Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Berakhir Sudah Spekulasi Itu, Arjaya-Sunasri ‘Diselamatkan’ PKS

Berakhir Sudah Spekulasi Itu, Arjaya-Sunasri ‘Diselamatkan’ PKS

Written By Dre@ming Post on Kamis, 03 September 2015 | 7:39:00 AM

Arjaya
DENPASAR - Berakhir sudah spekulasi menyangkut nasib Pilkada Denpasar 2015. Ada tiga pasangan calon yang resmi mendaftar sebagai paket Calon Walikota (Cawali)-Calon Wakil Walikota (Cawawali) Denpasar: I Made Arjaya-AA Ayu Rai Sunasri, I Ketut Resmiyasa-IB Batu Agung Antara, dan sang juara bertahan (incumbent) IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara. Paket Made Arjaya-Rai Sunasri sendiri terselamatkan dan bisa mendaftar ke KPU Denpasar, Rabu (2/8), berkat turunnya rekomendasi dari DPP PKS.

Pasangan Made Arjaya-Rai Sunasri resmi maju ke Pilkada Denpasar 2015 dengan diusung Koalisi Bali Mandara (KBM) yang beranggotakan Golkar-Demokrat-PKS. Namun, Golkar hanya berstatus sebagai pendukung, bukan pengusung, karena DPP Golkar Munas Ancol (pimpinan Agung Laksono) tak mau turunkan rekomendasi buat Arjaya-Rai Sunasri. Sedangkan pasangan Ketut Resmiyasa-IB Batu Agung Antara diusung Koalisi Gerhana (Gerindra-Hanura) yang didukung PKPI---parpol gurem non parlemen. Sebaliknya, sang juara bertahan Rai Mantra-Jaya Negara diusung PDIP bersama NasDem. Paket incumbent yang menjabat Walikota-Wakil Walikota Denpasar 2010-2015 ini sudah lebih dulu mendaftar ke KPU Denpasar, 27 Juli 2015 lalu. Berbeda dengan incumbent, paket Arjaya-Rai Sunasri dan Resmi-Agung (Resmiyasa-Batu Agung) baru mendaftarkan pencalonannya ke KPU Denpasar, 2 September 2015. Pendaftaran kedua pasangan calon dari gabungan parpol berbeda ini, Rabu kemarin, diterima langsung Ketua KPU Denpasar, I Gede John Darmawan, beserta jajaran komisioner lainnya.

Paket Resmi-Agung datang lebih dulu mendaftarkan pencalonannya ke KPU Denpasar, Rabu siang pukul 14.00 wita. Resmi-Agung ini diantar massa pendukung Koalisi Gerhana (Gerindra-Hanura) yang dikomandani Ketua DPC Gerindra Denpasar, Jro Komang Swastika. Massa pendukung Gerhana sebagai pengusung Resmi-Agung juga menyertakan penari Hanoman ke KPU Denpasar. Menurut kandidat Cawali Denpasar, Ketut Resmiyasa, Resmi-Agung sengaja pilih mendaftar Rabu siang pukul 14.00 Wita, karena dianmggap sebagai dewasa ayu (hari baik).”Jam 2 (pukul 14.00 Wita) tanggal 2 Sepotember merupakan hari baik. Hanoman itu kan simbul utusan (duta). Kami yakin ini simbol suci dan Tuhan akan memberikan jalan terbaik untuk memimpin Denpasar,” ujar Resmiyasa. Sedangkan Arjaya-Rai Sunasri baru tiba di Kantor KPU Denpasar untuk mendaftarkan pencalonannya, Rabu siang pukul 14.30 Wita. Paket Arjaya-rai Sunasri diantar langsung Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta, Ketua DPD Demokrat Bali Mudarta, Ketua DPW PKS Bali Mujiono, selain juga pimpinan parpol tingkat kota seperti Ketua DPD II Golkar Denpasar Wayan Mariyana Wandira. Selain itu, massa pendukung parpol KBM juga ikut mengantar kedatangan Arjaya-Rai Sunasri ke KPU Denpasar. Massa pendukung KBM menyertakan sekaa tabuh baleganjur dan kesenian babondresan. Tepat saat memasuki pintu gerbang KPU Denpasar, Arjaya-Rai Sunasri berpapasan dengan Resmi-Agung yang sudah lebih dulu mendaftar 30 menit sebelumnya. Dua politisi dari parpol berbeda ini, Arjaya (kader PDIP) dan Resmiyasa (kader Gerindra) sempat saling memberikan salam komando. Begitu tiba di KPU Denpasar, Arjaya-Rai Sunasri langsung disambut Ketua KPU Gede John Darmawan. Uniknya, kandidat Cawali Denpasar Made Arjaya kemarin menyerahkan cincin batu akik kepada John Darmawan. Setelah itu, barulah Arjaya-Rai Sunasri mengikuti proses pendaftaran.

“Kami ingin membuktikan bahwa kami siap berdemokrasi. Kami siap membawa perubahan di Denpasar dengan sejumlah program,” ujar Made Arjaya, politisi militan PDIP asal Sanur, Denpasar Selatan yang mantan Ketua Komisi I DPRD Bali dua kali periode (2004-2009, 2009-2014). Menurut Arjaya, dirinya maju ke Pilkada 2015 karena mendapat desakan masyarakat untuk membenahi Kota Denpasar dari kesemrawutan. “Kami sudah siapkan Kota Denpasar dengan ‘Taman Mandara’: paginya bersih, malamnya terang benderang, dengan denyut kehidupan full 24 jam,” tandas Arjaya, yang didorong KBM menjadi Cawali Denpasar menyusul buyarnya pasangan Ketut Suwandhi-Made Arjaya lantaran sang Jenderal Kota Ketut Suwandhi tolak lanjutkan tahapan proses untuk tarung lawan ioncumbent Rai Mantra-Jaya Negara. Sementara, Ketua KPU Denpasar Gede John Darmawan mengatakan berkas-berkas yang diterima dari dua paket calon, Arjaya-Rai Sunasri dan Resmi-Agung, seluruhnya akan dilakukan verifikasi terlebih dulu. “Dari seluruh berkas persyaratan yang kita terima, kedua pasangan calon ini memang memenuhi syarat untuk mendaftar. Selanjutnya, kita akan lakukan verifikasi data-data kandidat,” tandas John Darmawan. Jika nanti Arjaya-Rai Sunasri dan Resmi-Agung dinyatakan lolos oleh KPU sebagai kontestan, maka akan terjadi tarung segitiga di Pilkada Denpasar, 9 Desember 2015 mendatang. Satu pasangan petarung lagi adalah incumbent Rai Mantra-Jaya Negara. Made Arjaya adalah politisi PDIP, sementara AA Ayu Rai Sunasri adalah Srikandi Beringin asal Puri Gerenceng yang kini Sekretaris DPD II Golkar Denpasar. Sebaliknya, Ketut Resmiyasa adalah politisi Gerindra, sedang IB Batu Agung saat ini Ketua DPC Hanura Denpasar.

Semula, Gerindra masuk barian KBM bersama Golkar-Demokrat-PKS usung paket Suwandhi-Arjaya. Namun, setelah buyarnya Suwandhi-Arjaya, Gerindra pilih pisah dari KBM seraya menggaet Hanura untuk bangun Koalisi Gerhana yang usung Resmi-Agung. Gara-gara jurus Gerindra itu, Arjaya-rai Sunasri sempat terancam gagal nyalon ke Pilkada Denpasar 2015. Pasalnya, DPP Golkar kubu Agung Laksono tak mau turunkan rekomendasi, sehingga praktis hanya Demokrat yang usung Arjaya-Rai Sunasri. Masalahnya lagi, PKS yang punya 3 kursi di parlemen sempat disebut-sebut mengarah gabung ke Gerindra dan Hanura. Nyaris gagalnya Paket AS (Arjaya-Rai Sunasri) ini, kontan membuat situasi gawat di internal KBM, Rabu siang. Dalam situasi gawat itu, PKS mendadak merapat lagi ke KBM. Dengan datangnya rekomendasi dukungan dari PKS, maka Arjaya-Rai Sunasri bisa nyalon karena ditopang 20,00 persen suara parlemen hasil Pileg 2014. Rinciannya, 6 kursi DPRD Denpasar (13,33 persen suara parlemen) milik Demokrat dan 3 kursi DPRD Denpasar (6,67 persen suara parlemen) milik PKS. Boileh dikata, PKS inilah yang selamatkan nasib Arjaya-Rai Sunasri. Bocoran yang diperoleh, Ketua KBM yang notabene Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta, kemarin siang menggelar rapat darurat dengan Wakil Ketua KBM yang Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta. Dari rapat darurat itu, dilakukan kemudian komunikasi dengan PKS. Walhasil, PKS pun berhasil digaet sebagai pengusung Arjaya-Rai Sunasri. Saat mendaftarkan pencalonannya, Rabu kemarin, Arjaya-Rai Sunasri membuktikan rekomendasi DPP PKS melalui pernyataan Ketua DPW PKS Bali, Mujiono, di hadapan Ketua KPU Denpasar John Darmawan. “Kami sudah menduga bakal terjadi drama seperti ini. Makanya, kami antisipasi sejak Selasa malam. Hari ini (Rabu) PKS bergabung sebagai pengusung, sehingga Paket AS bisa mendaftar,” ujar Made Mudarta di sela-sela pendaftaran calon ke KPU Denpasar, Rabu kemarin.









sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen