Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Di Tegal Wangi Jimbaran, Pre-Wed Wisman China Tewas Tenggelam

Di Tegal Wangi Jimbaran, Pre-Wed Wisman China Tewas Tenggelam

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 29 Agustus 2015 | 8:22:00 AM

Diketahui pasangan calon pengantin asal China ini tiba di Bali pada Senin (24/8) pagi. Sebagai wisatawan yang hendak melakukan sesi pemotretan menjelang pernikahannya, mereka memilih menginap di Hotel Jimbaran Lestari, Kuta, dengan alasan agar dekat dengan lokasi pemotretan di seputaran Jimbaran dan Uluwatu. Sekitar pukul 13.00 Wita, calon pengantin ini memulai aktivitas sesi pemotretan mereka dengan jasa fotografer yang sama-sama berkewarganegaraan China dengan kru berjumlah tiga orang. Tempat yang dipilih dalam pemotretan tahap pertama itu adalah Pantai Tegal Wangi, Jimbaran, Kuta Selatan. “Mereka tiba di sana (Pantai Tegal Wangi) dan melakukan persiapan itu sekitar 14.15 Wita. Dan 15 menit kemudian mereka memulai sesi pemotretan lengkap dengan pakaian pengantin,” kata sumber di kepolisian, Jumat (28/8) siang. Belum sampai 5 menit melakukan pemotretan dengan view laut dan calon pengantin ini berdiri di atas batu karang, tiba-tiba gelombang setinggi 1,5 meter menghempas keduanya hingga terjatuh. Arus gelombang balik yang deras ini menarik keduanya dan terbawa ke tengah laut. Fotografer dan dua orang krunya yang melihat keduanya terhempas arus mencoba untuk menyelamatkan mereka. Namun sayang, usaha mereka sia-sia. Gbr Ist
DENPASAR - Pasangan calon pengantin asal China, Lun Lin, 38, dan Li Dan, 26, terseret gelombang laut saat melakukan sesi pemotretan pre-wedding di Pantai Tegal Wangi, Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Senin (24/8) sekitar pukul 14.30 Wita. Naasnya, setelah terseret gelombang tinggi itu, calon pengantin wanita ditemukan tak bernyawa lantaran kepalanya terbentur terumbu karang saat terombang-ambing. Sementara, calon mempelai pria selamat dan ‘hanya’ menderita cedera kepala ringan.

Informasi yang dihimpun, diketahui pasangan calon pengantin asal China ini tiba di Bali pada Senin (24/8) pagi. Sebagai wisatawan yang hendak melakukan sesi pemotretan menjelang pernikahannya, mereka memilih menginap di Hotel Jimbaran Lestari, Kuta, dengan alasan agar dekat dengan lokasi pemotretan di seputaran Jimbaran dan Uluwatu. Sekitar pukul 13.00 Wita, calon pengantin ini memulai aktivitas sesi pemotretan mereka dengan jasa fotografer yang sama-sama berkewarganegaraan China dengan kru berjumlah tiga orang. Tempat yang dipilih dalam pemotretan tahap pertama itu adalah Pantai Tegal Wangi, Jimbaran, Kuta Selatan. “Mereka tiba di sana (Pantai Tegal Wangi) dan melakukan persiapan itu sekitar 14.15 Wita. Dan 15 menit kemudian mereka memulai sesi pemotretan lengkap dengan pakaian pengantin,” kata sumber di kepolisian, Jumat (28/8) siang. Belum sampai 5 menit melakukan pemotretan dengan view laut dan calon pengantin ini berdiri di atas batu karang, tiba-tiba gelombang setinggi 1,5 meter menghempas keduanya hingga terjatuh. Arus gelombang balik yang deras ini menarik keduanya dan terbawa ke tengah laut. Fotografer dan dua orang krunya yang melihat keduanya terhempas arus mencoba untuk menyelamatkan mereka. Namun sayang, usaha mereka sia-sia.

“Korban calon pengantin pria terseret ke tepi pantai lagi karena gelombang susulan. Tapi, pengantin wanitanya tidak ikut terseret. Kuat dugaan, pakaian pengantinnya tersangkut karang,” jelasnya sumber tadi. Calon pengantin laki-laki yang dalam keadaan shock dan mengalami luka di pelipis akibat terseret arus dan mengenai karang ini langsung diselamatkan oleh kru lainnya ,dan langsung dievakuasi ke salah satu rumah sakit di Kedonganan. Sementara calon pengantin wanita menghilang. Salah seorang kru fotografer ini mencoba mencarinya, namun tidak membuahkan hasil. “Kondisi yang laki-laki itu sudah lemas tak berdaya. Ada luka di bagian kepala seperti membentur karang sehingga langsung dievakuasi ke RS,” ucap sumber. “Sementara, calon pengantin wanitanya tidak kunjung kelihatan di permukaan. Karena situasi menjadi semakin terjepit, para kru ini langsung mencari warga dan petugas pantai,” tambah sumber tadi. Petugas yang menerima laporan itu langsung melakukan pencarian terhadap korban. Selain itu, petugas penjaga pantai juga menghubungi pihak Pol-Air Polresta Denpasar untuk menerjunkan anggotanya membantu proses pencarian awal. “Tim penjaga pantai langsung mencari dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah Kasat Pol-Air Polresta Denpasar Kompol I Wayan Rindep membenarkan terkait musibah yang dialami oleh pasangan calon pengantin itu. Dikatakannya, saat petugas dari pihak Pol-Air turun ke TKP, tim penjaga pantai sudah menemukan korban Li Dan. Namun sayang, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. “Saat tiba di TKP, korban sudah meninggal dengan luka gores di bagian pelipis,” jelasnya. Korban dinyatakan tewas di TKP, diduga kuat karena banyak menenggak air laut serta terkena hantaman karang. Rindep menjelaskan, pasangan calon pengantin Lu Lin yang memiliki nomor paspor E10189625 dan Li Dan nomor paspor E52833056 ini memang baru sehari di Bali dan kedatangan mereka hanya untuk melakukan sesi pemotretan saja. “Mereka memang khusus datang untuk foto pre-wed saja di Bali. Makanya, pas tiba di Bali langsung sesi pemotretan dengan fotografer yang sudah dibooking oleh mereka,” jelasnya.

Jenazah Li Dan selanjutnya langsung dievakuasi ke RS Sanglah Denpasar untuk dilakukan visum. Sementara, calon mempelai pria yang saat itu dalam perawatandi RS, shock mendengar kabar calon istrinya meninggal dalam musibah itu. “Pas dia dengar itu, langsung ke RS. Kondisinya memang diperbolehkan pulang oleh dokter. Namun, dalam pengawasan,” katanya. “Calon mempelai laki-laki ini juga sudah menghubungi semua pihak, termasuk keluarga calon istrinya itu. Sehingga langsung terbang ke sini (Bali) kemarin. Begitu pula dengan keluarga calon mempelai laki-laki,” imbuhnya. Informasi lain yang berhasil dihimpun dari Kasat Pol Air, calon mempelai laki-laki tersebut masih shock dan linglung. Bahkan, dia berniat melangsungkan upacara penikahannya dengan jenazah mendiang calon istrinya itu sebelum dikremasi. Tapi, keluarga besar tidak mengizinkannya. “Ya, memang dia (Lu Lin) ini mau menikahi jenazah itu. Dia sangat terpukul dengan musibah yang menimpah dirinya. Terutama sang calon istrinya. Tapi, informasinya keluarga tidak mengizinkannya,” tuturnya. Sementara Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr Ida Bagus Putu Alit, perempuan ditemukan dengan masih mengenakan pakaian pengantin dan masuk instalasi forensik pada Senin (24/8) sekitar pukul 16.30 Wita. Saat dikonfirmasi, Jumat (28/8), dr Alit menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar pukul 17.44 Wita, korban tidak mengalami luka-luka, hanya ditemukan tanda mati tenggelam. “Ditemukan busa halus keluar dari lubang hidung serta korban mengalami tanda mati lemas,” ujar dr Alit.

Terkait keberadaan jenazah korban tenggelam tersebut, dr Alit mengatakan bahwa jenazah sudah dikremasi di krematorium Kerta Samadhi, Mumbul, Jumat (28/8). “Ya, tadi siang (kemarin) sekitar pukul 11, jenazah sudah dikremasi diantar ambulans antarbangsa,” imbuhnya.











sumber : nusabali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    3 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

MUDP Tak Larang Kremasi Hanya Harus Lapor Bendesa

"Tapi kami juga tidak melarang krama melakukan kremasi, sepanjang itu bisa dilakukan di desa pakraman yang nantinya sama-sama menjag...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen