Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Ini Kiat Mirah dan Dayu Jadi Juara UN SMP 2015 di Bali

Ini Kiat Mirah dan Dayu Jadi Juara UN SMP 2015 di Bali

Written By Dre@ming Post on Rabu, 10 Juni 2015 | 10:57:00 AM

Dua sahabat yang tampil sebagai peraih nilai UN Tingkat SMP/MTS 2015 tertinggi se Bali.
DENPASAR - Ni Made Ayu Mirah Suryani dan Ida Ayu Agung Misellya Cempaka adalah siswa SMPN 7 Denpasar yang mendapatkan penghargaan tertinggi yakni sebagai pemegang nilai tertinggi 394.00 pada UN SMP/MTs Provinsi Bali Tahun Pelajaran 2014/2015.

Mirah dan Dayu selalu melemparkan senyum saat berbincang-bincang di sekolahnya, Selasa (9/6/2015). Kedua dara ini tampak akrab.

“Kami memang sering bersenda gurau kalau di kelas, bahkan sering saling mengejek, tapi untuk kesenangan dan mainan saja,” ujar Dayu sambil tertawa.

Menurut Dayu Cempaka, dirinya tak menyangka mendapat peringkat satu, karena selain dia, masih banyak teman-temannya yang pintar.

Dia akui, dirinya sudah mempersiapkan UN dengan matang.

Satu minggu sebelum ujian, dia memforsir waktu untuk belajar hingga pukul 24.00 Wita, hingga dia sempat jatuh sakit.

“Ya menurut saya kalau belajar ujiannya jangan pas ujiannya, bisa-bisa ganggu kesehatan. Minimal H-7 saya sudah belajar. Tapi sayangnya saya sakit karena belajar hingga larut malam,” ujarnya.

Tak hanya itu, setiap menjelang ujian, dia menyempatkan diri bersembahyang kesejumlah pura bersama keluarga.

Satu di antaranya ke Pura Candi Darmada. Doa yang dipanjatkan pun semakin panjang, tidak hanya mantra biasa, tapi berlanjut mantra untuk ketenangan diri dalam mengerjakan soal ujian.

“Mantranya bertambah panjang waktu jelang ujian. Ditambah mantra untuk diri sendiri memohon agar bisa mengerjakan dengan baik,” ujar gadis yang memperoleh nilai sempurna pada mata pelajaran IPA dan Matematika ini.

Sementara Mirah malah berpendapat lain, dia belajar saat ujian hingga tengah malam.

Karena takut ketika ujian semua yang ia pelajari terlupakan.

Malah ketika ujian, ia harus bangun pukul 05.00 Wita untuk kembali mengulang mata pelajaran.

“Untungnya saya tidak jatuh sakit waktu itu dan semuanya berjalan lancar. Saya sungguh tidak menyangka kalau jadi juaranya. Kawan-kawan saya lebih banyak yang pintar. Rangking di kelas pun saya urutan ke-25 dari 48 siswa di kelas,” ujar anak pasangan I Made Dharma Santosa dan Ni Ketut Sri.

Selain menjadi sepasang juara, dia dan Dayu juga memiliki nomor urut di kelas yang berdekatan, yakni nomor urut 32, dan Dayu nomor 33.

Makanya, saat ujian dirinya berdua duduk bersebelahan, tapi tidak dapat bekerja sama karena paket soalnya berbeda.

“Kita dibilang deket sih deket, les bareng, nomor urut deket, nama di album kenangan bersisian, juaranya juga barengan. Kebetulan kali yah,” ujar gadis penggemar mata pelajaran Matematika ini.

Kepala Sekolah Titik Wahyani mengaku senang sekaligus terkejut anak didiknya mendapatkan peringkat tertinggi secara individu. Dia akan terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMPN 7 Denpasar, sebab saat ini sekolahnya hanya mampu bertengger di rangking 10 di bawah beberapa sekolah yang dulu peringkatnya sering berada dibawah sekolah SMPN 7 Denpasar.

“Saya harus kejar kekurangan nanti, untuk kedua anak saya yang dapat juara, nanti akan saya kasih reward dari saya pribadi, karena telah mengharumkan nama sekolah,” ujarnya.







sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Fakta Terungkap, Diperkirakan 10 Kg Sabu-sabu Senilai Rp 15 Miliar Lolos di Ngurah Rai

Manjet Singh (23) bersama rekannya Harvinder Singh (26) asal India diamankan polisi. Keduanya diamankan saat tinggal di kamar hotel nomor...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen