Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Sang "Jendral" Kota Mundur, Muncul Paket "Blolong"

Sang "Jendral" Kota Mundur, Muncul Paket "Blolong"

Written By Dre@ming Post on Senin, 10 Agustus 2015 | 7:15:00 AM

Paket incumbent dari PDIP, IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara.
DENPASAR - Isu gerakan politik untuk munculkan paket calon ‘boneka’ di Denpasar agar Pilkada 2015 tidak deadlock, semakin menguat. Kini, muncul wacana pasangan I Ketut Resmiyasa-IB Watuagung Antara sebagai kandidat Cawali-Cawawali Denpasar, guna menghadapi paket incumbent dari PDIP, IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara. Paket boneka Resmi-Watuagung ini diskenariokan akan diusung Gerindra-Hanura-NasDem.

Wacana paket boneka Ketut Resmiyasa-IB Watuagung Antara ini santer terdengar di internal Hanura dan Gerindra, Minggu (9/8). Paket Resmiyasa-Watuagung ini menyeruak, pasca batalnya pasangan I Ketut Suwandhi-I Made Arjaya (yang diusung Koalisi Bali Mandara) maju ke Pilkada Denpasar 2015, lantaran sang Jenderal Kota Ketut Suwandhi tolak tarung melawan incumbent---yang dituding galang dukungan dengan duit APBD. Kalkulasi lainnya lagi, pasangan Resmiyasa-Watuagung hanyalah paket ‘blolong’---sudah tahu akan kalah dari sisi apa pun, namun tetap dipaksakan maju ke medan tempur---memang sengaja diciptakan, dengan dua target sekaligus. Target pertama, menciptakan Pilkada Denpasar tepat waktu digelar 9 Desember 2015. Target berikutnya, jika nanti Koalisi Bali Mandara (Golkar-Demokrat-Gerindra) memunculkan paket calon pengganti Suwandhi-Arjaya, maka Resmiyasa-Watuagung ini akan jadi senjata ‘pemecah gelombang’.

Ketut Resmiyasa yang diwacanakan menempati posisi Calon Waloikota (Cawali) dari Gerindra-Hanura-NasDem, merupakan politisi Gerindra asal kawasan Sesetan, Denpasar Selatan. Resmiyasa pernah menjadi anggota DPRD Denpasar 2009-2014 dari Hanura, namujn gagal lolos lagi ke kursi Dewan saat Pileg 2014. Sedangkan IB Watuagung Antara yang diplot menempati posisi Calon Wakil Walikota (Cawawali), saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Hanura Denpasar.

Informasi yang dihimpun, dalam skenario Pilkada Denpasar 2015, paket boneka Resmi-Watuagung bakal diusung Gerindra-Hanura-NasDem, tanpa melibatkan dukungan tiga parpol non PDIP yang punya kursi di DPRD Denpasar 2014-2019, yakni Golkar, Demokrat, dan PKS. Gabungan Gerindra-Hanura-NasDem sudah memenuhi syarat untuk usung paket calon, karena memiliki total 22,22 persen suara parlemen. Rinciannya, milik Gerindra sebanyak 5 kursi DPRD Denpasar (11,11 persen suara parlemen), milik Hanura sebanyak 4 kursi DPRD Denpasar (8,89 persen suara parlemen), dan milik NasDem sebanyak 1 kursi DPRD Denpasar (2,22 persen suara parlemen). Sedangkan gabungan Golkar, Demokrat, dan PKS berkekuatan 17 kursi DPRD Denpasar atau 33,78 persen suara parlemen hasil Pileg 2014. Rinciannya, milik Golkar sebanyak 8 kursi DPRD Denpasar (17,78 persen suara parlemen), milik Demokrat sebanyak 6 kursi DPRD Denpasar (13,33 persen suara parlemen), dan milik PKS sebanyak 3 kursi DPRD Denpasar (6,67 persen suara parlemen). Sementara PDIP selaku pengusung incumbent IB rai Mantra-Jaya Negara berkekuatan 18 kursi DPRD Denpasar atau 40,00 persesn suara parlemen. Menurut sumber internal Hanura, IB Watuagung Antara sudah disiapkan menjadi paket pendamping Ketut Resmiyasa (Cawali dari kader Gerindra) untuk tarung ke Pilkada Denpasar 2015. “Resmiyasa-Watuagung sudah penjajakan. Kemungkinan kita akan tarik NasDem untuk usung Resmiyasa-Watuagung. Sebenarnya, Gerindra-Hanura saja sudah cukup suara, tapi kehadiran NasDem penting juga,” ujarnya, Minggu kemarin. “Sekarang tinggal diajukan ke DPP Partai masing-masing,” imbuhnya. Sedangkan sumber di Gerindra, juga mengakui ada skenario bergandengan dengan Hanura maju ke Pilkada Denpasar 2015, dengan mengusung paket calon setelah buyarnya Ketut Suwandhi-Made Arjaya. “Daripada Pilkada Denpasar 2015 gagal dan tidak berjalan, pastilah DPP Gerindra dan DPP Hanura mau mengeluarkan calon. Sudah ada kok penjajakn,” ujar sumber tersebut. Betulkah?

Dikonfirmasi secara terpisah, Minggu kemarin, Ketua DPC Gerindra Denpasar, Jro Komang Swastika, juga membenarkan wacana paket alternatif Resmiyasa-Watuagung memang bergulir. Penjajakan yang dilakukan koalisi parpol pengusung Resmiyasa-Watugagung pun sudah dilakukan secara matang. ”Paket calon yang diusung Gerindra-Hanura ini (Resmiyasa-Watuagung) bakal diluncurkan, supaya tidak terjadi Pilkada calon tunggal di Denpasar,” ujar Jro Swastika yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Bali 2014-2019 dari Fraksi Gerindra (Dapil Denpasar). Sedangkan Ketua DPD Gerindra Bali, IB Putu Sukarta, yang notabene Sekretaris KBM, mengatakan bola sekarang ada di DPP Gerindra. “Semua keputusannya di tangan DPP. Rekomendasi kan sudah dikeluarkan DPP Gerindra untuk Paket Suwandhi-Arjaya. Kalau Suwandhi mundur, maka DPP Gerinda akan mengeluarkan sikap dan keputusan. Ini sudah elite tingkat DPP lintas partai yang bicara,” tegas Gus Sukarta saat dikonfirmasi terpisah di Jakarta, Minggu kemarin. Di sisi lain, NasDem menegaskan tidak ada berkoalisi dengan Gerindra dan Hanura di Denpasar demi menyelamatkan Pilkada 2015. Hal ini ditegaskan Ketua DPW NasDem Bali, IB Oka Gunastawa, saat dikonfirmasi terkait munculnya wacana paket boneka Resmiyasa-Watuagung. “Kalau di Pilpres 2014, kita berkoalisi dengan Hanura. Namun, kalau di Pilkada, beda lagi,” tandas Oka Gunastawa, Minggu kemarin. Menurut Oka Gunastawa, yang sudah pasti, NasDem gabung dengan PDIP untuk Pilkada Badung 2015, Pilkada Denpasar 2015, dan Pilkada Bangli 2015. “Jadi, di Denpasar, Nasdem tidak ikut Gerindra-Hanura. Mereka saja sudah cukup (syarat minimal suara untuk usung paket calon),” papar Gunastawa yang juga mantan politisi Golkar. Di sisi lain, IB Watuagung Antara mengatakan dirinya hingga Minggu kemarin masih berada di Jakarta, seusai mengikuti Musda Hanura Bali di ibukota. Dia mengaku belum mengantongi tiket rekomnendasi terkait wacana pengusungan dirinya sebagai Cawawali Denpasar dari Gerindra-hanura-NasDem.

“Saya malah belum tahu. Dari mana Anda (wartawan) dapat info?” tanya IB Watuagung. Menurut IB Watuagung, dirinya justru curiga isu paket Resmiyasa-Watuagung berkembang di partai besar. “Kalau di Hanura, belum ada keputusan itu,” tegas politisi Hanura asal Desa Megawati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan ini.








sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen