Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » » Perspektif Ungasan di "Siang Bolong"

Perspektif Ungasan di "Siang Bolong"

Written By Dre@ming Post on Minggu, 13 Maret 2011 | 9:02:00 PM

 Senin, 14 Maret 2011

Ungasan adalah daerah yang terletak di Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Propinsi Bali, elok nian pemandangan dimalam hari saat kita berdiri di perbukitan dan memandang kearah utara, lampu berkelap kelik laksana taburan mutiara pada permadani hijau. Terletak pada perbukitan dengan kawasan yang tinggi dan bersebelahan dengan tepi-tepi laut membuat banyak investor datang dan menanamkan modal di Ungasan. Memang jika dilihat dari prospeknya tentu usaha yang pas adalah tempat peristirahatan dan rekreasi seperti Hotel, Villa, Spa, dan lain-lain.

Banyaknya investor yang datang ke Ungasan tentu membuat kita bangga karena terbukannya banyak lapangan kerja bagi penduduknya,
mestinya!. Tapi cobalah kita tengok pekerjaan apa yang paling banyak dilakoni di Hotel atau Villa oleh warga bukit ini. Gardener, housekeeping, security, cleaning service dan lain-lain. Tentu pekerjaan ini sangat mulia dan memang tidak hina untuk dijalankan. Pertanyaannya adalah kenapa posisi atas seperti Manager, Supervisor dan jabatan lainnya yang level sedikit bahkan nyaris tidak ada yang melakoni?. Justru kenapa orang lain di luar Ungasan yang memangku jabatan itu?. Tentu kita tidak bisa menyalahkan mereka karena dari sektor pendidikan dan skill mereka memang layak untuk memangku jabatan itu. Jadi kalau begitu apa yang seharusnya dipersiapkan kedepan untuk generasi muda Ungasan?. Skill dan pendidikan yang tinggi itu jawabnya.

Menengok peran orang No. 1 di Desa Ungasan (I Wayan Sugita Putra, SE) adalah sangat menarik karena beliau bisa berperan penting kemana biduk kapal yang bernama Ungasan diarahkan. Kita bangga dua program baru yang digagasnya yaitu Ungasan Festival dan Parade Ogoh-ogoh mampu mencuri perhatian semua warga dan juga tamu manca negara, itu jelas harus kita beri apresiasi yang positif dan kita dukung agar bisa terus dikembangkan setidaknya di pertahankan. Akan tetapi perlu kiranya disusun strategi pembangunan sumber daya manusia dan iklim positif untuk warga Ungasan. Apa itu?
  1. Mendorong agar generasi muda mau bersekolah yang tinggi, karena itu lebih baik daripada nongkrong di Kamling sambil minum "Bir atau arak" bukan?.
  2. Memberikan bantuan semacam beasiswa bagi Siswa yang kurang mampu namun mempunyai prestasi dan diumunkan secara menyeluruh dan meluaskan seperti sayembara sehingga memacu semangat anak-anak kita untuk belajar dan berprestasi.
  3. Memberikan pelatihan berupa kursus Bahasa Inggris dan Komputer secara gratis bagi warga atau setidaknya menanggung setengah biaya bagi warga yang benar-benar ingin belajar dua skill ini karena kedua skill ini merupakan ujung tombak bagi pencari kerja dan mempertahankan kerja di perhotelan dan Villa yang banyak ada di Ungasan (Maaf bukan bermaksud promosi karena Dre@ming Media dan DLC, yang berkecimpung untuk menangani kedua Skill itu, justru  muncul karena dilandasi oleh gagasan seperti point no. 3).
  4. Mendorong dan menciptakan iklim yang mendukung berkembangnya dan bermunculannya usaha-usaha yang dikelola oleh Warga Ungasan sendiri. Sebagai contoh kita bisa meniru Nusa Dua dimana hanya warga Nusa Dua yang boleh jualan di tepi pantai. Dan ubah pandangan, bahwa warga yang berwirausaha dipandang sebelah mata di Banjar atau komunitas lain. Bukankah penjual ketipat cantok mempunyai penghasilan yang lebih tinggi dari manager hotel?.
  5. Tentu budaya-budaya lokal seperti mekidung, sekaa gong, joged, gandrung, bleganjur, kecak dan kesenian lainnya harus dipertahankan dan dibina serta terus di kembangkan.
Kita berbatasan dengan tepi-tepi dunia profesional, jika tidak di rancang, dipersiapkan, di godok, di pacu, lebih awal dipastikan warga Ungasan akan menjadi Tamu didaerahnya sendiri 20 atau 30 tahun mendatang. Kita tidak apatasis pada warga pendatang, justru kita harus menyambut dengan senyum dan ramah karena kita manusia yang beradab. Tapi mempersiapkan diri dalam kompetisi persaingan yang sehat dan dinamis tentu harus dilakukan, Apakah itu salah?. Nyata, terang benderang, terlihat masa depan Ungasan bukankah ini layak disebut persepektif di "Siang Bolong"?.

Oleh : I Wayan Arjawa, ST.
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen