Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Targetkan Kelulusan 100 Persen, 9 Siswa Absen, DPR Nilai Pegamanan UN Berlebihan

Targetkan Kelulusan 100 Persen, 9 Siswa Absen, DPR Nilai Pegamanan UN Berlebihan

Written By Dre@ming Post on Selasa, 17 April 2012 | 3:19:00 AM

Selasa, 17 April 2012, 03:09

DPR Nilai Pegamanan UN Berlebihan

DENPASAR - Komisi X DPR RI menilai pengamanan pendistribusian soal Ujian Nasional (UN) tahun ini dengan melibatkan terlalu banyak aparat kepolisian dan tentara cenderung berlebihan.

"Saya minta pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Pusat untuk mengurangi mekanisme pengawasan pendistribusian soal, tidak terlalu seperti sekarang, polisi tentara dilibatkan sebegitu banyak sehingga akan memengaruhi secara psikologis kondisi anak-anak saat ujian," kata HM Nasrudin, pimpinan rombongan Komisi X DPR RI usai memantau pelaksanaan UN di SMAN 4 Denpasar, Senin (16/4). Menurut dia, memang niat pemerintah pusat itu baik mengamankan soal supaya tidak sampai bocor, namun dengan pengamanan seperti itu, seolah-olah terjadi kebocoran, padahal sesungguhnya tidak demikian. Oleh karena itu, pihaknya memandang perlu dilakukan evaluasi. "Kami sedang menjalankan fungsi pengawasan bagaimana pelaksanaan dan pengerjaan UN seperti apa. Komisi X berkepentingan untuk mengawasi UN tentunya dengan harapan lebih baik, kalau ada kendala, ke depan perlu dievaluasi dan diperbaiki," ucap politisi Partai Golkar itu. Pengamanan yang terkesan berlebihan itu, ucap dia, menjadikan seakan-akan pemerintah tidak percaya dengan aparat pendidikan di bawahnya. "Ya supaya tidak mengganggu psikologis siswa, kelihatannya
ada kayak mau perang kecil-kecilan sehingga ada pengawalan sangat ketat," ujarnya.

Hanya saja, lanjut dia, tentu antara satu daerah dengan daerah ada perbedaan dalam pelaksanannya. Misalnya, ada naskah UN yang dikumpulkan di Mapolsek atau Kodim dan lainnya, hal itu kiranya perlu segera dievaluasi.

Jika kemudian muncul persoalan di lapangan, lanjut dia, tinggal pelaksanaan penegakan regulasi yang perlu diperbaiki ke depannya. "Kalau regulasi dan penegakan hukum berjalan baik sehingga ke depan tidak perlu polisi atau TNI lagi," ujar dia.

Nasruddin dan anggota Komisi X lainnya, dalam pelaksanaan UN SMA di hari pertama ini mengunjungi beberapa sekolah yakni SMAN 2 Denpasar, SMAN 4 Denpasar, SMKN 1 Denpasar, dan SMAN 1 Denpasar. Tampak hadir pula Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, dan Kadisdikpora Provinsi Bali AA Ngurah Gede Sujaya dan KadisdiKpora Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Di sekolah-sekolah tersebut terlihat pelaksanaan UN berjalan dengan lancar. Gubernur dan anggota Komisi X tidak masuk ke ruang pelaksanaan UN, tetapi mereka berdialog dengan masing-masing kepala sekolah seputar persiapan pelaksanaan UN yang telah ditempuh hingga ketersediaan sarana dan prasarana sekolah.

"Khusus untuk Bali, tahun kemarin menjadi catatan penting bagi Komisi X karena telah berprestasi secara nasional, ini penting bagi kami. Ini perlu ditindaklanjuti dan dipertahankan agar semakin baik," ucap Nasruddin yang kemarin mengajakanggota Komisi X lainnya, yakni Nyoman Dhamantra (PDIP), Puti Guntur Soekarno (PDIP), H Nasurullah (PAN), H Machmud Yunus (PPP), Jamal Mirdad (Gerindra) dan Herry Lontung Siregar (Hanura).

Hari Pertama UN, 9 Siswa Absen

MANGUPURA - Ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA Tahun Ajaran 2011/2012, secara serentak dilaksanakan Senin (16/4). Namun pada UN hari pertama kemarin, sebanyak 9 siswa sudah absen alias tidak bisa mengikuti UN. Dari jumlah tersebut 5 siswa dari SMK, dan 4 dari SMA dengan alasan sakit dan meninggal. Yang sudah dipastikan meninggal dunia 2 siswa, sedangkan sisanya dinyatakan absen dengan alasan sakit.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Badung I Ketut Widia Astika, membenarkan ada 9 siswa yang absen UN. Menurutnya, jumlah tersebut cukup banyak mengingat UN baru memasuki hari pertama. Dia berencana menelusuri ketidakhadiran para siswa tersebut, melalui surat dokter yang disampaikan di masing-masing sekolah.

“Secara umum pada hari pertama syukur berjalan lancar. Tetapi yang kami sayangkan ada 9 anak yang tidak ikut UN. Memang 2 meningggal dunia yang lain sakit. Sebanyak 7 siswa dari SMA dan SMK swasta, dan 2 orang dari SMA/SMK negeri. Kami akan lihat dulu dari surat dokter yang disampaikan, apakah benar-benar kondisinya memprihatinkan sehingga tidak bisa mengikuti ujian atau bagaimana. Kalau alasan dibuat-buat jelas kami tidak bisa memberikan ujian susulan, dan ini memang di luar perkiraan,” jelas Widia Astika.

Sementara itu, tim pengawas independen dari Universitas Udayana (Unud) menemukan beberapa kasus pada hari pertama pelaksanaan UN. Di SMA Negeri I Abiansemal, jumlah naskah soal kurang 1 yang seharusnya 20 naskah. Selain itu, ada dus berjumlah 21 naskah atau lebih 1 naskah. Namun lantaran tipe soal berbeda, maka peserta yang tidak mendapat naskah soal diberikan naskah fotokopi.

Hal ini diungkapkan Ketua Pengawas UN SMA/SMK/MA Kabupaten Badung Dr I Nyoman Arcana. Menurutnya, secara umum pelaksanaan UN di Badung sudah berlangsung dengan baik. UN pada hari pertama selesai pukul 10.00 Wita dan lembar jawaban dikoleksi di kantor disdikpora di puspem kemudian dibawa ke Unud. Dijelaskan pada hari pertama UN kemarin, naskah soal diambil dari masing-masing Mapolsek sekitar pukul 04.30 Wita dengan diawasi dan dikawal oleh pengawas ke satuan pendidikan (satpen) penyelenggara UN. Disinggung mengenai kecurangan, dia menyatakan pada hari pertama tidak ditemukan praktik kecurangan pelaksanaan UN. “Pelaksanaan sudah berlangsung dengan baik. Memang ada 1 kasus jumlah soal di 1 amplop kurang 1 yang seharusnya 20 naskah. Satu lagi lebih, jumlahnya 21 naskah. Tetapi tipe soal berbeda dengan kelas yang kekurangan, maka dilakukan fotokopi saja dengan cepat. Kasus ringan itu ada di SMA I Abiansemal,” jelas Arcana.

“Rekap laporan dikumpulkan hari terakhir. Yang penting masalah ringan, semua kekurangan soal saja. Kecurangan belum ada terjadi,” urai Pembantu Rektor II Unud, ini. Bupati Badung AA Gde Agung kemairn meninjau pelaksanaan UN di SMAN 1 Kuta didampingi Kadisdikpora I Ketut Widia Astika, Kabag Humas dan Protokol AA Raka Yuda. Rombongan bupati diterima Camat Kuta I Wayan Wijaya dan Kepala SMAN 1 Kuta Drs I Nyoman Yasa dan sejumlah guru serta pengawas independen dari Unud Ni Luh Gede Sumardani.

Wayan Yasa mengatakan UN ini berlangsung dari 16–19 April 2012 dengan ujian pertama bahasa Indonesia. Jumlah siswa SMAN 1 Kuta yang ikut UN 313 siswa dengan perincian IPA 212 siswa dan IPS 101 siswa dan 1 orang berhalangan karena sakit. Pada kesempatan itu Bupati Gde Agung juga meninjau kantin sekolah. Bupati mengingatkan agar kantin sekolah dipastikan tidak menjual rokok, makanan-makanan yang kadaluwarsa serta selalu diawasi jangan sampai menjadi tempat transaksi narkoba.

Bali Targetkan Kelulusan 100 Persen

DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menargetkan tingkat kelulusan siswa dalam ujian nasional (UN) 2012 mencapai 100 persen. "paling tidak mendekati itulah," tegas Pastika saat meninjau pelaksanaan UN hari pertama di sejumlah SMA dan SMK di Denpasar, Senin (16/4).

Pastika mengaku optimistis dengan target tersebut. Pasalnya Bali sudah mempersiapkan berbagai upaya menuju ke arah itu, mulai dari try out menjawab soal-soal berstandar UN di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

"Para guru juga sudah mempersiapkan siswanya dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan dengan kondisi belajar yang nyaman, siswa-siswa kita tidak kesulitan menyelesaikan soal-soal UN," harap mantan Kapolda Bali itu.

Apalagi, katanya, fasilitas teknologi untuk membantu kegiatan belajar mengajar siswa sudah tersedia di tiap sekolah di Bali. "Fasilitasnya sudah lengkap. Jika sudah berusaha keras, target itu saya yakin bisa tercapai," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Gede Sujaya mengatakan jumlah peserta UN kali ini untuk tingkat SMA/MA, SMALB dan SMK di Bali 45.610 siswa. Ia mengatakan pihaknya setiap tahun selalu melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang ada.

"Jika ada satu pelajaran yang jeblok di satu sekolah, kami adakan workshop guru bidang studi, sehingga mereka dapat mengevaluasi apa guru yang salah atau siswa yang belum siap," jelas Ngurah Gede Sujaya.


sumber : NusaBali, Micom
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen