Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » » Senderan Jebol di Ungasan, 65 KK Tergenang

Senderan Jebol di Ungasan, 65 KK Tergenang

Written By Dre@ming Post on Selasa, 07 Februari 2012 | 5:11:00 AM

Selasa, 7 Pebruari 2012, 04:59

ist
Ungasan - Senderan jebol di Perumahan Bukit, Banjar Santi Karya, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Sabtu (4/2), membuat rumah 65 kepala keluarga (KK) tergenang. Namun dari puluhan rumah yang tergenang, ada satu rumah yang kerusakannya paling parah. Rumah dimaksud adalah milik Petrus, guru geografi di SMA Negeri 1 Kuta Selatan.

Petrus yang ditemui di tempat kejadian, Senin (6/2), tengah sibuk menjemur segala isi rumahnya yang basah terkena hantaman derasnya air. “Pada saat itu, air setinggi pinggang saya masuk melalui pintu belakang dengan derasnya. Namun, yang ada di pikiran saya adalah menyelamatkan anak istri saya,”ucap lelaki yang berumur 56 tahun ini.

Petrus menuturkan, hujan yang cukup lebat telah mengguyur kawasan perumahan, Sabtu mulai sekitar pukul 19.00 Wita. Saking derasnya hujan, sekitar pukul 19.30 salah satu titik senderan ambrol dan menyumbat jalur aliran pembuangan air hujan. Ini membuat air yang tak dapat dihitung volumenya berubah arah dan langsung saja menghantam rumahnya. “Pintu depan dan belakang rumah saya lepas, dan air langsung masuk dengan
sangat deras,” beber Petrus.

Ditambahkannya, hujan memang tidak mengguyur terlalu lama kawasan perumahan ini. Namun, dampaknya yang dirasakan sekitar lima jam. “Hujan paling cuma dua jam. Namun, kejadiannya yang berlangsung cukup lama yakni dari pukul setengah delapan malam hingga pukul tiga dini hari,” katanya.

Petrus yang mengaku telah tinggal di perumahan ini selama 12 tahun, mengatakan dirinya tidak mampu menghitung jumlah kerugian yang dideritanya. “Habis segalanya. Laptop senilai 12 juta rupiah. Yang penting dua anak dan istri saya selamat. Satu lagi, motor saya yang juga hanyut, untung dapat saya raih kembali. Namun, sekarang ini yang terpenting saya cari adalah ijazah di dalam lemari yang juga sempat terombang ambing air,” ungkapnya.

Didampingi oleh seorang warga lainnya yakni Slamet, 42, pemilik rumah dengan nomor 13 ini sangat berharap agar keadaan jalur aliran pembuangan ini segera diperbaiki pihak yang berwenang, sehingga kejadian yang serupa tidak terjadi kembali. “Ini adalah kejadian kedua kalinya setelah yang terjadi di tahun 1997. Namun, sekarang ini lebih parah daripada sebelumnya,” celetuk Slamet.

Sementara itu, jebolnya senderan ternyata juga membuat kerugian yang parah terhadap Ni Luh Pulasari, 32. Di atas senderan yang jebol merupakan pekarangan rumah dari wanita yang berasal dari Buleleng ini. “Saat itu, pekarangan rumah saya jebol begitu saja. Ini mengakibatkan tiga tugu tempat suci saya yakni Dewa Gede, Panunggun Karang, dan Surya, ikut ambruk,” katanya.

Sama seperti Petrus, wanita yang mengaku sudah hampir satu tahun menempati rumah dengan nomor A173 ini mengaku belum dapat memperkirakan kerugian yang dideritanya. “Kira-kira mau tidak pemerintah membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi, termasuk membuatkan setengah pondasi rumah saya yang ikut ambruk ini?” tanyanya.

Tak hanya itu, sebuah pura yang berada di atas senderan di seberangnya juga hampir ambruk. Area pura yang bernama Pura Taman Sari ini mengalami keretakan yang cukup rawan di sekitar tembok pembatas sebelah timurnya. “Sementara pura ini perlu juga dicek, apakah masih layak atau rawan. Jika memang rawan, maka akan ada imbauan untuk mengurangi aktivitas di sekitarnya” kata Rudy Hermawan, selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Provinsi Bali yang sedang melakukan pemantauan lapangan bersama dengan Dinas Sosial Provinsi Bali.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung masih menunggu laporan resmi dari pihak kecamatan dan desa setempat mengenai kerugian dan tindak lanjut pascabencana tersebut. Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Badung. “Kami sudah laporkan (kejadian itu) ke pimpinan. BPBD serta instansi terkait sedang mengkajinya, sambil menunggu laporan secara tertulis dari kades (kepala desa) dan camat,” ujar Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Senin kemairn.

Dijelaskan mengenai kerusakan pihaknya masih berkonsultasi dengan dinas BMP. Hal ini terkait bangunan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Dari perhitungan di lokasi kejadian, akibat terendamnya 65 KK dengan ketinggian 60 centimeter ini tidak ada korban jiwa. Sedangkan kerugian material 1 unit sepeda motor dan barang-barang elektronik milik warga setempat. 


sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen