Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Galauuuu.... Jelang Nyepi, STT Tak Dapat Bantuan

Galauuuu.... Jelang Nyepi, STT Tak Dapat Bantuan

Written By Dre@ming Post on Rabu, 19 Februari 2014 | 7:51:00 AM

 “Untuk tahun ini tidak ada. Kan nggak setiap tahun ada bantuan. Kecuali kalau ada permohonan baru bisa, tapi nanti akan dilihat dulu kepentingannya,” kata Bhasma, ketika dikonfirmasi pada Selasa (18/2)
MANGUPURA - Jika pada 2013 lalu sekaa teruna teruni (STT) se-Kabupaten Badung mendapat kucuran dana Rp 5 juta untuk memotivasi kegiatan menyambut perayaan Nyepi, tahun 2014 ini dana motivasi itu tidak lagi dikucurkan. Dana bisa dikucurkan kalau ada permohonan dari STT, itu pun kalau dinyatakan lolos seleksi, karena urgenitas kegiatan akan diperhitungkan betul sebelum pemerintah memberikan dana bantuan.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung IB Bhasma, menegaskan, gelontoran dana tidak bisa dilakukan secara cuma-cuma tanpa melalui proposal kegiatan. Bahkan, kalaupun ada yang mengajukan proposal belum tentu bantuan bisa cair begitu saja. “Untuk tahun ini tidak ada. Kan nggak setiap tahun ada bantuan. Kecuali kalau ada permohonan baru bisa, tapi nanti akan dilihat dulu kepentingannya,” kata Bhasma, ketika dikonfirmasi pada Selasa (18/2). Ditegaskan, dana bantuan seperti telah dikucurkan tahun 2013 lalu sebesar Rp 5 juta untuk sekitar 543 STT di Badung, bukan untuk pembuatan ogoh-ogoh. Dana itu, untuk motivasi kegiatan STT dalam menciptakan kreativitas. “Dana itu untuk mengembangkan kreativitas, bukan ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh bukan bagian dari ritual Nyepi, itu cuma kreativitas anak muda saja. Mungkin bisa beli bola voli,” jelasnya.

Meski tidak ada alokasi khusus, namun peluang untuk mendapatkan bantuan dana motivasi masih terbuka lebar. Asalkan, STT mengajukan proposal permohonan. “Kalau mengajukan bantuan, mungkin bisa. Tapi itu kami harus lihat dulu,” tandasnya. Bhasma mengimbau agar pelaksanaan pawai ogoh-ogoh sebaiknya ditiadakan. Kalau pun ada yang melaksanakannya, desa adat setempat harus bertanggungjawab dalam hal keamanan dan pengamanan. Terpenting pula tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan sepihak. “Pemerintah memang tidak ada melarang. Tapi imbauan kami sebaiknya (pawai ogoh-ogoh pada malam Pangerupukan, Red) ditiadakan. Karena kondisinya tidak memungkinkan,” imbuh Bhasma. Pihaknya mengajak komponen masyarakat untuk terlibat aktif menjaga keamanan saat pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg), 9 April 2014.

Dia juga mengingatkan agar aktivitas di kalangan remaja tidak ditunggangi kepentingan-kepentingan politik. Belum lama ini Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Badung, telah mengeluarkan keputusan bahwa pawai ogoh-ogoh pada malam Pangerupukan tetap diizinkan. Namun, ada batasan-batasan yang diberikan mengingat pelaksanaan Nyepi berbarengan dengan masa kampanye. “Ogoh-ogoh tidak dilarang, namun diimbau ogoh-ogoh yang dibuat tidak berkaitan dengan partai politik,” tegas Ketua Bidang Pawongan MMDP Badung IGN Wiadnyana, yang juga anggota DPRD Badung. Dia mengatakan, pentingnya menjaga kondusifitas jelang pemilu, karena potensi konflik cukup besar. Diharapkan semua pihak dapat memupuk semangat kebersamaan ‘menyama braya’, dengan mengesampingkan kepentingan politik.


sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Fakta Terungkap, Diperkirakan 10 Kg Sabu-sabu Senilai Rp 15 Miliar Lolos di Ngurah Rai

Manjet Singh (23) bersama rekannya Harvinder Singh (26) asal India diamankan polisi. Keduanya diamankan saat tinggal di kamar hotel nomor...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen