Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Lulusan Unud Ini, Sang Founder Bali Royal Hospital (BROS)

Lulusan Unud Ini, Sang Founder Bali Royal Hospital (BROS)

Written By Dre@ming Post on Senin, 09 Februari 2015 | 7:56:00 AM

Ida Ayu Oka Purnama Wati, SS, MM
DENPASAR – Perempuan Bali menjadi seorang pemimpin dan pengusaha sukses bukan lagi hanya sebuah mimpi.

Ida Ayu Oka Purnama Wati, SS, MM, berhasil membuktikannya. Ia tercatat sebagai satu di antara founder Bali Royal Hospital (BROS), rumah sakit swasta yang meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Keberanian untuk mengambil langkah dan menghadapi segala tantangan, mendasari Oka tidak pernah ragu mewujudkan gagasannya.

Oka sebelumnya memang tidak pernah secara formal mengenyam pendidikan kesehatan. Alumni Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra Universitas Udayana itu tidak segan-segan bekerja keras mempelajari sesuatu yang boleh jadi awal sangat asing baginya.

Pengalaman Oka selama bergabung di klinik kesehatan Merdeka Medical Centre (MMC) menjadi titik mula.

Pada awalnya, ia lama berkecimpung dalam dunia pariwisata, dan harus berani keluar dari zona nyaman.

“Sebenarnya MMC dimulai oleh suami dan kakak saya, seorang dokter kandungan. Saya masuk untuk membantu di sana. Nah, masa-masa awal itu terasa berat sekali. Saya masih belum terbiasa dengan suasana kerja di sana,” ujarnya di ruang kerja BROS, Denpasar, Bali Rabu (4/2/2015).

Berbekal semangat yang tinggi, akhirnya Oka mampu mengatasi tantangan itu dan pada 2004 dipercaya menjadi direktur utama.

Bermula dari sana, berbagai ide-ide baru bermunculan, termasuk rencana mendirikan rumah sakit.

Meskipun mendirikan rumah sakit, tetapi Oka ingin membuat sesuatu yang berbeda. Kalau diperhatikan, gedung BROS memang tampak seperti sebuah hotel, lengkap dengan fasilitas yang membuat pasien merasa nyaman.

“Saya lama bekerja di sektor pariwisata, juga hampir 16 tahun mengelola wedding organizer. Awalnya kami menginginkan BROS mengusung konsep medical tourism. Orang-orang sengaja datang ke Bali, ke BROS hanya untuk berobat, seperti orang Indonesia yang ke Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura,” ujarnya.

Pada tahun pertama pembangunan BROS, ia masih berjuang keras.

“Bagaimana cara mengembangkannya, kami masih mencari-cari bentuk,” katanya.

Guna mewujudkan misinya, Oka kemudian meluncurkan Royal International Patient Assistance Centre (RIPAC) yang langsung berada di bawah pengawasannya. RIPAC merupakan unit yang khusus untuk menangani orang asing.

Staf yang bertugas di unit itu merupakan orang berkompetensi dengan penguasaan bahasa asing yang baik.

Disediakan juga layanan bantuan untuk pasien yang memerlukan jasa visa, tiketing, imigrasi, termasuk evakuasi.

Sebagai director of marketing & business development BROS, Oka juga bertanggungjawab mengembangkan unit bisnis seperti Royal Home Care, Royal Medical Check-Up. Semuanya untuk menjadikan BROS dan Bali sebagai pusat medical tourism.

RIPAC ternyata mendapatkan apresiasi yang cukup baik, termasuk dari pemerintah Bali. Oka kemudian diutus untuk turut mempromosikan Bali dan medical services, satu di antaranya mengikuti JATA ke Jepang.

“Saya sempat juga ke Melbourne mengikuti Indonesian Festival Melbourne,” ujarnya.

Ia juga sempat diundang mempresentasikan BROS dalam acara medical tourism summit meeting di Stresa Milan, Italia.




sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Fakta Terungkap, Diperkirakan 10 Kg Sabu-sabu Senilai Rp 15 Miliar Lolos di Ngurah Rai

Manjet Singh (23) bersama rekannya Harvinder Singh (26) asal India diamankan polisi. Keduanya diamankan saat tinggal di kamar hotel nomor...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen