengurus partai. Keluhan kader partai di tingkat bawah ini sempat membuat Megawati menegur, bahkan akan memecat, pengurus DPC dari daerah yang bersangkutan jika tidak memerhatikan anggotanya. 

Mega: Pemerintah, Stop Impor Beras!

KLATEN - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mendesak pemerintah untuk segera menghentikan impor beras dan gula. Menurut Megawati, langkah ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila karena hanya akan berdampak pada kehidupan petani dan sentra unitkecil dan menengah yang ada di dalam negeri. Pemerintah hanya berpikir jangka pendek dengan melakukan kebijakan impor.

"Boleh kita lihat seperti apa petani, pabrik tekstil kita juga berjatuhan, bangkrut, rotan-rotan kita di sentra Cirebon tadinya banyak jadi berkurang. Kalau punya keberanian, sebenarnya apa yang bisa diadakan di Tanah Air kita sendiri, itu yang didorong dulu. Distop impornya dulu sehingga rakyat kita pasti akan mempunyai pekerjaan dan bisa memenuhi kehidupannya.Tapi ini tidak begitu. Jadi kalau ditanya apa yang harus dilakukan sekarang, stop impor beras, gula, dan sebagainya!" tegas Megawati di depan puluhan ribu kader PDI-P di Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (17/3/2011).

Presiden ke-5 RI ini menduga apa yang akan menjadi pembelaan pemerintah. Pemerintah, lanjutnya, tentu akan beralasan bahwa jumlah lahan dan pabrik yang memadai untuk swasembada tak mencukupi.

Namun, menurut Mega, pemerintah harus segera berani bertindak. "Kalau kurang? Ya diadakan. Itu tugas pemerintah. Pabrik diperbaiki, lahan harus segera diadakan," katanya.

Mega mengingatkan agar pemerintah tidak keasyikan melakukan impor hingga melupakan peringatan dari PBB bahwa dunia juga tengah mengalami krisis pangan. Jika sampai suatu saat, negara asal ekspor beras atau gula menyatakan ketidaksanggupannya untuk mengekspor lagi, Indonesia bisa kelabakan karena tak ada persiapan dan persediaan yang memadai di dalam negeri.

"Apa enggak kelenger kita. Pemerintah jangan seneng-seneng impor, bea masuk ditiadakan. Kalau negara-negara sana kekurangan pangan, gimana? PBB pun bilang hati-hati warga dunia, pangan kita semakin berkurang karena keadaan cuaca yang tak menentu," ujar Mega.

Mega pun mendorong para kadernya untuk beralih pada bahan makanan pokok lainnya berbahan baku ubi, talas dan singkong. Mega meminta agar masyarakat tidak berpikir bahwa hanya beras yang menjadi makanan mewah, sedangkan makanan berbahan baku ubi dan talas adalah makanan rakyat miskin.

"Saya kadang sering patah kata kalau diminta berbicara apa yang harus dilakukan oleh pemerintah kita. Dalam penanganan-penanganan yang saya lihat, seperti dalam persiapan pangan, sampai dimana implementasinya? Jadi bukan hanya dirapatkan berulang kali saja," katanya.

"Sehingga di tengah isu nasional yang sekarang berkembang cepat, apa yang harus kita (Indonesia) lakukan, saya tak bisa jawab. Bukan ranah saya, ada pimpinan nasional. Dialah yang harus dijawab dengan baik dan tegas, kemana Indonesia harus dibawa," tandas Mega.

sumber : Kompas
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Setelah Pailit, Gede Hardy Minta Doa Agar Bisa Bangkit Lagi

DENPASAR - Grup Hardys Holding milik Gede Hardy yang dinyatakan pailit pada putusan Pengadilan Niaga Surabaya di PN Surabaya per tanggal...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen