Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » » Tarif Masuk Objek Wisata Dikeluhkan

Tarif Masuk Objek Wisata Dikeluhkan

Written By Dre@ming Post on Minggu, 05 Februari 2012 | 8:27:00 AM

Minggu, 5 Pebruari 2012, 08:29

MANGUPURA - Tarif baru masuk objek wisata di Badung, tahun ini mulai diberlakukan. Ada yang menerapkannya per 1 Februari, namun ada juga pengelola objek wisata yang masih memberlakukan tarif lama.

Pemberlakuan tarif baru itu sebagaimana ditetapkan dan diundangkan dalam Perda Badung Tahun 2011 tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga revisi Perda Badung Nomor 20 Tahun 1995. Tarif baru ini naik hingga 100 persen. Jika tarif sebelumnya hanya Rp 3.000 hingga Rp 5.000 sekarang meningkat sampai Rp 20.000 (selengkapnya lihat boks). Berlakunya tarif baru ini masih dikeluhkan pengelola dan pelaku wisata. Pasalnya, tarif baru ini belum bisa diterima para pengunjung. Karenanya, objek Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh, Abiansemal, malah belum menerapkan tarif baru, dan hingga kemarin masih memberlakukan tariff lama yaitu Rp 5.000 per orang.

Ketua Pengelola TWA Sangeh I Made Sumohon, Jumat (3/2), mengakui pihaknya belum menerapkan tarif baru sesuai perda. Menurutnya, penerapan tarif baru tersebut sangat berpengaruh dan berdampak terhadap kondisi kunjungan di objek wisata yang dikenal dengan populasi kera ini. Tarif Rp 15.000 per orang dinilai masih terlalu tinggi bagi pengunjung TWA Sangeh. Pasalnya, pangsa pasar TWA Sangeh hingga sekarang masih didominasi wisatawan domestik (wisdom) dari luar daerah. Meskipun demikian, pihaknya berancang-
ancang akan menerapkan tarif baru ini pada Juni atau Juli mendatang.

“Banyak keluhan dari travel agent, dan tentunya berpengaruh terhadap tingkat kunjungan di sini (TWA Sangeh). Kami masih memakai tarif lama, karena khawatir justru dengan retribusi tinggi malah tidak ada pengunjung, dan travel mengalihkan tamunya ke objek wisata lain. Namun kami sudah sosialisasikan kepada travel agent tentang rencana penerapan tarif baru ini,” ujar Sumohon.

Keluhan penerapan tarif baru ini juga terjadi di Objek Wisata Kawasan Pura Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan. Prajuru Desa Adat Pecatu I Made Sumertha ditemui terpisah mengakui banyak tamu yang terkejut dengan penerapan tarif baru ini. Di Uluwatu kenaikan tarif sudah diberlakukan per 1 Februari lalu. Pihak pengelola sekarang juga sudah membentuk Tim 9 yang terdiri dari semua unsur di Desa Pecatu, menyikapi kenaikan tiket masuk. Namun, kenaikan tidak akan berdampak terhadap tingkat kunjungan di Uluwatu. Dia menyakinkan penerapan tarif baru ini tetap akan dilaksanakan.

“Memang sempat dikeluhkan, dan ada pengunjung kaget dengan adanya kenaikan tarif ini. Tetapi tetap kami berlakukan, dan optimis bisa terlaksana,” ujar Sumertha. Dia menegaskan, kenaikan tarif ini juga dibarengi dengan pembenahan-pembenahan fasilitas dan kondisi di kawasan Pura Uluwatu. Di antaranya dengan penanganan kebersihan secara serius, membangun toilet dengan standar internasional, dan penertibkan keberadaan kera. Begitu juga dengan sumber daya manusia (SDM) juga sudah disiapkan, seperti pemandu.

Sumertha juga menyinggung soal pembagian persentense dari pendapatan retribusi. Dia berharap ada kontribusi ke Pura Uluwatu yang menjadi salah satu ikon objek wisata. Menurutnya dari pendapatan retribusi ini, 75 persen disetorkan ke kas desa adat, dan 25 persen disetorkan ke kas daerah. 

sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen