Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Ternyata Fungsi Anjungan Untuk Upacara Pakelem, Ini Buktinya

Ternyata Fungsi Anjungan Untuk Upacara Pakelem, Ini Buktinya

Written By Dre@ming Post on Kamis, 14 Mei 2015 | 6:16:00 PM

Ketut Marcin (pojok bawah, atas Drs Wayan Subur) :"Anjungan ini walau sederhana dan belum selesai dibangun sudah kita gunakan karena anjungan di pantai melasti ini bukan lagi sarana pelengkap namun merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak. Kami mohon dukungan masyarakat dan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan anjungan ini. Jangan lagi ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi pembangunan ini karena anjungan ini sangat vital bagi kami. Memang sempat ada sedikit masalah tentang anjungan ini namun sekarang masalah itu sudah dapat diatasi dan anjungan ini sudah tidak ada masalah lagi".
Melasti yang sedianya dilakukan jam 11:00 Wita hari Kamis 14 Mei 2015 sesuai jadwal, terpaksa diundur karena Anak Lingsir atau Ide Pedande Agung Putra Kemenuh tidak bisa hadir pada waktu tersebut dengan alasan ada acara ditempat lain.

Warga Giri Dharma sebagai pengampok acara melasti ini sudah hadir dan standby di Pura Pengulapan jam 07:00 Wita, terpaksa dengan rasa kecewa kembali kerumah masing-masing. Dan sesuai dengan pengumuman yang diberikan jero kelihan adat, melasti diundur pada jam 13:00 Wita sehingga warga harus sudah hadir dan berkumpul kembali di Pura Pengulapan jam 11:00 Wita.

Empat jam kemudian tiba sesuai dengan perubahan jadwal yang terbaru ini warga sudah siap dan standby di Pura pengulapan, acara pun berjalan dengan lancar di awali dengan pengideran lelentek atau umbul-umbul di sekitar pura yang berakhir dengan ditempatkan dikendaraan yang sudah disiapkan.

Melasti kali ini bisa dibilang sangat istimewa karena selama ini dilakukan dengan jalan kaki sekarang sudah menggunakan kendaraan. Hal ini disambut baik oleh seruruh warga, bayangkan jarak dari Pura Pengulapan sampai Pantai Melasti itu kira-kira 15 km. Dengan berjalan kaki belum lagi terpanggang
terik matahari ditambah pembawaan abon-abon perlengkapan upakara seperti umbul-umbul, banten, gamelan dan lain-lain. Pastilah membuat lelah yang bukan kepalang. Belum lagi waktu yang dibutuhkan dalam perjalanan sungguh merupakan pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran yang bisa di bilang "sia-sia".

Dengan menggunakan kendaraan seperti saat ini sungguh dapat menghemat dan mengefisiensi waktu. Karena itu warga bersyukur, jika sesuatu bisa dipermudah kenapa harus dipersulit. Tradisi yang sudah lampau yang perlu diperbaharui harus diperbaharui. Mudah-mudahan format seperti ini bisa tetap dijalankan tanpa mengurangi rentetan prosesi secara niskala.

Sekira pukul 13:00 Wita, semua warga dengan segar bugar tanpa lelah telah hadir dan memenuhi Pantai Melasti, setelah menunggu beberapa saat Ida Pedanda Agung Putra Kemenuh tiba, prosesi melis pun dimulai rangkai demi rangkai sampai pada penghujung acara yaitu upakara pekelem.

Upakara pekelem merupakan prosesi penghanyutan sesajen disertai hewan persembahan seperti ayam, itik, kambing, kerbau, sapi dan lain-lain tergantung besar tingkat upakara yang dilaksanakan ketengah laut.

Acara pekelem inilah yang mendasari kenapa dibuat anjungan dipantai melasti. Yang sempat menjadi gonjang ganjing seminggu belakangan ini.

Berikut 3 tokoh di Desa Ungasan yang berstatemen mengenai upakara pekelem dikaitkan dengan Anjungan di Pantai Melasti serta Pura Pengulapan:

Drs. I Wayan Subur ( Ketua panitia atau manggala karya):

"Upakara pakelem merupakan salah satu dari rangkaian upacara yang dimulai tanggal 1 Mei 2015. Selama ini kita melakukan pekelem dengan dibantu tim sar. Tapi dengan adanya anjungan ini sekarang kita bisa melakukan pekelem sendiri. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Ambara (Kabinawa) yang sudah mengerjakan anjungan selama ini dan tetap melanjutkan pembangunan anjungan sampai selesai karena fungsi anjungan ini sangat vital terutama dalam upakara pekelem seperti kambing, sapi, dan lain-lain. Namun untuk saat ini memang upakara pakelem ini kecil namun kami tetap menggunakanya untuk menghayut sesajen. Upakara kali ini dibiayai oleh masyarakat dan anjungan ini untuk pertama kali digunakan. Disamping untuk upakara pakelem anjungan ini juga digunakan untuk Nunas tirta kepada dewa baruna yang berfungsi agar masyarakat makmur dan sejahtera. Itulah sebabnya Pura Pengulapan didirikan karena pura ini merupakan pura subak yang berfungsi untuk memberi kesejahteraan para subak dijaman dulu dan kesejahteraah warga di jaman sekarang"
 
Drs. I Ketut Marcin (Bendesa Ungasan):
 
"Anjungan ini walau sederhana dan belum selesai dibangun sudah kita gunakan karena anjungan di pantai melasti ini bukan lagi sarana pelengkap namun merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak. Kami mohon dukungan masyarakat dan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan anjungan ini. Jangan lagi ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi pembangunan ini karena anjungan ini sangat vital bagi kami. Memang sempat ada sedikit masalah tentang anjungan ini namun sekarang masalah itu sudah dapat diatasi dan anjungan ini sudah tidak ada masalah lagi".

Mengenai pura Pengulapan dulu pura pengulapan hanya berupa turus lumbung dan masih sangat sederhana karenanya pura ini dipugar dan dibangun kembali dengan dana swadaya. Pura ini di empon oleh 15 banjar sedesa adat ungasan dan kira-kira terdiri dari 2005 KK.

I Wayan Diesel Astawa (DPRD TK I Bali):

"Anjungan digunakan untuk pekelem saat ada upacara diwarga, paibon, desa adat. Saya punya pengalaman saat paibon saya melakukan upakara pekelem, saya menyewa boat saat boat yang membawa banten dan hewan persembahan sampai di tengah laut tiba-tiba boat itu menyerempet karang, untung saja waktu itu tim SAR dengan cekatan menolong kami sehingga hal-hal yang tidak diinginkan sampai terjadi. Nah begitulah pentingnya kenapa anjungan ini harus dibangun karena tanpa adanya anjungan ini prosesi pekelem untuk warga, paibon dan desa adat akan terhambat. Memang pembangunan anjungan ini tidaklah murah sampai saat ini dana yang dihabiskan mencapai 8 M itu didanai oleh pak ambara. Kalau anjungan ini perlu ijin kami siap untuk mengurusnya dan kami mohon, bupati, gubernur, pemerintah, dinas kelautan dan perikanan, dan pihak terkait lainnya bisa membantu karena anjungan ini sangat vital penggunaannya,  kedepannya bisa jadi anjungan dan pantai melasti tentunya bisa membantu masyarakat dalam membangun ekonomi kerakyatan, kegiatan pariwisata dan lain sebagainya yang membuat masyarakat makmur dan sejahtera karena bisa memajukan pariwisata desa ungasan disamping untuk upakara pakelem pastinya"

Ya kita berharap semoga apa yang menjadi tujuan yang baik akan selalu berujung baik, ungasan maju masyarakat jaya bali sejahtera. Sekira pukul 15:00 Wita seluruh prosesi selesai dan masyarakat kembali pulang kerumah masing-masing.





Mr. Brain Revolution
Ungasan.com
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    3 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

MUDP Tak Larang Kremasi Hanya Harus Lapor Bendesa

"Tapi kami juga tidak melarang krama melakukan kremasi, sepanjang itu bisa dilakukan di desa pakraman yang nantinya sama-sama menjag...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen