Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Pilkada 2015, Tidak Muncul Visi Misi Calon yang Monumental

Pilkada 2015, Tidak Muncul Visi Misi Calon yang Monumental

Written By Dre@ming Post on Selasa, 09 Juni 2015 | 7:04:00 AM

Penilaian itu diungkapkan salah satu dari 11 akademisi yang dilibatkan KBM MP untuk menguji kandidat, Prof Dr I Nengah Dasi Astawa, di sela-sela fit and proper test di Inna The Grand Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar Selatan, Senin kemarin. Dasi Astawa mengatakan, konteks visi-misi kandidat masih menyampaikan isu lama yang cenderung sudah basi. “Belum ada isu-isu taktis dan strategis disampaikan kandidat. Lebih mengarah kepada hal normatif yang biasa di pemerintahan selama ini. Kurang inovatif,” jelas Dasi Astawa.
DENPASAR - Fit and proper test kandidat calon kepala daerah yang digelar Koalisi Bali Mandara Merah Putih (KBM MP) untuk Pilkada 2015, telah berakhir Senin (8/6). Dari puluhan kandidat yang diuji untuk Pilkada Badung 2015, Pilkada Tabanan 2015, Pilkada Denpasar 2015, Pilkada bangli 2015, Pilkada Karangasem 2015, dan Pilkada Jembrana 2015 itu, tidak ada satu pun yang visi-misinya dianggap monumental.

Penilaian itu diungkapkan salah satu dari 11 akademisi yang dilibatkan KBM MP untuk menguji kandidat, Prof Dr I Nengah Dasi Astawa, di sela-sela fit and proper test di Inna The Grand Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar Selatan, Senin kemarin. Dasi Astawa mengatakan, konteks visi-misi kandidat masih menyampaikan isu lama yang cenderung sudah basi. “Belum ada isu-isu taktis dan strategis disampaikan kandidat. Lebih mengarah kepada hal normatif yang biasa di pemerintahan selama ini. Kurang inovatif,” jelas Dasi Astawa.

Menurut dia, sebenarnya ada beberapa pemikiran yang inovatif bisa dimunculkan kandidat. Misalnya, kandidat mengusung peningkatan kualitas SDM. Kalau hanya meningkatkan kesejahteraan, peningkatan PAD, itu dianggap bahasa klise yang normatif. “Padahal, SDM itu penting dan monumental. SDM itu sangat mendukung kemajuan daerah dalam menghadapi persaingan bebas. Singapura itu tidak punya apa-apa, tapi maju karena SDM-nya,” tandasnya. Sedangkan penguji lainnya, Prof Dr Ir Ni Luh Kartini, mengatakan visi misi kandidat masih terbawa pola lama, umum-umum saja. Tidak ada yang menyentuh hal spesifik. “Mungkin mereka (kandidat) masih berpikir karena belum tentu akan jadi calon, sehingga yang yang disampaikan dari yang kami gali semuanya masih datar-datar saja,” jelas pakar lingkungan dan pertanian organik ini.

Namun demikian, kata Prof Kartini, yang paling diharapkan dari para kandidat ini adalah prakteknya ketika nanti sudah jadi kepala daerah terpilih. “Artinya, bukan hanya berteori saja, namun implementasinya juga harus jelas. Kita berharap siapa pun terpilih dan tidak terpilih, supaya implentasikan visi-misinya. Kan kebanyakan di prakteknya yang tidak maksimal, meski teorinya hebat,” kata akademisi dari Unud ini. Menurut Kartini, tidak ada visi misi yang mendalam dan luar biasa dari yang diuji kemarin. Belum ada pula prioritas penting yang disodorkan kandidat. Di bidang lingkungan, yang banyak disodorkan masalah sampah, galian c, pengambilan batu di pinggir laut. Tidak ada yang sodorkan, misalnya, bagaimana menciptakan lingkungan dan daerah yang berbasis organik, menjadi Bali Pulau Organik, Badung Kawasan Organik. Sedangkan Dr I Nyoman Subanda mengatakan dari visi-misi para kandidat yang tampil semuanya bagus di tataran visi-misi. Tapi, ada hal-hal mendasar yang belum disentuh. “Misalnya, tantangan global ke depan yang akan dihadapi 6 daerah yang melaksanakan Pilkada 2015. Bali tidak bisa hanya andalkan pariwisata. Lalu, bagaimana daerah menghadapi tantangan global ketika pariwisata tridak ada? Nah, itu belum dijabarkan dan diungkap di sini,” ujar Doktor Ilmu Hukum asal Undiknas Denpasar ini.

Subanda juga mengkritik kandidat yang belum menampilkan data dan fakta yang ada. “Kalau objektif, sesi penampilan kandidat dari Bangli sudah bagus dengan tampilan data. Lebih faktual dan akurat memang kalau ada data yang disodorkan,” tandas Subanda. Dalam uji kandidat di hari terakhir, Senin kemarin, yang presentasikan misi misi adalah para kandidat untuk Pilkada Denpasar dan Pilkada Bangli. Untuk sesi Pilkada Denpasar 2015, empat kanmdidat yang tampil masing-masing I Ketut Suwandhi (Golkar), AA Ayu Rai Sunasri (Golkar), I Wayan Mariyana Wandira (Golkar), dan AA Susruta Ngurah Putra (Demokrat). Sementara dari Bangli, yang I Wayan Gunawan (Golkar), AA Alit Sastrawan (kandidat indepenen yang melamar lewat Gerindra), I Komang Carles (Demokrat), dan I Ketut Ridet (Demokrat).

Sebaliknya, IB Brahmaputra yang direncanakan hadir, tidak jadi tampil, meskipun telah setor visi-misi sehari sebelumnya. Menurut Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, IB Brahmaputra mendadak menelepon tidak bisa datang karena ada halangan. ”Beliau menelepon saya, tidak bisa datang karena sedang ada upacara adat,” jelas Mudarta.











sumber : nusabali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Tanpa Urunan, PDIP Gotong Royong Menangkan KBS-Ace

DENPASAR - Kader PDIP gotong-royong dalam memenangkan KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati), pasangan Cagub-Cawagub ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen