Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Cari Driver Selain Hindu, Taman Air Spa Dihujat

Cari Driver Selain Hindu, Taman Air Spa Dihujat

Written By Dre@ming Post on Jumat, 28 Agustus 2015 | 7:17:00 AM

Cakrawayu Badung dan Bali menggelar audiensi ke Perusahaan Taman Air Spa di Jalan Sunset Road, Kuta, Bali, Kamis (27/8/2015) siang. Audiensi ini dalam rangka meminta keterangam atas postingan berbau SARA di media sosial
DENPASAR - Sebuah perusahaan yang tidak sengaja mengunggah informasi lowongan kerja melalui media sosial kembali dikecam oleh masyarakat Bali di media sosial.

Berbagai komentar dilontarkan kepada perusahaan yang saat ini membutuhkan karyawan (diutamakan selain Hindu).

Adalah Taman Air Spa, sebuah perusahaan swasta di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Bali yang saat ini sedang mencari karyawan driver untuk perusahaannya.

Begitu postingan tersebut termuat di media sosial, ratusan bahkan ribuan pengguna facebook, khususnya yang bergama Hindu ramai-ramai mengomentari dan men-share postingan itu.

Postingan yang membuat masyarakat Hindu di Bali geram karena dalam salah satu syarat yang tertulis dalam info lowongan itu dinilai berbau SARA.

Benar saja, secara blak-blakan informasi lowongan itu menuliskan bahwa mencari karyawan dan diutamakan selain Hindu.

Hampir di semua grup di media sosial di Bali terlihat ramai membicarakan postingan itu.

Pasalnya, sebelumnya sejumlah perusahaan khususnya swasta juga ada yang memposting hal serupa.

Namun, waktu itu pihak perusahaan sudah meminta maaf kepada khalayak atas ketidaksengajaan itu.

Kali ini, barangkali masyarakat Bali semakin marah akibat munculnya postingan yang hampir sama.

Human Resources Developmen (HRD) Taman Air Spa, Gus Suranata alias Gusur meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat khususnya di Bali atas kekeliruannya.

Dia benar-benar mengaku tidak bermaksud untuk menimbulkan keresahan di kalangan umat Hindu.

"Kami mohon maaf atas postingan tersebut. Sama sekali kami tidak berniat demikian. Itu hanya keleliruan saja. Kami segera akan melakukan permohonan maaf melalui media media lokal," ujar Gusur saat dimintai keterangan, Kamis (27/8/2015).

Dia juga mengatakan, soal postingan tersebut ternyata tidak sengaja di upload ke media sosial, melainkan ada orang yang memfoto di dinding dan kemudian di upload ke facebook.

"Manajer kami Hindu, karyawan kami juga 90 persen Hindu. Kami benar-benar minta maaf. Itu bukan kami yang upload di fb. Kami hanya menempelnya di dinding saja sebetulnya," jelas Gusur.

Sementara itu, Organisasi Masyarakat (Ormas) Cakrawayu siang langsung merespon melalui audiensi ke lokasi perusahaan tersebut.

Bersama dengan Yayasa Hindu Nusantara, sejumlah anggota dan pengurus Cakrawayu Bali dan Badung disambut baik oleh orang perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, Cakrawayu menuntut sejumlah hal, di antaranya yakni membuat surat pernyataan permohonan maaf ke seluruh media cetak di Bali.

Menghentikan sikap diskriminasi dalam hal perekrutan tenaga kerja, meminta DPRD tingkat satu provinsi Bali agar membentuk sebuah tim untuk melakukan survei ke perusahaan-perusahaan besar di Bali tentang prosentase pegawai di perusahaan tersebut.

Membuat aturan minimal perbandingan 70/30 pegawai lokal dan non lokal, dan meminta semua pihak menghargai masyarakat lokal Bali dalam segala hal dan bidang di bawah NKRI.

Permintaan Cakrawayu pun disanggupi oleh pihak perusahaan.

"Jadi ini sudah yang kedua kalinya. Bahkan waktunya sangat berdekatan. Imbauan kami ke DPRD sudah kami layangkan sebelumnya, sekarang kami tekankan kembali," ujar Nyoman Suharta, Humas Cakrawayu.

Setelah berdiskusi dan melakulan kesepakatan dengan pihak perusahaan, akhirnya perusahaan tersebut ditutup untuk sementara waktu agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tadi kami juga disambut oleh kepala lingkungan dan LPM di sana. Tadi diputuskan untuk ditutup sementara waktu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Suharta.





sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen