Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Banyak Investor Salahi Aturan di Benoa, Wakil Bupati Badung Akui

Banyak Investor Salahi Aturan di Benoa, Wakil Bupati Badung Akui

Written By Dre@ming Post on Rabu, 15 April 2015 | 9:00:00 AM

Wabup Badung Made Sudiana saat meninjau keluarga miskin di Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali, beberapa waktu lalu
MANGUPURA - Wakil Bupati Badung, I Made Sudiana, tak menampik banyak proyek atau investor yang menyalahi izin di kawasan Benoa, Badung. Namun demikian ia berjanji menindak tegas para investor yang melakukan pelanggaran.

Menurut Sudiana, penyebab banyaknya proyek yang menyalahi izin karena Badan Pelayanan Izin Terpadu (BPPT) Kabupaten Badung masih dalam masa transisi. Selain itu juga adanya ketidaksabaran investor berinvestasi.

"BPPT ini kan baru ada tahun 2014. Sebelumnya, izin pembangunan diurus dinas terkait. Tentunya ini masih fase transisi. Awalnya banyak permohonan izin yang belum rampung dan sekarang ada permohonan baru lagi. BPPT kewalahan. Kita sadari, banyak keterbatasan di internal BPPT itu sendiri. Baik SDM, sistem, dan teknologinya itu membuat ada pelanggaran-pelanggaran di lapangan," ujar Sudiana saat ditemui di kantornya, Senin (13/4) pukul 16.00 Wita.

Belum lama ini, pemilik kelompok usaha Artha Graha sekaligus investor PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI), Tomy Winata, menanyakan peran pemerintah terhadap proyek-proyek yang menyalahi izin di Teluk Benoa.

TW pun meminta proyek tersebut juga dimoratorium bahkan dibatalkan seperti proyek revitalisasi Teluk Benoa yang digagas PT TWBI. Bahkan bangunan yang sudah berdiri di sana diminta dirobohkan. Hal ini menurutnya sebagai bentuk keadilan kepada sesam investor.

Berdasarkan data TWBI, setidaknya ada 61 bangunan yang menyalahi izin kawasan. Termasuk beberapa hotel megah dan pabrik semen yang membuang limbah di sekitar kawasan mangrove.

Direksi PT TWBI, Hendy Lukman menambahkan, pemerintah harus untuk mengkaji ulang setiap proyek yang berada di kawasan Benoa. Kata dia, kalau ada yang terbukti melanggar baik itu dari segi aspek legalitasnya dan melanggar konservasi alam, pemerintah harus menutup proyek tersebut.

"Kalau tidak, ya kita akan memprotes dan membawanya ke ranah hukum. Investor lain bisa, kenapa kita disalahkan," kata dia lagi.

Menanggapi hal tersebut, Sudiana mengatakan Pemkab Badung sudah melakukan berbagai upaya untuk menindak pelanggaran izin di kawasan Benoa. Ia pun berjanji memberikan tindakan tegas.

"Satpol PP juga tidak diam. Tapi tetap ada saja masyarakat (investor) yang membandel. Pelanggaran itu timbul karena ketergesa-gesaan berinvestasi. Secepatnya kami akan memberikan tindakan tegas," tandas mantan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Badung ini.

Ketika ditanya terkait data PT TWBI soal keberadaan pabrik semen yang membuang limbahnya ke hutan mangrove, Sudiana tampak bingung. Kata dia, dari amatannya selama ini di Badung bahkan Bali, belum ada pabrik semen.

"Pabrik semen? Ada pabrik semen di Bali? Saya belum tahu itu. Belum, belum ada," kata politisi Partai Golkar ini.

Kepada Tribun Bali, Sudiana juga mengatakan tidak mau masuk ke ranah pro dan kontra proyek reklamasi. Hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.

Namun ia berharap pembatalan reklamasi seperti yang diungkapkan PT TWBI ada kejelasan. "Kami di Badung sangat mengharapkan kepastian. Apapun keputusannya, harus ada dasar jelas yang tentunya tidak merugikan masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya, aktivitis anti-reklamasi, Ngurah Kariadi, juga menyatakan pihak PT TWBI harus membuktikan pembatalan proyek reklamasi atau revitalisasi Teluk Benoa dengan mencabut Perpres No.51/2014.

Kariadi juga meminta agar TWBI memberikan data-data proyek yang tak memiliki izin di kawasan Benoa kepada negara. Selanjutnya masyarakat dan LSM akan mengawal proses moratorium proyek-proyek bodong yang dimaksudkan TWBI.

"Kami warga Bali sangat berterima kasih pada Pak TW karena telah mengungkap ada banyak proyek bodong di Nusa Dua. Katanya ada 61 bangunan menyalahi izin. Kalau sudah ada bukti, laporkan ke negara. Nanti kami yang mengawal bila ada hal yang tak berkenan terjadi," tandasnya.





sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen