Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » » Wabah DB Mulai Mengancam

Wabah DB Mulai Mengancam

Written By Dre@ming Post on Senin, 16 Januari 2012 | 3:44:00 AM

Senin, 16 Januari 2012, 03:49

MANGUPURA - Kasus Demam Berdarah (DB) di wilayah Badung di awal tahun 2012 mulai mengalami peningkatan. Hingga pertengahan bulan ini, jumlah yang tecatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung sudah mencapai 15 kasus.

Bahkan, akhir-akhir ini jumlah DB dalam sehari sudah tiga hingga empat kasus. Jumlah tersebut diprediksi terus mengalami peningkatan. Pasalnya, puncak penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti di wilayah Badung dari tahun ke tahun terjadi pada bulan Maret hingga April. “Kalau musim hujan seperti sekarang ini, kasus DB pasti akan meningkat. Sampai sekarang ini kita sudah mencatat kurang lebih 15 kasus. Dan, selama bulan Maret atau April nanti pasti meningkat. Kalau sekarang masih tiga hingga empat kasus per hari,” ungkap Kepala Dinkes Badung, dr I Gede Putra Suteja, Minggu (15/1).

Dijelaskannya, kondisi cuaca seperti sekarang sangat berpotensi mewabahnya virus DB. Hampir seluruh wilayah Badung termasuk kawasan endemis DB, yaitu mulai wilayah kecamatan Abiansemal hingga Kuta Selatan. Hanya wilayah kecamatan Petang yang termasuk daerah sporadis DB atau tidak rutin terjadi kasus selama tiga tahun terakhir secara berturut-turut. Meskipun demikian, kawasan tersebut, termasuk daerah potensial terjadi kasus DB. Diperkirakan pada bulan puncaknya nanti, jumlah DB mencapai angka 150-an kasus per bulan. Puncak biasa bulan Maret-April nanti. Sekarang ini masih diperkirakan berkisar 50 hingga  70 kasus DB hingga akhir bulan Januari ini. “Mulai November kasus perlahan naik. Puncak Maret atau April itu jumlahnya sampai 150-an kasus. Nanti di bulan Juni dan Juli angka itu mulai menurun, dan November mulai lagi. Ini juga bergantung dari kondisi cuaca, justru kalau hujan terus menerus telur nyamuk tidak bisa berkembang. Kalau hujan cenderung jarang, missalnya sehari hujan kemudian reda dua hari atau sebaliknya, itu malah yang berpotensi berkembangnya jentik-jentik nyamuk,” tambah Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Badung ini.

Disebutkan Suteja, jumlah kasus dalam dua tahun terakhir ini mengalami penurunan. Pada tahun 2010 jumlah sebanyak 3.300 kasus, lima orang korban meninggal dunia. Sedangkan di tahun 2011, jumlah 1.335 kasus dengan tiga orang korban meninggal dunia. Menurutnya, korban meninggal ini disebabkan korban telat
dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat, seperti Puskesmas.

Ditegaskannya, pada tahun ini, pihaknya sudah melakukan serangkaian antisipasi mewabahnya DB. Di antaranya dengan melaksanakan pengasapan atau fogging. Disebutkannya, fogging dilakukan sebelum masa penularan, yaitu pada Oktober atau sebelum cuaca hujan. Fogging ini dilakukan di seluruh wilayah Badung dengan menggunakan mobil system ULV. Kemudian fogging focus jika sudah terjadi kasus DB di salahsatu kawasan. Namun, kata dia, antisipasi DB ini paling baik adalah dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).


sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen