Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Total Rp 2,3 Miliar, 560 ATM Dibobol Wanita Ini di Bali

Total Rp 2,3 Miliar, 560 ATM Dibobol Wanita Ini di Bali

Written By Dre@ming Post on Rabu, 22 April 2015 | 8:19:00 AM

1. Duplikat alat pembaca kartu ATM (biasa disebut skimmer) diletakkan oleh pelaku di atas alat pembaca kartu yang asli di dekat slot ATM. 2. Skimmer membaca/menyedot data-data pada kartu ATM (asli) saat kartu ATM itu dimasukkan ke dalam slot mesin ATM. Data-data rahasia terkait kartu ATM itu tersimpan di strip magnetik kartu ATM (berupa garis lebar hitam di bagian belakang kartu ATM) 3. Skimmer dilepas dari slot mesin ATM. Untuk membaca/mengunduh data-data yang telah "disedot" skimmer, tinggal sambung alat itu ke laptop, kemudian tampillah data-data ATM yang "disedot" itu. 4. Agar lebih akurat, pelaku juga gunakan kamera pengintai kecil yang diletakkan di sekitar slot ATM guna merekam gerakan jari nasabah saat memasukkan PIN kartu ATM. Gbr Ist
Begini Cara Wanita Bulgaria Pembobol ATM Itu Beraksi

DENPASAR – Perempuan warga negara Bulgaria berusia 46 tahun bernama Iliana Ilieva Tzvetanova (IIT) membobol mesin-mesin ATM di Bali, dan korbannya sekitar 560 orang asing yang semuanya wisatawan di Pulau Dewata.

Menurut Sub Direktorat (Subdit) Cyber Crime pada Direktorat Pidana Khusus (Pidsus) Bareskrim, modus pembobolan ATM oleh IIT berbeda dengan pembobolan uang melalui ATM lewat alat yang disebut skimmer yang sudah terungkap sebelumnya.

"Ini modus baru. Pelaku tidak menggunakan skimmer, tapi memasang alat penyadap menyerupai router, yang dirakit sendiri. Alat ini mampu membaca transaksi kartu ATM milik korban saat bertransaksi di mesin ATM," kata Direktur Pidsus Bareskrim, Brigjen (Pol) Victor Simanjuntak, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/4/2015).

1. Duplikat alat pembaca kartu ATM (biasa disebut skimmer) diletakkan oleh pelaku di atas alat pembaca kartu yang asli di dekat slot ATM.

2. Skimmer membaca/menyedot data-data pada kartu ATM (asli) saat kartu ATM itu dimasukkan ke dalam slot mesin ATM. Data-data rahasia terkait kartu ATM itu tersimpan di strip magnetik kartu ATM (berupa garis lebar hitam di bagian belakang kartu ATM)

3. Skimmer dilepas dari slot mesin ATM. Untuk membaca/mengunduh data-data yang telah "disedot" skimmer, tinggal sambung alat itu ke laptop, kemudian tampillah data-data ATM yang "disedot" itu.

4. Agar lebih akurat, pelaku juga gunakan kamera pengintai kecil yang diletakkan di sekitar slot ATM guna merekam gerakan jari nasabah saat memasukkan PIN kartu ATM.

560 ATM Wisatawan Asing Dibobol Wanita Ini di Bali, Total Rp 2,3 Miliar

JAKARTA – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil mengungkap kasus pembobolan uang melalui ATM dengan modus baru yang terjadi di Bali.

Pelaku adalah perempuan warga negara Bulgaria berusia 46 tahun bernama Iliana Ilieva Tzvetanova (IIT).

Ia menjalankan seluruh aksinya pada mesin-mesin ATM di Bali, dan korbannya sekitar 560 orang asing yang semuanya wisatawan di Pulau Dewata.

Setidaknya ada 560 orang korban IIT, dan total uang yang dibobolnya dari mereka sekitar Rp 2,3 miliar.

“Kami juga menyita berbagai barang bukti dari mereka seperti uang tunai dari berbagai mata uang asing dengan nilai setara Rp 500 juta," sambung Victor.

Menurut Sub Direktorat (Subdit) Cyber Crime pada Direktorat Pidana Khusus (Pidsus) Bareskrim, modus pembobolan ATM oleh IIT berbeda dengan pembobolan uang melalui ATM lewat alat yang disebut skimmer yang sudah terungkap sebelumnya.

"Ini modus baru. Pelaku tidak menggunakan skimmer, tapi memasang alat penyadap menyerupai router, yang dirakit sendiri. Alat ini mampu membaca transaksi kartu ATM milik korban saat bertransaksi di mesin ATM," kata Direktur Pidsus Bareskrim, Brigjen (Pol) Victor Simanjuntak, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/4/2015).

Skimmer adalah sebuah alat pembaca strip magnetik (magnetic stripe) pada kartu ATM. Alat ini biasanya dipasang di mulut ATM.

Dengan begitu, data-data pada setiap kartu ATM yang melewatinya akan terbaca dan lalu data itu di-copy untuk membuat kartu ATM palsu.

Magnetic stripe berupa garis lebar hitam yang berada di bagian belakang kartu ATM. Strip magnetik ini menyimpan data-data rahasia pemilik ATM.

"Berbeda dengan skimmer, router ini tidak dipasang di mulut ATM. Tapi dipasang di belakang mesin ATM. Router ini menyadap data ATM korban, lalu dengan data itu pelaku menggandakan dan membuat ATM baru," tambah Kasubdit Cyber Crime, Kombes (Pol) Rahmad Wibowo.

IIT tidak beraksi sendirian. Polisi masih memburu tiga pelaku lain, yang semuanya juga warga asing.

"IIT kami tangkap di sebuah vila mewah di daerah Seminyak, Bali," jelas Victor.

Saat ditangkap di Seminyak pada 7 Februari 2015 lalu, IIT bersama enam orang warga negara Bulgaria lainnya yang terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan.

Mereka tengah berpesta minuman keras.

Namun, berdasarkan proses pemeriksaan penyidik, dua orang hanya terbukti melanggar aturan keimigrasian dan empat lainnya tidak terbukti terlibat tindak pidana itu.

Yang melanggar aturan keimigrasian diserahkan ke Kantor Imigrasi dan dideportasi.

Penangkapan IIT berawal dari laporan salah-satu bank di Indonesia pada Desember 2014 lalu.

Rekaman CCTV di bilik ATM bank tersebut menunjukkan IIT dan rekan-rekannya tengah membongkar fasilitas di salah satu ATM di sebuah tempat di Bali.

"Kami lalu menurunkan para penyidik untuk keliling Bali, mencari apa yang pelaku kerjakan pada ATM," ujar Victor.

Dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan ada beberapa ATM yang sudah disabotase oleh pelaku.

Sebenarnya, meskipun sudah bisa menggandakan kartu ATM, rekening korban tetap tidak bisa dibobol, karena rekening itu dilindungi dengan PIN yang bersifat rahasia.

Namun, PIN korban juga berhasil didapatkan oleh pelaku.

Ini Alasan Wanita Pembobol ATM Tak Incar Warga Lokal

Pelaku pembobolan duit melalui ATM-ATM di Bali, yakni Iliana Ilieva Tzvetanova (IIT), ternyata bertindak cerdik.

Meski dalam aksinya ia juga mendapatkan data dan PIN ATM milik orang Indonesia, perempuan asal Bulgaria yang sudah dua tahun tinggal di Bali ini tidak membobol rekening orang Indonesia.

"Karena kalau dia membobol rekening orang Indonesia, korban warga Indonesia itu akan segera menyadari dan lalu melapor ke kepolisian, dan pelaku bisa lebih gampang tertangkap. Yang mereka bobol hanyalah ATM orang-orang asing, khususnya Eropa, yang tengah berlibur di Bali. Bank mereka adalah bank-bank di luar negeri yang transaksinya bisa diakses di Indonesia," kata Direktur Pidana Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Brigjen (Pol) Victor Simanjuntak, Senin (20/4/2015).

Kepala Subdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipid Eksus) Polri, Kombes (Pol) Rahmad Wibowo mengatakan, pelaku tidak mengincar rekening warga negara Indonesia karena ia ingin aksinya tidak terendus.

"Rata-rata warga negara asing yang berlibur ke Bali baru akan sadar uang mereka hilang setelah mereka kembali ke negaranya," kata Rahmad.

Selain itu, IIT dan rekannya lebih memilih beraksi di Indonesia (khususnya Bali) karena aksi mereka di Eropa dan Amerika sudah tercium oleh aparat penegak hukum.

Di sanapun, mereka menyasar turis asing.

"Kenapa di Bali, karena di Eropa dan Amerika sudah sangat sulit," kata Rahmad.

Dalam penyergapan IIT dan kawan-kawannya di vila mewahnya Seminyak pada 7 Februari lalu, polisi menyita komputer, magnetic card writer, uang dalam berbagai mata uang asing, antara lain seperti dolar AS, Euro, dan Riyal.





sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen