Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Nyepi, Bali Dalam Keheningan

Nyepi, Bali Dalam Keheningan

Written By Dre@ming Post on Jumat, 23 Maret 2012 | 2:10:00 PM

Jumat, 23 Maret 2012 | 13:09

Nyepi, Pasar Sanglah "Tidur"

Jalan Sudirman Denpasar Lengan Dalam Nyepi
DENPASAR. - Seluruh aktivitas warga Bali terhenti total saat pelaksaan Catur Brata Penyepian, Jumat (23/03/2012), termasuk Pasar Sanglah, Denpasar, yang sehari-harinya disibukkan aktivitas jual-beli.

Dari pantauan langsung, sekitar 400 kios tertutup rapat dan hanya tampak sejumlah petugas keamanan di pos jaga salah satu pasar terbesar di Denpasar ini. "Petugas keamanan di sini ada 7 orang yang jaga, pasar ini tidak boleh kosong karena aset pemerintah," ujar Gung Ari, salah seorang petugas keamanan saat ditemui pagi tadi.

Petugas juga sudah melengkapi diri dengan sejumlah peralatan pemadam kebakaran jika sewaktu-waktu ada percikan api. Sebelum Nyepi, aktivitas pedagang di Pasar Sanglah baru mulai berkurang sekitar pukul 23.00 atau bersamaan dengan berakhirnya pawai ogoh-ogoh di Kota Denpasar.

Jika biasanya jam 2 dini hari pedagang sudah mulai datang ke Pasar Sanglah untuk malam nanti terpaksa
ditunda hingga pukul 6 pagi saat Catur Brata Penyepian usai.

Seperti diberitakan, hari ini bertepatan dengan tahun baru Saka 1934, umat Hindu di Bali melakukan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), dan tidak bersenang-senang (Amati Lelanguan).

Nyepi, Bali Dalam Keheningan Duniawi

DENPASAR - Sejak pukul 06.00 Wita tadi, tak terlihat aktivitas warga ke kantor, pasar, sekolah, atau tempat-tempat keramaian lainnya. Di jalanan pun tak terdengar suara bising dan bau asap knalpot kendaraan umum ataupun pribadi.

Ya, Pulau Bali yang biasanya bergeliat sebelum matahari terbit, pagi ini bagai kota mati tak berpenghuni. Tak tampak canda tawa anak-anak di sekolah, tak ada suara ibu-ibu tawar-menawar di pasar, teriakan calo mencari penumpang bus di Terminal Ubung hari ini pun tak terdengar. Bali sedang beristirahat sejenak, mengusir penat dari aktivitas dan kesibukan duniawi.

Umat Hindu sedang khusyuk menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), dan tidak bersenang-senang (Amati Lelanguan). Sebagian umat Hindu mengisi waktu Nyepi ini dengan bersembahyang di rumah. "Kalau Nyepi sembahyang, trus puasa, duduk berdoa meminta keselamatan," ujar Wayan Suparta, warga Denpasar yang ditemui di Desa Sanglah, Jumat pagi tadi.

Keheningan Bali akan berlangsung hingga besok Sabtu pukul 06.00 Wita. Seusai Nyepi, seluruh sendi kehidupan bangun kembali dari tidurnya dan bergulir bagai roda yang berputar.

Umat Muslim Bali Tetap Bisa Salat Jumat

DENPASAR - Pulau Dewata serentak sunyi selama 24 jam terhitung sejak Jumat (23/3) pukul 06.00 Wita hingga keesokan harinya Sabtu (24/3) pukul 06.00 Wita. Kesunyian tersebut terjadi sehubungan dengan perayaan Nyepi bagi umat Hindu Bali.

Umat Muslim Bali sempat khawatir tidak bisa menjalankan Salat Jumat karena Hari Raya Nyepi itu jatuh di hari Jumat. Namun, berdasarkan kesepatan forum umat beragama di Bali, ibadah salat Jumat tetap bisa dilaksanakan dengan menyesuaikan dengan suasana Hari Raya Nyepi.

"Umat Islam boleh keluar rumah menuju masjid atau mushala terdekat di sekitar lingkungan atau desa," ujar Ketua Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) Bali IB Wiyana.

Namun, saat menuju masjid atau mushala tidak diperkenankan menggunakan kendaraan bermotor dan harus berjalan kaki, tidak boleh bergerombol, tidak boleh sambil merokok.

Bagi yang tempat tinggalnya jauh dari masjid atau mushala bisa berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mendirikan tempat Salat Jumat darurat di fasilitas umum lingkungan setempat atau rumah salah seorang warga.

"Bagi yang jauh dari masjid bisa mencari fasilitas umum untuk digunakan sebagai lokasi Salat sementara," imbuh Wiyana.

FKUB juga menganjurkan kepada umat Muslim yang akan Salat Jumat di masjid untuk mengenakan pakaian Muslim yang biasa digunakan untuk Salat, seperti baju koko dan sarung. Hal itu supaya tidak menimbulkan kecurigaan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momen ini untuk keluar rumah tanpa maksud yang jelas.

"Kalau ke masjid mengenakan pakaian untuk ke masjid supaya nanti pecalang bisa membedakan," urainya.

Kesepakatan bersama ini juga mengatur waktu yang diperbolehkan untuk keluar rumah. "Pukul 11.00 dipersilakan menuju masjid dan pukul 14.00 sudah harus kembali di rumah," pungkas Wiyana.

Libur panjang, Jakarta lengang

Jakarta - Perayaan Nyepi dan Tahun Baru Saka 1934 pada Jumat membuat sejumlah ruas jalan di ibu kota Jakarta sepi.

Dari pantauan, sejumlah ruas jalan protokol seperti MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Merdeka Barat, Merdeka Selatan, hingga Merdeka Timur terlihat sepi dan lancar. Tampaknya, libur yang berdekatan dengan akhir pekan dimanfaatkan sebagian warga Jakarta untuk berlibur ke luar kota.

Salah seorang warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Bhiandradipta Erlangga (25), mengatakan sejumlah ruas jalan lancar dan sepi dari kendaraan pribadi.

"Barusan saya melalui beberapa ruas jalan yang biasanya macet, seperti Raden Saleh, Matraman dan Jatinegara dengan lancar," ujar lelaki yang akrab disapa Didas itu.

Didas mengatakan di jalan-jalan tersebut, sebagian besar dipadati oleh kendaraan umum sedangkan kendaraan pribadi yang biasa mendominasi jarang terlihat.

Senada dengan Didas, salah seorang warga Jakarta lainnya Gracia Simanjuntak juga mengatakan sejumlah ruas jalan yang dilewatinya relatif sepi.

"Kondisi jalan di Jakarta cukup sepi, tadi saya lewat Jalan Pramuka dan Rawamangun dengan lancar," ujar Gracia.

Selain itu, kondisi berbagai pusat perbelanjaan yang ada di ibu kota seperti Tanah Abang dan Pasar Baru juga terlihat sepi.

Kondisi berbeda justru terjadi di luar Jakarta, seperti jalur Puncak, Ciawi dan tol Cikampek yang padat merayap.

Berdasarkan informasi dari "Traffic Management Centre" Direktorat Lalu Lintas Polda Metro melalui akun jejaring sosial Twitternya, disampaikan kemacetan terjadi di tol Jagorawi arah Ciawi - Puncak mengalami kemacetan. Begitu juga terjadi kemacetan di tol Cikampek.

sumber : MICOM, Kompas, Antara
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen