Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Suiasa Maju Bukan Dari Golkar Tapi Pribadi, Terancam Sanksi

Suiasa Maju Bukan Dari Golkar Tapi Pribadi, Terancam Sanksi

Written By Dre@ming Post on Rabu, 22 Juli 2015 | 9:53:00 AM

Suiasa
DENPASAR - Inilah mimpi buruk yang menghantui Ketua DPD II Golkar Badung, Ketut Suiasa, menyusul aksi pembelotannya di Pilkada 2015 dengan menjadi Calon Wakil Bupati (Cawabup) Badung yang diusung PDIP. Politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Badung 2014-2019 ini terancam sanksi oleh induk partainya.

Ketut Suiasa sebetulnya ikut berproses dalam pencalonan untuk Pilkada Badung 2015 melalui Koalisi Bali Mandara (dimotori Golkar-Demokrat-Gerindra). Politisi Golkar asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini berproses di KBM bersama sederet kader Beriungin lainnya, seperti Made Sudiana dan Wayan Muntra. Belakangan, KBM disebut-sebut mengarahkan rekomendasi Calon Bupati (Cabup) Badung untuk Made Sudiana, sementara posisi Cawabup diperebutkan kader Demokrat seperti IB Gede Gerana Putra dan Nyoman Sutrisno. Ketut Suiasa pun lompat pagar ke PDIP dengan diusung sebagai Cawabup Badung. Suiasa menjadi tandem bagi Nyoman Giri Prasta, Ketua DPC PDIP sekaligus Ketua DPRD Badung yang diusung PDIP sebagai Cabup Badung ke Pilkada 2015. Rekomendasi pasangan Giri Prasta-Suiasa dari DPP PDIP telah diserahkan secara resmi dalam Rakercabsus di Kantor Sekretariat DPD PDIP Bali, Jalan Tjok Agung Tresna Niti Mandala Denpasar, Selasa (21/7). Selaku kandidat, Suiasa juga hadir dalam serah terima rekomendasi di Sekretariat DPD PDIP Bali kemarin. Hal ini memantik reaksi dari kubu Golkar. Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Bali, I Wayan Muntra, menegaskan Suiasa pasti akanh dijatuhi sanksi oleh induk partai setelah resmi ditetapkan sebagai Cawabup Badung yang diusung PDIP. Masalahnya, Suiasa justru membelot manakala Golkar belum memutuskan rekomendasi paket calon untuk Pilkada Badung 2015.

“Kalau nanti paket ini (Giri Prasta-Suiasa) benar-benar ditetapkan KPU, sementara Golkar belum ada keputusan mengusung calon, bisa saja ada sanksi terhadap Suiasa. Tapi, sanksi itu keputusan DPP Golkar, bukan DPD I Golkar Bali. Lagian, dia itu ke PDIP kan atas nama pribadi,” tandas Muntra, Selasa kemarin. Muntra menekankan, majunya Suiasa sebagai tandem Giri Prasta ke Pilkada Badung 2015 dengan kendaraan PDIP, bukanlah atas nama Partai Golkar. Manuver Suiasa ini bukan representasi Koalisi Merah-Kuning (PDIP-Golkar) di Badung. Tapi, ini keinginan sendiri dan atas nama pribadi Suiasa. Lagipula, kata Muntra, Suiasa tidak pernah mendapatkan izin dan tak pernah menyampaikan akan berpaket dengan Giri Prasta dari PDIP. “Partai tidak tahu dan memang partai belum mengeluarkan keputusan mengusung siapa ke Pilkada Badung 2015,” ujar politisi Golkar asal Banjar Sawangan, Desa Peminge, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini. Muntra juga menegaskan manuver Suiasa tidak membuat panik Golkar hadapi Pilkada Badung 2015. “Tidak akan ada ancaman pengembosan di Pilkada Badung 2015. Kami di Badung yakin Golkar akan berjalan solid, walaupun Suiasa loncat ke partai lain. Di internal Golkar, dalam satu-dua hari ini kita siapkan paket calon ke Pilkada.” Dikonfirmasi secara terpisah, Selasa kemarin, Suiasa menyatakan tidak gentar ancaman sanksi organisasi dari Golkar. Mantan Kepala Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini menegaskan DPP Golkar sampai sekarang tidak memberikan kepastian siapa yang diusung ke Pilkada Badung 2015. “DPP-nya masih dualisme. Saya ini tetap orang Golkar, tidak pindah partai kok. Kalau DPP Golkar dua kubu mengusung calon bersama, mungkin tak ada masalah. Tapi, kalau tidak sepakat karena dualisme kepengurusan, ya kasihan partai tidak memiliki calon di Pilkada,” dalih Suiasa.

Soal dirinya pernah berproses di Koalisi Bali mandara (KBM), menurut Suiasa, sampai sekarang tidak ada tindaklanjut. Bahkan, cenderung semakin liar, karena pembentukan KBM di tingkat Provinsi Bali tidak terimplementasi komunikasinya di Badung. “Ada KBM di provinsi, tapi di Badung, Demokrat malah komunikasi dengan PDIP, Gerindra juga merapat ke PDIP. Terang-terangan itu, sebagaimana diberitakan media, Ketua DPC Gerindra dan Ketua DPC Demokrat merapat ke PDIP. KBM tidak serius membangun komunikasi politik,” ujar Suiasa. Menurut Suiasa, politik itu komunikasi. Politik itu harus cair. “PDIP memang cair komunikasinya. Atas dasar itu, saya sampaikan kepada kader dan Pimpinan Golkar dari tingkat kecamatan sampai tingkat desa bahwa kita harus bangun komunikasi politik. Kader pun sepakat,” katanya. Di sisi lain, Wakil Ketua KBM yang juga Ketua DPD Demokreat Bali, I Made Mudarta, membantah kalau KBM disebut tidak ada komunikasi politik dengan Suiasa. “Kalau tidak ada komunikasi kan tidak mungkin Pak Suiasa berproses dengan uji kelayakan di KBM. Soal Pak Suiasa, itu keputusan Partai Golkar saja,” ujar Mudarta. Sedangkan di lingkaran Golkar menyebut pembelotan Suiasa ke PDIP justru intrik politik kaki dua yang dimainkan partainya. menurut dia, Golkar tetap diuntungkan dengan memasang dua kader di dua kubu berbeda: Suiasa ke PDIP, Made Sudiana ke KBM. “Ini jurus klasik Golkar. Kayak Pilpres, Golkar juga memainkan jurus sama. Pokoknya, di mana-mana diuntungkan,” ujar politisi Golkar ini.

Namun, lanjut dia, intrik politik standar ganda yang dimainkan Golkar gagal total di Pilkada Karangasem 2015. Awalnya, Komang Kisid yang adik kandung Ketua DPD II Golkar Karangasem, Wayan Geredeg, dikirim ke PDIP untuk menjadi tandem Wayan Sudirta. Namun, kader-kader PDIP menolak kehadiran Komang Kisid dengan berbagai pertimbangan. Akhirnya, Sudirta dipaketkan dengan Srikandi PDIP Ni Made Sumiati. Paket Sudirta-Sumiati inilah yang akan menjadi lawan Golkar bersama KBM di Pilkada Karangasem 2015. Sedangkan Komang Kisid sendiri isunya disodorkan menjadi paket pendampingi Made Sukerana sebagai Cabup-Cawabup Karangasem dari KBM. Sementara itu, pemandangan mengejutkan terjadi dalam Rakercabsus PDIP yang sekaligus penyerahan rekomendasi paket calon untuk Pilkada 2015 enam daerah di Kantor Sekretariat DPD PDIP Bali, Selasa kemarin. Kandidat independen yang terpental dari pencalonan di PDIP, Wayan Adi Arnawa, ikut hadir dalam acara tersebut.

Adi Arnawa yang kini Kadispenda Badung datang lantaran diundang untuk hadiri Rakercabsus PDIP, meskipun disingkirkan Giri Prasta dalam perebutan rekomendasi Cabup Badung dari DPP PDIP. Adi Arnawa berusaha menyembunyikan sikap kecewanya. Mantan Camat Kuta Utara ini pun beberapa kali mendapatkan aplaus ketika namanya disebut Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster. Dalam acara kemarin, Wayan Koster mengatakan Adi Arnawa adalah tokoh yang punya jiwa besar. Koster juga mengingatkan Adi Arnawa bahwa setelah tidak dapat rekomendasi, partai akan ada komunikasi lagi dengannya. “Saya dengar Pak Adi Arnawa mau dilamar partai lain (KBM untuk Pilkada Badung 2015). Jangan mau. Sebab kami di PDIP tetap ada komitmen dengan Bapak. Urusan lain-lain, bapak berurusan dengan kita. Bapak kami harap tetap di barisan kami,” pinta Koster. Kasak-kusuk yang beredar di Rakercabsus PDIP kemarin, Adi Arnawa diimingi akan dapat jabatan sebagai Sekda Badung nanti kalau pasangan Giri Prasta-Suiasa memenangkan tarung Pilkada 2015. Karena itu, PDIP gandeng Adi Arnawa untuk diajak ikut menangkan Giri Prasta-Suiasa.









sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen