Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Tak Main Tangkap, KPU Bali Minta KPK

Tak Main Tangkap, KPU Bali Minta KPK

Written By Dre@ming Post on Selasa, 28 April 2015 | 8:28:00 AM

Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi
DENPASAR - KPU Bali penuhi janjinya untuk menghadirkan Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK), terkait pelaksanaan Pilkada yang berintegritas dan bebas korupsi. Namun, dalam pertemuan di Denpasar, Senin (27/4), KPU Bali minta KPK ke depan tidak asal main tangkap, sehingga kepala daerah terpilih merasa aman, penyeleggara Pilkada pun aman.

Pertemuan KPU Bali dan KPK dilaksanakan di Kantor KPU Bali, Jalan Tjokorda Agung Tresna Niti Mandala Denpasar, Senin kemarin. Dalam pertemuan itu, Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi didampingi para Ketua KPU Kabupaten/Kota se-Bali. Sedangkan dari KPK, hadir Ditektur Bidang Pendidikan Pelayanan Masyarakat, Guntur Kusmeiyono, yang didampingi Alfi Waluyo (Spesialisasi Kampanye dan Sosialisasi KPK).

KPU Bali terang-terangan minta KPK ke depan tidak langsung main tangkap, tapi lebih mengedepankan pencegahan ketimbang penindakan (penangkapan). Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi menyebutkan, selama ini KPU Bali dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali sudah tidak lagi bermain di ranah pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan anggaran. Sebab, ranah itu dilaksanakan langsung oleh sekretariat. “Jadi, kami berharap KPK nanti tidak langsung menangkap, tapi lebih bersifat mencegah,” pinta Ketua KPU Bali ini. Raka Sandhi menegaskan, Pilkada 2015 yang akan digelar serentak di 6 daerah di Bali, 9 Desember mendatang, bisa berjalan lancar dengan terpilihnya kepala daerah melalui penyelengaraan pemilihan yang berkualitas. KPK yang berencana usulkan KPU Badung sebagai pilot project pelaksanaan Pilkada yang berintegritas, diharapkan melakukan pendampingan. “Harapan kami, kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada 2015 aman, KPU juga aman dan tidak ada masalah,” tandas komisioner KPU asal Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ini. Sedangkan anggota KPU Bali, I Wayan Jondra, juga menyampaikan harapan senada. Menurut Jondra, Pilkada hampir sama rawannya dengan Pileg. “Pilkada dan Pileg juga rawan permainan suap atau money politics. Kita berharap ada pendampingingan dan pengawasan dari KPK. Tentu tak hanya pendampingan di Badung, namun di sleuruh Bali,” ujar Jondra yang notabene mantan Ketua KPU Badung 2009-2014. Dalam kesempatan yang sama, Ditektur Bidang Pendidikan Pelayanan Masyarakat KPK, Guntur Kusmeiyono, mengatakan penindakan terhadap kasus-kasus pelanggaran hukum berlaku juga untuk Pilkada. Hanya saja, selama ini masih ada kendala regulasi yang tumpang tindih, sehingga membuat KPU dan lembaga di daerah agak susah melaksanakan tugasnya.

“Tapi, upaya penindakan yang kami lakukan jalan terus. Cuma, sekarang kami tidak hadir dalam rangka penindakan ke sini (KPU Bali). Rencana kerja kami adalah penguatan penegakan hukum dan pencegahan,” tandas Guntur. Menurut Guntur, KPK mengedepankan pelaksanaan Pilkada yang berintegritas. Hal ini harus menjadi komitmen KPU semua daerah di Indonesia yang akan melaksanakan Pilkada. ”Kami sudah masuk ke seluruh provinsi di Indonesia. Komitmen berintegritas itu harus dimulai dari pribadi Ketua KPU dulu,” katanya mengingatkan. Sedangkan Spesialisasi Kampanye dan Sosialisasi KPK, Arif Waluyo, berjanji akan mengawal semua KPU Kabupaten/Kota se-Bali untuk pencegahan dan pendampingan. “Mulai hari ini (kemarin) kami akan keliling Bali. Jadi, pendampingan itu bukan hanya untuk KPU Badung saja. Sesuai permintaan KPU Bali, kami siap kawal KPU semua daerah. Jadi, kita harapkan bukan hanya kepala daerah terpilih saja yang berintegritas, tapi penyelenggara Pilkada-nya juga harus berintegritas,” tegas Arif Waluyo. Ada 6 daerah di Bali yang akan melaksanakan Pilkada secara serentak, 9 Desember 2015 mendatang. Perhelatan itu masing-masing Pilkada Badung 2015, Pilkada Tabanan 2015, Pilkada Bangli 2015, Pilkada Karangasem 2015, Pilkada Jembrana 2015, dan Pilkada Denpasar 2015. Sementara itu, Koalisi Bali Mandara (KBM) Merah Putih kemungkinan akan usung kandidat non kader AA Gede Alit Sastrawan sebagai Calon Bupati (Cabup) Bangli ke Pilkada 2015. Tokoh Puri Bangli yang mantan pejabat Eselon II Pemprov Bali ini sudah resmi melamar melamar sebagai Cabup melalui Gerindra. Jika terpilih, nantinya Gerindra akan menyodorkan Alit Sastrawan ke KBM Bali Mandara yang juga dihuni Golkar dan Demokrat sebagai Cabup Bangli. Alit Sastrawan telah mengambil formulir bakal Cabup ke Sekretariat DPC Gerindra Bangli, Sabtu (25/4) lalu. Hingga Senin kemarin, tercatat baru dua kandidat yang ambil formulir di Gerindra. Satu kandidat lagi adalah Ketua DPC Gerindra Bangli, Dewa Agung Gede Adi Oka. Rencananya, Alit Sastrawan dan Adi Oka akan kembalikan formulir ke Gerindra Bangli, Rabu (29/4) besok. Adi Oka menyebutkan, pendaftaran bakal Cabup Bangli di partainya dimaksudkan untuk mencari figur yang nantinya diusulkan ke KBM Medrah Putih. Karena itu, Gerindra memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada tokoh politik, akedemisi, dan tokoh masyarakat untuk mendaftar. “Sesuai persyaratan, Gerindra memang belum bisa mengusung calon sendiri ke Pilkada Bangli 2015. Maka, kami sepakat degan partai lainnya (Golkar dan Demokrat) untuk berkoalisi usung calon ke Pilkada,” jelas Adi Oka di Bangli, Senin kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Senin kemarin, Alit Sastrawan membenarkan dirinya telah ambil formulir bakal Cabup Bangli di Gerindra. Dirinya pilih langsung ambil formulir di Gerindra, tanpa menunggu dibukanya kran pendaftaran di Golkar, karena masih tidak menentunya situasi di internal Beringin. “Kita tidak bisa menunggu situasi di Golkar,” ujar mantan Kepala Inspektorat Provinsi Bali ini. Di sisi lain, Ketua DPC Demokrat Bangli I Komang Carles menyatakan pihaknya sedang melaksanakan survei terhadap 4 kandidat dari kader internal. Empat kader internal yang disurvei Demokrat sebagai kandidat Cabup Bangli masing-masing I Ketut Ridet, I Ketut Redana, Dewa Anom Suta, dan Komang Carles sendiri.

Menurut Komang Carles, prosesnya beda dengan Gerindra. Seleksi kandidat hanya dilakukan di internal Demokrat oleh Tim Pilkada. “Nantinya, hasil survei dan hasil test akan dipadukan. Siapa yang paling bagus di antara 4 kandidat itu, dialah yang bakal dibawa ke KBM Merah Putih,” ujar Komang Carles yang juga Wakil Ketua DPRD Bangli. Selain KBM Merah Putih, parpol yang dipastikan akan usung paket Cabup-Cawabup ke Pilkada Bangli 2015 adalah PDIP. Kemungkinan besar PDIP akan kembali usung paket incumbent Made Gianyar-Sang Nyoman Sedana Arta, yang kini masih menjabat Bupati-Wakil Bupati Bangli 2010-2015. KBM Bali Mandara berkekuatan 12 kursi DPRD Bangli 2014-2019 atau 40,00 persen suara parlemen. Rinciannya, 5 kursi DPRD Bangli (16,67 persen suara parlemen) milik Golkar, 4 kursi (13,33 persen suara parlemen) milik Demokrat, dan 3 kursi (10,00 persen suara parlemen) milik Gerindra. Sedangkan PDIP selaku fraksi terbesar di DPRD Bangli hasil Pileg 2014, memiliki kekuatan 13 kursi atau 43,33 persen suara parlemen. Kekuatan PDIP kemungkinan akan bertambah menjadi 60,00 persen suara parlemen, jika PKPI dan Hanura ikut gabung sesuai koalisi di pusat. Sebab, PKPI punya 3 kursi (10,00 persen suara parlemen), sementara Hanura punya 2 kursi (6,67 persen suara parlemen).








sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen