Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , , , » Lobi-lobi, Jatah Anggaran ke Darah, Koordinasi Gubernur dengan DPR–DPD RI

Lobi-lobi, Jatah Anggaran ke Darah, Koordinasi Gubernur dengan DPR–DPD RI

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 14 Maret 2015 | 8:20:00 AM

Bagaimana liku-liku melobi kucuran APBN, kemarin dibahas oleh Gubernur, Bupati/Walikota, DPR, dan DPD RI, di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (13/3) siang. Hadir dalam pertemuan tersebut, Gubernur Made Mangku Pastika, Wakil Gubernur Ketut Sudikerta, anggota DPD RI Gede Pasek Suardika, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, anggota DPR RI dari Dapil Bali seperti Made Urip (Fraksi PDIP), IGA Wirajaya (PDIP), Ida Bagus Putu Sukarta ( Fraksi Gerindra), Putu Sudiartana. Selain itu hadir Bupati Badung Anak Agung Gede Agung, para wakil bupati dan walikota, serta sejumlah undangan. Pertemuan kemarin adalah penyerapan aspirasi soal anggaran dan pembangunan antara DPR dengan pemerintah di Bali. Perdebatan anggaran pusat ke daerah kemarin cukup alot, mengingat Bali belum mendapatkan anggaran yang maksimal, sehingga perlu peran wakil rakyatnya
DENPASAR - Untuk memperoleh jatah anggaran dari pemerintah pusat mengalir ke darah, diperlukan lobi-lobi dan silaturahmi. Lobi-lobi ke pusat juga membantu ‘menentukan’ besaran anggaran yang mengucur ke daerah.

Bagaimana liku-liku melobi kucuran APBN, kemarin dibahas oleh Gubernur, Bupati/Walikota, DPR, dan DPD RI, di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (13/3) siang. Hadir dalam pertemuan tersebut, Gubernur Made Mangku Pastika, Wakil Gubernur Ketut Sudikerta, anggota DPD RI Gede Pasek Suardika, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, anggota DPR RI dari Dapil Bali seperti Made Urip (Fraksi PDIP), IGA Wirajaya (PDIP), Ida Bagus Putu Sukarta ( Fraksi Gerindra), Putu Sudiartana. Selain itu hadir Bupati Badung Anak Agung Gede Agung, para wakil bupati dan walikota, serta sejumlah undangan. Pertemuan kemarin adalah penyerapan aspirasi soal anggaran dan pembangunan antara DPR dengan pemerintah di Bali. Perdebatan anggaran pusat ke daerah kemarin cukup alot, mengingat Bali belum mendapatkan anggaran yang maksimal, sehingga perlu peran wakil rakyatnya.

Pastika membenarkan lobi-lobi pusat sangat membantu besaran anggaran ke daerah. Hal itu disampaikan Pastika menyikapi apa yang disampaikan anggota Badan Anggaran DPR RI Ida Bagus Sukarta yang juga Koordinator Fraksi Gerindra di pusat. Gus Sukarta mengatakan, soal anggaran ke daerah tetap ada kasak-kusuknya. Kalau tidak, bisa lewat begitu saja. “Kalau saya beda dengan Pak Ida Bagus Sukarta, bukan kasak-kusuk, tetapi simakrama, silahturahmi. Ke Jakarta harus bawa salak gula pasir,” ujar Pastika disambut tertawa hadirin. Gus Sukarta, sapaan Ida Bagus Sukarta, mengatakan pihaknya selaku anggota Banggar tidak melihat lagi bendera partai. Anggota Komisi X membidangi pariwisata ini, menegaskan, APBN untuk Bali diperjuangkan di badan anggaran demi kepentingan Bali. “Saya tidak lagi lihat Koalisi Indonesia Hebat atau Koalisi Merah Putih. Saya berpikir Bali. Kalau dapat anggaran untuk Bali di bidang pariwisata, maka saya akan amankan itu. Demi Bali, memang perlu lobi-lobi, kalau tidak, bisa lewat. Tahun ini anggaran promosi kami sudah tingkatkan itu untuk nasional dan Bali,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Bali, ini.

Made Urip menambahkan, perlu perjuangan bersama seluruh komponen untuk mendapatkan anggaran dari pusat (APBN). “Saya berapa pun anggaran di bidang yang saya tangani untuk diberikan kepada daearah Bali selalu utuh. Jangan sampai ada pikiran dipotong atau disunat. Bisa dicek itu,” tandas Urip yang duduk di Komisi IV bidang pertanian, kelautan, dan perikanan. Sedangkan Wedakarna menyatakan, memang memerlukan kasak-kusuk untuk mendapatkan bagian anggaran dari pusat. Daerah juga perlu proaktif menyerahkan kajian. "Selama ini di daerah baik bupati dan gubernur mungkin melobi ke personel. Kalau menurut saya, lobi-lobinya masing-masing anggota DPR RI dari Bali kepada ketua partai saja. Selesai dah,” kata Wedakarna. Kata Rektor Universitas Mahendraddata, ini, sekarang ini ketua partai berkuasa di Indonesia. “Kalau mau dapat anggaran itu langsung ke ketua partai masing-masing. Nanti lewat fraksi-fraksi akan ada tindak lanjut. Kita selama ini di Bali sering keliru, melobinya kepada personel. Tetapi saya bangga karena anggota DPR dan DPD dari Bali lebih kompak berjuang dan tidak lagi melihat bendera partai seperti yang disampaikan Gus Sukarta,” ujar Wedakarna seraya meminta usulan-usulan kepada bupati dan gubernur terkait program yang akan dibawa ke Senayan.

Gubernur Pastika kemarin berharap supaya masa reses dan kunjungan kerja bisa merangkum semua persoalan. Pada pertemuan reses berikutnya harus sudah ada usulan dan ada tindak lanjut. “Saya harap ruang seperti ini harus lebih banyak untuk bisa segera mempercepat pembangunan di Bali,” tandas Pastika.











sumber : nusabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Fakta Terungkap, Diperkirakan 10 Kg Sabu-sabu Senilai Rp 15 Miliar Lolos di Ngurah Rai

Manjet Singh (23) bersama rekannya Harvinder Singh (26) asal India diamankan polisi. Keduanya diamankan saat tinggal di kamar hotel nomor...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen