Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Diduga Pelaku Pelecehan Seksual, P2TP2A Bali Pertanyakan ‘T’ dan ‘H’

Diduga Pelaku Pelecehan Seksual, P2TP2A Bali Pertanyakan ‘T’ dan ‘H’

Written By Dre@ming Post on Rabu, 05 Agustus 2015 | 9:25:00 AM

Terkuaknya kasus pedofilia yang diduga dilakukan oleh dua oknum guru terhadap seorang siswa yang bernama Bunga (nama samaran, red) membuat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Bali dalam waktu dekat akan menggelar supervisi di sekolah bertaraf internasional tersebut. Gbr Ist
DENPASAR - Terkuaknya kasus pedofilia yang diduga dilakukan oleh dua oknum guru terhadap seorang siswa yang bernama Bunga (nama samaran, red) membuat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Bali dalam waktu dekat akan menggelar supervisi di sekolah bertaraf internasional tersebut.

Pendamping hukum korban dari P2TP2A Bali, Ni Luh Sukawati mengatakan, pihaknya ingin mengetahui jaminan keamanan yang dilakukan pihak sekolah terhadap anak didiknya. Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan kedua oknum guru berinisial T (54) dan H (60).

"Informasi dari orang tua korban selama ini tidak pernah ada guru laki-laki di sekolah tersebut, nah ini kok bisa. Kita mempertanyakan standar keamanan di sekolah yang katanya bertaraf internasional tersebut dan bagaimana sistem perekrutannya," tegas Sukawati.

Ni Luh mengaku heran dua oknum guru dengan usia lanjut tersebut masih diperkerjakan di sekolah tersebut.

"Apakah ada spesifikasi yang cukup, kok bisa dia jadi guru disitu," tandas Sukawati di Restoran Mina Denpasar, Selasa (4/8/2015).

Ia menduga ada korban lain selain Bunga. Pasalnya sesuai pengakuan korban, pelecehan seksual telah dialaminya sejak Mei 2015. "Kita duga ada korban lain," tandas Sukawati.

Ni Luh menjelaskan juga, kondisi korban saat ini cenderung pendiam sehingga, pihaknya kesulitan untuk menggali informasi.

Ia menceritakan, awal terkuaknya kasus tersebut ketika orang tua korban mendatangi kantor P2TP2A Bali untuk berkonsultasi terkait pelecehan seksual yang terjadi pada Bunga.

Dari hasil konsultasi tersebut, pihaknya menyimpulkan ada tindak pidana yang terjadi sehingga, pihaknya mendampingi orang tua korban melaporkan ke Polresta Denpasar.

Orang tua mengetahui Bunga tidak perawan setelah memeriksakan ke dokter spesialias obstetri dan ginekologi (SPoG) atas inisiatif sendiri. Setelah melaporkan ke Polresta Denpasar pada tanggal 29 Juli 2015. Korban pun diarahkan untuk divisum di RSUP Sanglah.

Dari hasil visum diketahui korban tidak hanya kehilangan keperawanan namun juga mengidap penyakit menular seksual (PMS).

Sumber sekolah tersebut mengatakan, T adalah guru musik di sekolah tersebut dan telah bekerja selama empat tahun dengan status guru honor.

Sedangkan, H telah menjadi guru selama tujuh tahun di sekolah bertaraf internasional itu.

Sumber juga membeberkan bahwa kedua oknum guru yang diduga kuat sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap Bunga ini telah mengundurkan diri dari sekolah tersebut sejak 25 Juli 2015 lalu.

"Sekolah menyetujui keduanya keluar dengan alasan pengakuan kedua guru tersebut kepada sekolah mereka tidak pernah melakukan pelecehan seksual kepada Bunga," ucap sumber tersebut.

Donatur Yayasan sekolah tersebut, Sudiarta Indrajaya mengatakan, pihaknya terbuka pada semua pihak terkait kasus pelecehan seksual yang dialami muridnya.

"Kita welcome jika memang mereka (dua oknum, red) terbukti bersalah dan untuk diproses hukum silahkan saja," bebernya pria yang akrab disapa Sin ini.






sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen