Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » » Boleh Menjual Barang yang Dipamerkan, Peserta Pameran Bernapas Lega

Boleh Menjual Barang yang Dipamerkan, Peserta Pameran Bernapas Lega

Written By Dre@ming Post on Rabu, 01 Juni 2011 | 8:35:00 AM

Rabu, 1 Juni 2011, 08:19

DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali akhirnya memperbolehkan peserta pameran dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIII untuk bertransaksi atau menjual barang yang dipamerkan.

Kabar gembira khususnya bagi para peserta pameran yang sebelumnya sempat was-was dengan kebijakan gubernur yang melarang ada transaksi, disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, I Ketut Suastika, kepada wartawan, usai menghadap Gubernur Bali, Made Mangku
Pastika, Selasa (31/5) pagi.

Ditemui usai jumpa pers, pelaksanan BWCF di kantor Disbud Bali, Ketut Suastika, mengakui dirinya sempat berpikir keras sejak Rabu (25/5) malam, usai Gubernur Bali melontarkan ide agar peserta pameran PKB tak boleh bertransaksi . “Sejak Rabu malam itu, otak saya selaku Kadis Kebudayan berpikir keras,” aku Suastika. Akhirnya, setelah mendiskusikan dengan beberapa pihak termasuk budayawan dan melihat fakta di lapangan serta aspirasi para perajin, akhirnya Suastika melaporkan kepada Gubernur Bali dengan harapan ada keputusan yang menyejukkan. “Akhirnya diputuskan dengan penghargaan tinggi Pak Gubernur dengan seni budaya itu, bahwa ide beliau, tahun ini boleh dikatakan baru bisa dilaksanakn 50 persen,” ujarnya. “Artinya dalam impelementasinya penghargaan Pak Gubernur itu, kami siap hadirkan mastero-maestro lukis, seni kriya dan seni rupa. Untuk memperkenalkan atau memamerkan kemampuan melukis membuat patung dan membuat kain-kain tradisonal,” kata Suastika dengan nada hati-hati.

Namun, meski akhirnya transaksi boleh dilaksakanan, kata Suastika, pihaknya tetap menyiapkan satu blok khusus untuk pameran murni tanpa ada transksi. “Kami akan tempatkan di ruangan timur lantai bawah Gedung Ksiraarnawa,” ujarnya. Dalam bertransaksi nanti pun, kata Sustika, pihaknya menerapkan aturan main yang ketat. “Kami nanti akan membuat pernyatakan mengamankan kebijakan ini. Kalau peserta termasuk perajin siap, dengan mekanisme yang ada, pernyatan diteken, pernyataan berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Made Mangku Pastika dalam rapat panitia PKB, pekan lalu menegaskan pada pelaksanaan PKB XXXIII yang akan digelar mulai 11 Juni-9 Juli 2011 peserta pameran tidak diperkenankan melakukan transaksi benda yang dipamerkan. "Kami tegaskan peserta pameran tidak ada melakukan transaksi benda-benda yang dipamerkan. Kalau sampai ketahuan saya minta panitia untuk membatalkan keikutsertaan pameran tersebut," katanya.

Mangku Pastika mengharapkan, pengunjung PKB dapat menikmati pameran tersebut dengan leluasa. "Kalau pameran ini hanya dijadikan alasan untuk berjualan, sebaiknya jangan ikut serta pameran di PKB. Ada tempat lain kok untuk bertransaksi, seperti galeri, toko-toko seni atau di Pekan Raya Jakarta (PRJ)," katanya. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen