Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Mantap! Krisis Listrik Bali Akhirnya Teratasi

Mantap! Krisis Listrik Bali Akhirnya Teratasi

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 28 Februari 2015 | 8:22:00 AM

Keputusan pemasangan kabel SUTT di atas Kampung Barokah, Desa Celukan Bawang ini diambil dalam pertemuan yang melibatkan perwakilan warga setempat dengan pihak PLN Distribusi yang difasilitasi Pemkab Buleleng di Kantor Bupati Buleleng, Jalan Pahlawan Singaraja, Jumat (27/2) sore. Pertemuan kemarin sore dipimpin langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, didampingi Wabup Nyoman Sutjidra dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna.Dalam pertemuan di Kantor Bupati Buleleng kemarin sore, hadir pula Direktur Utama PT (Persero) PLN Sofyan Basir, Diretur Operasional PLN Jawa-Bali Supangkat Iwan Santoso, General Manager PLN Distribusi Bali Syamsul Huda, jajaran Muspida Buleleng, dan Danrem 163/Wirasatya Kol Inf Heri Wiranto. Perwakilan warga Kampung Barokah sendiri didampingi langsung Kepala Desa (Perbekel) Celukan Bawang, M Ashari. Dalam pertemuan itu, perwakilan warga Kampung Barokah, Sadli, mengaku sudah menggelar pertemuan dengan warga untuk menerima opsi pemasangan kebel SUTT melintang di atas pemukiman mereka selama setahun. Warga setempat bisa menerima opsi pemasangan kabel SUTT itu dengan beberapa catatan.
SINGARAJA - Krisis listrik Bali akhirnya teratasi, karena daya sebesar 390 Mega Watt (MW) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng segera akan masuk sistem. Kepastian ini diperoleh menyusul melunaknya sikap warga Kampung Barokah, Desa Celukan Bawang terkait opsi pemasangan kabel Saluran Udara Tengan Tinggi (SUTT) melintang di atas pemukiman mereka.

Semula, warga Kampung Barokah, Desa Celukan Bawang bersikukuh menolak ada pemasangan kabel SUTT melintang di atas pemukiman mereka. Namun, warga Kampung Barokah akhirnya melunak dengan opsi pemasangan kabel SUTT melintang di atas pemukiman mereka selama setahun. Dengan melunaknya sikap warga setempat, pihak PLN pun pastikan pemasangan kabel SUTT dari PLTU Celukan Bawang ke jaringan koneksi di Kampung Barokah akan segera dilakukan dalam beberapa hari ke depan guna memasok daya listrik 3x130 MW.

Keputusan pemasangan kabel SUTT di atas Kampung Barokah, Desa Celukan Bawang ini diambil dalam pertemuan yang melibatkan perwakilan warga setempat dengan pihak PLN Distribusi yang difasilitasi Pemkab Buleleng di Kantor Bupati Buleleng, Jalan Pahlawan Singaraja, Jumat (27/2) sore. Pertemuan kemarin sore dipimpin langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, didampingi Wabup Nyoman Sutjidra dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna.

Dalam pertemuan di Kantor Bupati Buleleng kemarin sore, hadir pula Direktur Utama PT (Persero) PLN Sofyan Basir, Diretur Operasional PLN Jawa-Bali Supangkat Iwan Santoso, General Manager PLN Distribusi Bali Syamsul Huda, jajaran Muspida Buleleng, dan Danrem 163/Wirasatya Kol Inf Heri Wiranto. Perwakilan warga Kampung Barokah sendiri didampingi langsung Kepala Desa (Perbekel) Celukan Bawang, M Ashari. Dalam pertemuan itu, perwakilan warga Kampung Barokah, Sadli, mengaku sudah menggelar pertemuan dengan warga untuk menerima opsi pemasangan kebel SUTT melintang di atas pemukiman mereka selama setahun. Warga setempat bisa menerima opsi pemasangan kabel SUTT itu dengan beberapa catatan.

Pertama, perjanjian atas kepastian batas waktu setahun pemindahan jaringan SUTT di atas pemukiman mereka ke tempat lain. Kedua, jaminan atas gangguan yang ditimbulkan oleh keberadaan jaringan SUTT di atas pemukiman mereka. Ketiga, pemerintah dan PLN bisa membantu perjuangan hak-hak warga setempat kepada pihak PLTU Celukan Bawang yang belum terpenuhi selama ini. Keempat, Bupati Buleleng jamin tidak mencabut keputusan tanggal 16 September 2014 lalu, yang meminta PLN pindahkan jaringan SUTT ke sebelah barat Kampung Barokah. Kelima, ketika ada persoalan nanti, mereka ingin mendapat kepastian ke mana harus mengadu. “Kami ini sebetulnya sudah dalam posisi angkat tangan (menyerah). Tapi, kami ingin ada jaminan atas beberapa catatan yang kami sepakati di kampung. Dan, kami ingin melihat isi perjanji kesepakatan itu dulu, karena kami sudah terlalu sering dibohongi,” tegas Sadli.

Menurut Sadli, dalam pertemuan internal di kampungnya, warga Kampung Barokah juga sempat mempertanyakan pertimbangan PLN harus memasang kabel SUTT dengan rentang waktu setahun di atas pemukiman mereka. Masalahnya, pihak PLN sebelumnya sudah menyanggupi untuk menggeser jaringan SUTT ke sebelah barat Kampung Barokah, pasca ada peninjauan dengan Bupati Buleleng Agus Suradnyana.

“Kami ingin tahu juga, apa pertimbangan PLN sebetulnya? Karena kami juga punya pertimbangan kenapa kami mati-matian menolak (kabel SUTT), karena di bawahnya itu ada sekolah Madrasah dan TK,” beber Sadli. Sementara, Dirut PT (Persero) PLN, Sofyan Basir, menyatakan pihaknya tidak ada maksud tertentu terkait pemasangan kabel SUTT melintang di atas pemukiman warga Kampung Barokah. Pemasangan kabel SUTT itu murni untuk kepentingan masyarakat luas. Semula, kata Sofyan, jaringan SUTT itu diperkirakan sudah kelar, sehingga ketika ada pemeliharaan salah satu PLTG di Bali, tidak sampai menganggu cadangan listrik di Pulau Dewata. Nyatanya, PLTU Celukan Bawang belum bisa memasok listrik sesuai target 3x130 MW = 390 MW. Karenanya, manakala ada masa pemeliharaan PLTG Gilimanuk, Bali kehilangan pasokan listrik 130 MW hingga cadangan listriknya minus.

“Kami tidak ada kepentingan apa pun di sini. Ini murni untuk menyelesaikan persoalan yang ada demi kemasyarakatan. Bisa dibayangkan, kami harus mengambil risiko keluarkan investasi lagi membangun tower. Ini untuk siapa? Kan untuk masyarakat luas. Jadi, mohon dipahami juga oleh masyarakat,” pinta Sofyan dalam pertemuan di Kantor Bupati Buleleng, kemarin sore. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Buleleng Agus Suradnyana menyatakan, karena sudah titik temu bahwa kabel SUTT itu bisa dipasang selama setahun, maka pihak PLN diminta secepatnya bisa mengambil langkah-langkah. Bupati Agus Suradnyana juga minta agar pihak kepolisian ikut mengawal pemasangan kabel SUTT di Celukan Bawang tersebut.

“Masalah pernjanjian yang diinginkan warga, itu nanti akan dibuat Bupati dan pihak PLN yang diketahui oleh Muspida Buleleng. Sekarang saya ingin PLN segera memasang kabel tersebut, karena ini demi kepentingan masyarakat luas,” tandas Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng ini.

Sedangkan GM PLN Distribusi Bali, Syamsul Huda, menyatakan pemasangan kabel SUTT di atas pemukiman warga Kampung Barokan, Desa Celukan Bawang akan dilakukan secepatnya. “Jika kabel SUTT tersebut bisa tersambung, menurut Huda, PLN akan memiliki candangan listrik yang cukup banyak, sehingga PLN bisa melayani kembali pemasangan baru dan penambahan daya,” tandas Huda. Dengan terpasangnya SUTT di pemukiman warga Kampung Barokah, Desa Celukan Bawang, maka PLN Distribusi Bali akan mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 3x130 MW dari PLTU Celukan Bawang. Bali pun praktis akan mengalami surplus listrik. Apalagi, masa pemeliharaan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk juga sakan rampung per 1 Maret 2015. PLTG Gilimanuk (Kercamatan Melaya, Jembrana) ini menghasilkan daya listrik 130 MW. Sebelumnya, PLTG Gilimanuk sempat keluar dari sistem kelistrikan Bali karena periode pemerilaharaan sejak 21 Febriari 2015 lalu. Gara-gara keluarnya PLTG Gilimanuk, Bali kehilangan pasokan daya listrik 130 MW, sehingga terpaksa dilakukan pemadaman bergilir.

Total daya kelistrikan Bali saat ini---termasuk pasokan PLTG Gilimanuk---mencapai 850 MW. Rinciannya, Interkoneksi (Jawa-Bali) melalui kabel bawah laut sebesar 340 MW, PLTG Pesanggaran (Denpasar) sebesar 292 MW, PLTG Gilimanuk sebesar 130 MW, dan PLTG Pemaron (Buleleng) sebesar 88 MW. Sedangkan beban puncak (tertinggi) di Bali, kata Syamsul Huda, mencapai 781 MW. “Itu artinya, cadangan listrik di Bali saat ini hanya sebesar 69 MW, termasuk pasokan dari PLTG Gilimanuk,” tandas Syamsul Huda. Angka 69 MW itu berasal dari 850 MW (daya listrik Bali) dikurani 781 MW (beban puncak). Karena keluarnya sistem PLTG Gilimanuk yang berarti pasokan berkurang 130 MW lagi, maka terjadi defisit.

PLN Bali sendiri terpaksa pilih kebijakan menghentikan buat sementara proses pasang baru dan penambahan daya, mengingat cadangan daya tinggal 69 MW. Kebijakan stop proses pasang baru dan penambahan daya ini telah diberlakukan sejak 23 Februari 2015, sampai batas waktu yang belum ditentukan---hingga nanti memiliki cadangan pasokan yang cukup.

Versi Syamsul Huda, ada 26.800 calon pelanggan masuk dalam daftar tunggu PLN Bali, dengan total daya yang dibutuhkan sekitar 112 MW. Berdasarkan data hingga akhir Januari 2015 saja, jumlah pelanggan PLN Bali sudah mencapai angka 1.080.000 unit.







sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Fakta Terungkap, Diperkirakan 10 Kg Sabu-sabu Senilai Rp 15 Miliar Lolos di Ngurah Rai

Manjet Singh (23) bersama rekannya Harvinder Singh (26) asal India diamankan polisi. Keduanya diamankan saat tinggal di kamar hotel nomor...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen