Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Keberadaan Seniman tidak Dihargai Komponen Pariwisata Bali

Keberadaan Seniman tidak Dihargai Komponen Pariwisata Bali

Written By Dre@ming Post on Minggu, 06 Mei 2012 | 9:52:00 PM

Minggu, 06 Mei 2012 21:59

kecak giridharma - ilustrasi
DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengakui komponen pariwisata Bali masih belum menghargai seniman dengan upah yang layak saat tampil dalam pementasan di hadapan wisatawan mancanegara di hotel-hotel berbintang.

"Bahkan, keberangkatan pergi pulang rombongan seniman ke hotel dengan menggunakan truk," kata Gubernur Pastika, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan setempat I Ketut Suastika di Denpasar, Minggu (6/5).

Ketika mengadakan pertemuan dengan sejumlah sekaa kesenian yang selama ini berperanserta dalam pementasan untuk menyukseskan program unggulan Pemprov Bali, ia mengatakan, selain upah yang diterima rendah, juga kalangan hotel tidak menyediakan fasilitas yang memadai.

Ia mengatakan hotel tidak menyediakan tempat khusus untuk berhias, sehingga seniman dalam berhias sebelum pentas memanfaatkan tempat yang ada termasuk di peturasan (WC). Padahal pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan, kalangan hotel atau pihak-pihak lain yang menangani pementasan kesenian
tradisional untuk lebih peduli terhadap keberadaan seniman.

Hal itu dengan memberikan upah yang wajar, tempat berhias yang memadai, serta angkutan umum yang layak, bukan lagi menggunakan truk, demi keamanan dan kenyamanan seniman.

"Paket pariwisata Bali sebenarnya dijual kepada wisatawan mancanegara sangat mahal, namun masyarakat Bali menikmatinya sangat murah, sehingga pihak-pihak tertentu memperoleh keuntungan yang sangat besar," ujar Pastika.

Ia meminta ke depan hal itu tidak boleh terjadi lagi, karena seniman Bali mempunyai peran yang sangat strategis dalam menarik kunjungan wisman. Seni budaya, adat, dan ritual yang menyatu dalam kehidupan masyarakat Bali menjadi daya tarik wisman ke daerah ini untuk datang secara berulang-ulang tanpa merasa jenuh.

Oleh sebab itu, komponen pariwisata perlu lebih peduli dan menghormatinya dengan membayar upah yang memadai kepada seniman yang pentas di hadapan wisman, harap Gubernur.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ketut Suastika menambahkan Bali yang selama ini memiliki peraturan daerah (Perda) tentang pariwisata budaya akan disempurnakan dengan menambah peraturan gubernur tentang upah ideal bagi seniman yang pentas untuk kepentingan wisatawan dalam dan luar negeri.


sumber : MICOM
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen