Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Penderita HIV/AIDS di Bali Didominasi Laki-laki

Penderita HIV/AIDS di Bali Didominasi Laki-laki

Written By Dre@ming Post on Senin, 20 Juli 2015 | 9:24:00 AM

Peningkatan jumlah layanan ternyata berbanding lurus dengan temuan kasus penderita HIV/AIDS di Bali. Hati-hati penularan HIV/AIDS!!. Gbr cewek Ist
DENPASAR - Hingga bulan Mei 2015 setidaknya telah tercatat 996 total kasus penderita HIV-AIDS di Bali.

Ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Dilihat dari segi usia, data tersebut menunjukan penderita HIV/AIDS terbanyak hingga saat ini yakni berkisar diantara usia 20- 29 tahun dengan persentase 38,1 %.

Selanjutnya usia 30-39 tahun (35,8%) , usia 40- 49 (14,2 %) dan sisanya usia di bawah 1- 19 tahun dan 50 -60 tahun keatas.

Jika dilihat dari jenis kelamin, penderita HIV/AIDS tersebut masih didominasi oleh kaum laki-laki dengan jumlah penderita sebanyak 576 orang.

Sisanya diderita oleh perempuan sebanyak 420 orang.

Peningkatan jumlah layanan ternyata berbanding lurus dengan temuan kasus penderita HIV/AIDS di Bali.

Di tahun 2013 Dinas Kesehatan menemukan rata-rata 120 -150 kasus baru penderita HIV/AIDS perbulannya.

Di tahun 2014 rata-rata ditemukan 150 -180 kasus baru dan di tahun 2015 hingga bulan Mei ditemukan rata-rata 180 -200 kasus baru penderita HIV/AIDS tiap bulannya.

Sementara itu, Secara komulatif dari tahun 1987 hingga 2015, angka tertinggi penderita HIV/AIDS khususnya di Bali tersebar di 3 wilayah, yaitu kota Denpasar, Badung, dan Buleleng.

"Tiga kabupaten ini masih kami soroti, namun bukan berarti di kabupaten lain tidak ada," terang Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Gede Wira Sunetra beberapa waktu yang lalu.

Data komulatif dari tahun 1987 hingga Mei 2015 tersebut, diketahui penderita HIV/AIDS di Denpasar sebanyak 4643 orang atau sebanyak 39 % dari penderita HIV/AIDS yang terdata di wilayah Bali, Buleleng sebanyak 2107, orang atau (17,7%) dan Badung sebanyak 1830 orang atau (15,4%).

"Data tersebut merupakan komulatif dari tahun 1987 hingga 2015. Untuk penderita HIV/AIDS kita tidak ambil tiap tahun seperti halnya DB, tapi kita komulatifkan karena penderita HIV/AIDS tersebut tidak dapat sembuh. Jadi yang kita hitung adalah kasus baru, ditambah dengan temuan kasus-kasus sebelumnya. Dan di Bali, tetap tiga daerah itu angkanya paling tinggi," terang dr.Wira







sumber : Tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen