Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , , » Korban dan Tommy Cek-cok, Bahu-Membahu Ungkap Tabir Kematian Wisatawan AS

Korban dan Tommy Cek-cok, Bahu-Membahu Ungkap Tabir Kematian Wisatawan AS

Written By Dre@ming Post on Minggu, 17 Agustus 2014 | 8:51:00 AM

polisi bekuk heather lois mack pembunuh sang ibu sheila von weise
Dalam dua bulan terakhir petugas medis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, khususnya di bagian forensik disibukkan oleh jasad korban pembunuhan yang datang silih berganti dari berbagai penjuru di Bali, baik masyarakat lokal, wisatawan domestik, maupun warga negara asing.

Tim Forensik RSUP Sanglah layak mendapatkan apresiasi atas keberhasilannya membongkar jenis kelamin korban mutilasi yang potongan-potongan tubuhnya dibuang oleh pelaku di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem.

Namun kesibukan mereka belumlah usai. Mulai korban pembunuhan, pelaku bunuh diri, hingga mayat tanpa identitas pun berdatangan ke rumah sakit rujukan terbesar di Bali yang berada di tengah-tengah Kota Denpasar.

Kini rumah sakit milik Kementerian Kesehatan itu mendapatkan tugas yang tak kalah beratnya dalam mengungkap kasus pembunuhan Sheila Von Weise. Perempuan berusia 64 tahun itu tewas dihabisi kekasih anak kandungnya yang sama-sama menginap di Hotel St Regis, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Selasa (12/8) sore.

Tim forensik di RSUP Sanglah tidak kenal lelah dan patah semangat dalam mengemban tugas mulia untuk membongkar motif pelaku pembunuhan itu bersama penyidik Kepolisian Daerah Bali.

Autopsi yang dimulai, Sabtu (16/8) pukul 10.00 Wita itu, mendapatkan perhatian khusus Wakil Kepala Polda Bali Brigadir Jenderal I Gusti Ngurah Raharja. Jenderal polisi bintang satu ini pula yang sebelumnya turut membongkar kasus mutilasi di Klungkung.

"Kami akan memulai autopsi setelah ada Wakapolda," kata Kepala Instalasi Kedokteran Forensik, dr Dudut Rustyadi, SpF.

Wakapolda dan tim penyidik tiba di RSUP Sanglah pukul 09.30 Wita. Setelah berganti pakaian khusus, Wakapolda menuju ruang autopsi. Pada saat itu petugas forensik sudah mulai menjalankan tugasnya.

Akhir Pelarian Sepasang Kekasih
Selang satu jam, tim forensik RSUP Sanglah dan jajaran anggota Polda Bali keluar ruangan autopsi tersebut dengan langkah yang tegesa-gesa menuju ruang ganti sebelum menemui awak media yang sudah lama menunggu keterangan resmi Rustyadi

"Kami menemukan adanya luka akibat benturan benda tumpul pada bagian kepala jenazah," kata Dudut mengawali keterangannya setelah mengantarkan Wakapolda Bali menuju kendaraan dinasnya.

Selain itu, tim forensik juga menemukan adanya luka terbuka dan memar pada bagian wajah koban. Luka itu diduga akibat korban sempat melawan saat dihabisi pacar anaknya, Heather Louis (19), yang sama-sama menginap di hotel berbintang lima itu.

Namun sejauh ini, Dudut belum bisa menyampaikan faktor penyebab kematian korban karena proses autopsi pada tubuh jenazah sedang berjalan sehingga harus menunggu setelah dilakukan tindakan tersebut. "Sampai sekarang petugas kami masih melakukan tindakan," ujarnya.

Menurut dia, proses autopsi jenazah tersebut memerlukan waktu cukup lama untuk melengkapi bukti-bukti pemeriksaan pihak kepolisian. "Sudah ada permintaan untuk dilakukan tindakan autopsi oleh penyidik kepolisian," ujarnya.

Selain itu, tim forensik RSUP Sanglah Denpasar sudah berkoordinasi kepada pihak berwajib untuk menyampaikan kepada keluarga korban melalui Konsulat AS terkait prosedur operasi yang dilakukan sehingga hasil yang didapatkan dari proses pemeriksaan tersebut dapat diterima secara terbuka. "Upaya tersebut untuk melengkapi bukti-bukti proses penyidikan," katanya.

Jasad Sheila dikirimkan ke RSUP Sanglah, Selasa (12/8) sekitar pukul 15.15 Wita. Pada saat itu tim forensik hanya memeriksa bagian luar tubuh jenazah yang dimasukkan ke dalam koper oleh pelaku, Schaffer Tommy (21).

Jenazah yang bertinggi badan sekitar 170 centimeter, rambut pirang, dan terdapat dua jaringan parut pada lutut korban saat itu mengenakan kaus oblong berwarna putih.

Tim forensik juga tidak menemukan adanya tanda-tanda pemerkosaan dan tindakan mutilasi pada tubuh korban karena saat dilakukan pemeriksaan tersebut jenazah langsung dimasukkan ke dalam koper dengan kondisi utuh. "Saat kami terima, tubuh korban dalam keadaan utuh," ujar Dudut.

Korban bersama anaknya Heather dan Tommy menginap di Hotel St Regis. Korban dan Tommy sempat terlibat cek-cok. Hal itulah yang memicu Tommy kalap dengan menghabisi nyawa ibu kekasihnya.

Setelah tak bernyawa, pelaku dan kekasihnya bingung sehingga memasukkan jasad korban ke dalam koper besar. Dalam keadaan kalut, pasangan remaja tersebut memanggil taksi dan memasukkan koper yang berceceran darah korban itu ke dalam bagasi.

Sopir taksi bernomor polisi DK-211-IB tak kunjung menginjak pedal gas karena pelaku harus menyelesaikan kewajibannya membayar sewa kamar hotel mewah tersebut. Namun Tommy dan Heather bukan menyelesaikan kewajiban membayar sewa kamar, melainkan kabur melalui pintu belakang yang berhadapan langsung dengan pantai, sebagaimana terekam kamera sirkuit (CCTV).

Keduanya lari menuju Kuta dan menginap di salah satu hotel tanpa memedulikan jasad orang yang dicintainya itu. Namun petugas sudah mengendus kedua pelaku. Heather dan Tommy dicokok saat tertidur pulas di sebuah hotel, Rabu (13/8) pagi.

Liburan pasangan kekasih itu pun harus berakhir di balik jeruji besi. Keduanya terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati akibat perbuatannya yang melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.



ungasan.com
sumber : antarabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen