Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Di Labuan Sait Sopir Tewas Mengenaskan Tertimpa Longsor

Di Labuan Sait Sopir Tewas Mengenaskan Tertimpa Longsor

Written By Dre@ming Post on Rabu, 06 Mei 2015 | 11:27:00 AM

“Kuatnya material yang jatuh itu membuat korban tewas mengenaskan. Kondisinya sudah remuk dan kepala terpisah,” tambah sumber. Korban langsung dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan. Secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Nengah Sudiartha membenarkan peristiwa itu. Kata dia, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP. Tidak hanya itu, pemilik proyek tersebut juga sudah diperiksa untuk dimintai keterangan. “Sejauh ini sudah ada lima saksi yang kami periksa. Baik dari pengawas maupun pemiliknya,” ujarnya, Selasa (5/5) siang. “Pemeriksaan itu masih sebatas pemeriksaan sebagai saksi, karena kami belum menetapkan tersangka. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian saat bekerja nantinya, kita akan menetapkan mereka sebagai tersangka,” ucapnya. Sementara Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr Ida Bagus Putu Alit DMF SpF mengatakan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan saat menerima korban, Senin (4/5) sore. Dari hasil pemeriksaan oleh tim forensik, korban mengalami luka robek dan luka terbuka di sejumlah tubuhnya. Luka yang berakibat fatal adalah pada bagian leher.Gbr Ist
MANGUPURA - Kecelakaan kerja terjadi di proyek Uluwatu Clift Jalan Tanjung Simah, Labuan Sait, Uluwatu, Kuta Selatan, Badung, Senin (4/5), sekitar pukul 13.30 Wita. Seorang buruh bernama Rosi Umbu Huru, 30, yang tinggal di Jalan Karma Kandara, Perum Bayuh Asri, Ungasan, Kuta Selatan, tewas mengenaskan akibat tertimbun material lime stone. Korban yang bekerja sebagai sopir truk ini ditemukan dalam kondisi leher putus dan jari tangan putus. Korban langsung dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bekerja sebagai sopir truk ini awalnya hendak mengangkut material lime stone di lokasi. Korban yang mengemudikan dump truck nopol DK 9356 FD, memarkir truknya untuk diisi lime stone. Korban Rosi Umbu Huru bersama seorang rekan sesama sopir truk, Alex Netonis, 28, beristirahat sejenak di bawah tebing sembari menunggu muatan penuh.

Namun tanpa disangka, tebing tempat korban berteduh tiba-tiba runtuh. Awalnya, menurut sumber, tebing yang sudah dikeruk oleh ekskavator itu runtuh secara perlahan, yakni berupa batu-batuan kecil yang jatuh. Mengetahui hal itu, Alex Netonis langsung menghindar dan menjauh. Tapi, Umbu Huru masih terdiam. Beberapa saat kemudian, tebing mulai roboh dan menjatuhkan batuan besar dan menimpa korban. “Korban langsung tertimbun material longsor. Sehingga tidak bisa menyelamatkan diri,” ujar sumber di kepolisian.

Lanjut sumber, kecelakaan ini langsung dilaporkan ke pihak pengawas proyek. Selanjutnya langsung dilakukan pencarian dengan menggali material longsoran. Alhasil, sekitar pukul 16.15 Wita korban berhasil dievakuasi dalam keadaan tewas mengenaskan dengan kondisi kepala terpisah dari leher dan jemari tangan kanan terputus dan tersisa jempol.

“Kuatnya material yang jatuh itu membuat korban tewas mengenaskan. Kondisinya sudah remuk dan kepala terpisah,” tambah sumber. Korban langsung dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan. Secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Nengah Sudiartha membenarkan peristiwa itu. Kata dia, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP. Tidak hanya itu, pemilik proyek tersebut juga sudah diperiksa untuk dimintai keterangan. “Sejauh ini sudah ada lima saksi yang kami periksa. Baik dari pengawas maupun pemiliknya,” ujarnya, Selasa (5/5) siang. “Pemeriksaan itu masih sebatas pemeriksaan sebagai saksi, karena kami belum menetapkan tersangka. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian saat bekerja nantinya, kita akan menetapkan mereka sebagai tersangka,” ucapnya. Sementara Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr Ida Bagus Putu Alit DMF SpF mengatakan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan saat menerima korban, Senin (4/5) sore. Dari hasil pemeriksaan oleh tim forensik, korban mengalami luka robek dan luka terbuka di sejumlah tubuhnya. Luka yang berakibat fatal adalah pada bagian leher.

“Jenazah mengalami luka robek yang cukup lebar di bagian leher, sampai mengenai tulang merusak organ-organ yang ada pada leher, dan nyaris putus. Luka pada leher tersebut yang berakibat fatal,” jelasnya. Luka terbuka dan memar juga dialami korban dan salah satu tangan korban terputus. “Kami mendapati korban juga mengalami luka terbuka di dahi, luka memar di dada, serta tangan kanannya terputus. Sementara waktu kematian diperkirakan kurang dari delapan jam sebelum diperiksa,” imbuhnya.

Menurut dr Alit, usai pemeriksaan jenazah korban, keluarga sudah datang ke forensik guna mengambil jenazah untuk dipulangkan ke Sumba. “Jenazah sudah diambil keluarga kemarin malam (Senin) untuk dimakamkan di kampung halamannya,” ujarnya.






sumber : nusabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Fakta Terungkap, Diperkirakan 10 Kg Sabu-sabu Senilai Rp 15 Miliar Lolos di Ngurah Rai

Manjet Singh (23) bersama rekannya Harvinder Singh (26) asal India diamankan polisi. Keduanya diamankan saat tinggal di kamar hotel nomor...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen