Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , , » Manajemen Mr Tukul Minta Maaf, Trans7 dan umat Hindu Damai

Manajemen Mr Tukul Minta Maaf, Trans7 dan umat Hindu Damai

Written By Dre@ming Post on Rabu, 04 Maret 2015 | 9:39:00 AM

“KPID butuh partisipasi masyarakat untuk mengawasi juga media penyiaran yang ada di Bali khususnya, sehingga jika ada yang tidak baik bisa dilaporkan ke KPID,” kata Ketua KPID Bali AA Gede Rai Sahadewa. Seluruh komponen masyarakat Bali yang hadir juga turut serta memberikan pandangan dan saran agar ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Dan menyarankan agar setiap media apapun yang melakukan syuting menyangkut kebudayaan dan sebagainya wajib izin dan mencari informasi yang jelas tentang apa yang ingin diliput. Dan juga harus ada pengawasan dari pihak-pihak terkait. Pihak Trans7 diwakili Andi Chairil meminta maaf kepada seluruh masyarakat Hindu di Bali. “Kami lebih fokus ke tata cara syuting sehingga lupa memperhatikan pakaian dan kata-kata spontanitas yang diucapakan selama syuting berlangsung,” ujarnya. Dia meminta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat Bali. “Saya harap ke depannya masih bisa menjalin kerja sama yang erat,” katanya. Andi menambahkan, Tukul juga menyampaikan salam permintaan maaf karena memang tidak ada niat melecehkan. Episode Tukul Jalan-Jalan sudah habis ditayangkan, tetapi masih ada episode ‘Masih di Dunia Lain’. Namun pihak manajemen Trans7 menunda penayangannya. “Kami menunda dulu penayangannya, karena masih dalam proses pengeditan, kalau memang tidak layak untuk ditayangkan maka tidak akan dilanjutkan penayangannya,” tambah Andi.
DENPASAR - Manajemen Trans7 dan umat Hindu Indonesia (Bali) sepakat damai atas kasus tayangan Mr Tukul Jalan Jalan. Kesepakatan damai itu mengemuka dalam rapat dengar pendapat antara komponen masyarakat Bali dan umat Hindu Indonesia yang diwakili oleh DPD RI utusan Provinsi Bali bersama pihak manajemen Trans7 di kantor DPD RI Provinsi Bali Jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Selasa (3/3).

Rapat dihadiri oleh perwakilan PHDI, KPID Bali, IHDN Denpasar, UNHI, Kesbangpol Provinsi Bali, pihak desa yang bersangkutan dalam tayangan program Trans7, serta manajemen Trans7. Rapat dengar pendapat ini dipimpin oleh Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra selaku perwakilan DPD RI Provinsi Bali. Dalam rapat, seluruh komponen memberikan pandangan dan saran kepada pihak-pihak yang terkait khususnya pihak Trans7. Wedakarna mengatakan bahwa wajar saja masyarakat Hindu di Bali merasa tersinggung dengan program tayangan Mr Tukul Jalan-Jalan dan Dunia Lain. Karena kurangnya pemahaman pihak manajemen tentang kebudayaan Bali yang sering dikonotasikan negatif, seperti ‘leak’. “Kalaupun ada masyarakat yang menginginkan kasus ini dibawa ke jalur hukum sah-sah saja, namun alangkah baiknya jika bisa diselesaikan dengan baik-baik secara damai, mudah-mudahan tidak terjadi agar tidak bias ke mana-mana sehingga menyebabkan konflik SARA,” kata Wedakarna.

Menurutnya acara Trans7 ini positif karena mengungkap sejarah dan kebudayaan, namun ia berpesan agar tidak dibelokkan sehingga terjadi salah penafsiran. “Per 25 Februari pihak Trans7 sudah minta maaf kepada masyarakat Bali,” tambahnya. Swasti Puja, perwakilan PHDI mengatakan seharusnya sebelum syuting meminta izin ke berbagai pihak dulu, mentaati aturan-aturan yang berlaku, serta mencari informasi yang benar. “Di Bali, pura adalah tempat suci. Siapapun yg melakukan liputan harus mendapatkan informasi yang jelas agar tidak salah menafsirkan,” ujar Puja. KPID Bali mengaku setelah mendapat aduan, langsung membuat rapat pleno dan menjatuhkan sanksi teguran ke Trans7. Kemudian pihak Trans7 meminta maaf secara resmi ke KPID dan masyarakat Bali.

“KPID butuh partisipasi masyarakat untuk mengawasi juga media penyiaran yang ada di Bali khususnya, sehingga jika ada yang tidak baik bisa dilaporkan ke KPID,” kata Ketua KPID Bali AA Gede Rai Sahadewa. Seluruh komponen masyarakat Bali yang hadir juga turut serta memberikan pandangan dan saran agar ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Dan menyarankan agar setiap media apapun yang melakukan syuting menyangkut kebudayaan dan sebagainya wajib izin dan mencari informasi yang jelas tentang apa yang ingin diliput. Dan juga harus ada pengawasan dari pihak-pihak terkait. Pihak Trans7 diwakili Andi Chairil meminta maaf kepada seluruh masyarakat Hindu di Bali. “Kami lebih fokus ke tata cara syuting sehingga lupa memperhatikan pakaian dan kata-kata spontanitas yang diucapakan selama syuting berlangsung,” ujarnya. Dia meminta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat Bali. “Saya harap ke depannya masih bisa menjalin kerja sama yang erat,” katanya. Andi menambahkan, Tukul juga menyampaikan salam permintaan maaf karena memang tidak ada niat melecehkan. Episode Tukul Jalan-Jalan sudah habis ditayangkan, tetapi masih ada episode ‘Masih di Dunia Lain’. Namun pihak manajemen Trans7 menunda penayangannya. “Kami menunda dulu penayangannya, karena masih dalam proses pengeditan, kalau memang tidak layak untuk ditayangkan maka tidak akan dilanjutkan penayangannya,” tambah Andi.

Kesepakatan damai yang terdiri dari lima poin, ditandatangani Wedakarna mewakili DPD RI dan manajemen Trans7 oleh Andi Chairil. Begitu juga seluruh komponen yang hadir memberikan tanda tangan untuk berita acara.






sumber : nusabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Fakta Terungkap, Diperkirakan 10 Kg Sabu-sabu Senilai Rp 15 Miliar Lolos di Ngurah Rai

Manjet Singh (23) bersama rekannya Harvinder Singh (26) asal India diamankan polisi. Keduanya diamankan saat tinggal di kamar hotel nomor...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen