Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Dari Koper Besar Itu, Bule Dibunuh Anaknya di Kamar Hotel

Dari Koper Besar Itu, Bule Dibunuh Anaknya di Kamar Hotel

Written By Dre@ming Post on Rabu, 13 Agustus 2014 | 7:36:00 AM

Begitu ditanya soal pembayaran, pasangan kekasih bule ini pun berpura-pura kembali ke kamar untuk ambil uang dari calon mertuanya yakni korban Sheila Ann Von Weise, yang menginap di Kamar 616 Hotel St Regis. Namun, setelah 1 jam ditunggu, keduanya belum kunjung turun. Sopir Taksi, Ketut Wirjana, pun berencana untuk menurunkan kopor besar yang sudah telanjur dinaikkan pasangan kekasih bule ke bagasi mobilnya, dengan bantuan staf hotel. Gbr Ist
MANGUPURA - Mayat seorang perempuan bule ditemukan terbungkus kopor dalam sebuah Taksi di depan Hotel St Regis, Jalan Pantai Sawangan, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Selasa (12/8) siang. Usut punya usut, mayat yang kemudian dikenali bernama Sheila Ann Von Weise, 64, asal Amerika Serikat, ternyata dibunuh oleh pacar anaknya di Kamar 616 hotel bintang lima tersebut.

Pelaku pembunuhan Sheila Ann Von Weise adalah Schaefer Tommy, 21, lelaki bule yang merupakan pacar dari putri korban, Heather Louis, 19. Tragisnya, putri korban diduga ikut terlibat, karena langsung kabur bersama pacarnya setelah kasus pembunuhan terbongkar. Hingga kemarin sore, pasangan kekasih Schaefer Tommy dan Heather Louis tak diketahui keberadaannya.

Informasi yang dihimpun, kasus pembunuhan korban Sheila Ann Von Weise yang mayatnya ditemukan di dalam kopor, terungkap Selasa siang pukul 12.00 Wita, setelah pasangan kekasih Schaefer Tommy-Heather Louis check out dari Hotel St Regis. Pasangan kekasih ini sebelumnya menginap di kamar berbeda. Schaefer Tommy menempati Kamar 317 (di lantai Tiga), sementara korban Sheila Ann Von Weise dan putrinya, Heather Louis, menempati Kamar 616 (di lantai Enam) hotel bintang lima tersebut.

Saat check out kemarin siang, pasangan Schaefer Tommy-Heather Louis membawa empat kopor. Mereka lalu memasukkan kopor besar di bagasi belakang Taksi nopol DK 221 IB yang dikemudikan sopir I Ketut Wirjana. Sedangkan tiga kopor lainnya masih dibawa Schaefer Tommy dan Heather Louis.

Ketika itu pula, seorang petugas hotel menghampiri pasangan kekasih bule ini sembari menanyakan masalah pembayaran Kamar 317 yang sebelumnya ditempati Schaefer Tommy. “Kamar 317 Hotel St Regis disewa atas nama Sheila Ann Von Weise, tapi ditempati oleh Schaefer Tommy,” ujar sumber.

Begitu ditanya soal pembayaran, pasangan kekasih bule ini pun berpura-pura kembali ke kamar untuk ambil uang dari calon mertuanya yakni korban Sheila Ann Von Weise, yang menginap di Kamar 616 Hotel St Regis. Namun, setelah 1 jam ditunggu, keduanya belum kunjung turun. Sopir Taksi, Ketut Wirjana, pun berencana untuk menurunkan kopor besar yang sudah telanjur dinaikkan pasangan kekasih bule ke bagasi mobilnya, dengan bantuan staf hotel.

Nah, dari situ kemudian terungkap kasus poembunuhan yang mayatnya ditaruh dalam kopor besar. Sebab, saat kopor besar hendak diturunkan dari bagasi Taksi, terlihat ada bercak darah mengalir. Sopir Taksi lalu diarahkan untuk membawa kopor besar tersebut ke Polsek Kuta Selatan.

Berselang 1,5 jam kemudian, tepatnya pukul 13.30 Wita, petugas kepolisian langsung membongkar isi kopor besar yang dikirim dari hotel tersebut. Polisi terkejut, karena ternyata kopor tersebut berisi mayat perempuan bule yang dibungkus seprei bersimbah darah. “Seprei dalam kopor ini sudah dipenuhi darah. dari hasil pemeriksaan, di tubuh korban terdapat dua luka robek di bagian dahi,” lanjut sumber kepolisian. Berdasarkan hasil pengecekan, mayat dalam kopor itu teridentifikasi sebagai Sheila Ann Von Weise, bule perempuan Amerika berusia 64 tahun yang sebelumnya menginap beberapa hari di Kamar 616 Hotel St Regis. Mayat korban memakai kaos oblong tanpa lengan warna putih.

Diperkirakan, perempuan bule dengan tinggi badan 170 cm ini dibunuh kurang dari 10 jam sebelum mayatnya ditemukan dalam kopor. Petugas kepolisian pun langsung mendatangi hotel mewah ini untuk mencari pasangan kekasih bule Schaefer Tommy-Heather Louis, yang masing-masing merupakan calon menantu dan putri korban. Namun, pasangan kekasih bule ini tidak ditemukan di hotel. Diduga kuat, pasangan Schaefer Tommy-Heather Louis sudah kabur duluan dengan cara melompati tembok penyengker hotel yang tembus ke Pantai Nusa Dua. Tapi, polisi menemukan tiga kopor milik pasangan kekasih bule tersebut di dekat tembok hotel.

Petugas kepolisian pun langsung melakukan olah TKP di Kamar 317 Hotel St Regis yang ditempati Schaefer Tommy dan Kamar 616 yang ditempati korban Sheila Ann Von Weise. Dari hasil penyelidikan, polisi menduga kuat aksi pembunuhan ini dilakukan pasangan kekasih Schaefer Tommy-Heather Louis di Kamar 616. Pasalnya, dari rekaman CCTV, terlihat Schaefer Tommy membawa kopor berisi mayat korban dari Kamar 616 di Lantai 6. Selain itu, terdapat pecahan botol minuman ringan yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban.

Dari lokasi TKP di Kamar 616 hotel tersebut, polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti sarung bantal berisi bercak darah dan pecahan botol. Sedangkan dari Kamar 317 yang ditempati pelaku Schaefer Tommy, polisi mengamankan barang bukti handphone, seprei yang dibuang di gudang, kertas, dan beberapa barang lainnya. Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Gede Redastra, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus bule dibunuh di hotel, lalu mayatnya dimasukkan ke dalam kopor ini. Polisi juga masih memburu pasangan kekasih Schaefer Tommy dan Heather Louis, yang dalam rekaman CCTV terakhir kali terlihat melompati tembok hotel menuju Pantai Nusa Dua.

Menurut Kapolsek Gede Redastra, saat kabur, pasangan kekasih bule tersebut tidak membawa barang apa pun, karena tiga kopor yang sempat dibawa ke Taksi ditinggalkan di dekat tembok menuju pantai. “Terkait motif pembunuhan, juga masih kita dalami. Kami masih fokus melakukan pencarian terhadap kedua terduga pelaku,” tandas Kapolsek Redastra.

Berdasarkan penelusuran, korban Sheila Ann Von Weise bersama putrinya, Heather Louis, check in ke Kamar 616 Hotel St Regis, Nusa Dua, Sabtu (9/8) lalu. Sedangkan pelaku Schaefer Tommy baru check in di hotel ini dua hari kemudian, Senin (11/8), dengan menempati Kamar 317 (di Lantai Tiga).

Sejumlah petugas hotel yang sudah diperiksa polisi mengatakan, pasangan kekasih Schaefer Tommy-Heather Louis sempat terlibat keributan dengan korban Sheila Ann Von Weise, Senin malam lalu. “Namun, tidak diketahui persis apa masalah yang diributkan ketiga tamu bule tersebut. Yang jelas, dua kamar hotel tempatnya menginap tercatat atas nama Sheila Ann Von Weise,” jelas seorang petugas hotel, Selasa kemarin. Semenyara itu, mayat korban Sheila Ann Von Weise sudah dibawa ke Bagian Forensik RS Sanglah, Denpasar, Selasa sore pukul 15.15 Wita, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, dr Dudut Rustyadi SpF, berdasarkan hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka-luka memar dan luka terbuka pada bagian wajah dan punggung korban. Selain itu, korban juga patah tulang hidung akibat pukulan benda tumpul.

"Ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar dr Dudut saat dikonfirmasi, tadi malam. Ditambahkan dr Dudut, tidak ada indikasi korban pemerkosaan, lantaran tak ditemukan bekas hubungan intim. “Tubuh korban dimasukkan ke dalam kopor dalam kondisi utuh, tanpa harus dimutilasi,” katanya.


ungasan.com
sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Pulau Penyu Didukung Gubernur

Gubernur Koster saat terima mantan rombongan PT BTID di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Kamis (22/8). DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koste...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen