Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Duama: "Pak Diesel Kami Merindukanmu", Marcin : Pengerukan Melasti Distop?

Duama: "Pak Diesel Kami Merindukanmu", Marcin : Pengerukan Melasti Distop?

Written By Dre@ming Post on Kamis, 15 Oktober 2015 | 11:43:00 AM

WSP Memberikan sambutan pada konstituen paslon Giriasa di Angas Sari 14 Oktober 2015
Angas Sari - Acara paslon dari Giriasa sekarang merambah di Angas Sari. Team pemenangan Giriasa terus mempertahankan dukungannya yang tersebar di Ungasan. Dari banjar ke banjar, dari rumah kerumah terus dilakukan sosialisasi yang semakin masif. Setelah camplik, Langui sekarang giliran Angas Sari.

Rabu, 14 Juli 2015 mulai jam 09:00 Wita acara mulai dipersiapkan oleh teamses. Tenda dan tempat duduk sudah ditata secara rapi, diwarnai beberapa isu yang berkembang dimasyarakat, apakah itu dari pihak lawan politik, murni dari masyarakat, pihak ketiga atau ini hanya bumbu-bumbu berdemokrasi tentu merupakan hal yang membawa nikmat serta variasi dalam berpolitik bagi masyarakat umumnya dan bagi teamses khususnya.

Namun apapun isunya tentu jangan sampai merusak dalam pesemetonan dan kekeluargaan di dalam khidupan bermasyarakat.

Sehabis pilkada tanggal 9 Desember 2015 tentu kita akan memiliki pemimpin atau bupati baru, trik, isu dan apapun akan menghilang bagai tersapu angin, yang muncul kedepan kita harus bahu membahu membangun desa dan masyarakat dalam tali persaudaraan itu.

Kita harus dewasa dalam berpolitik dan bermasyarakat, jangan menyerang sesama saudara, isu politik harus dilawan politik. Jangan isu politik ditanggapi secara berlebihan apalagi anarkis. Menyama braya tetap no 1. Begitulah pesan secara garis besar yang disampaikan oleh para tokoh yang hadir pada malam hari ini disamping ajakan untuk memenangkan paslon Giriasa.

Hal yang sangat biasa terlihat adalah jika PDIP mengadakan acara seperti ini (simakrama-red) para knstituen yang datang pasti membludak. Malam ini menurut pantauan kami hampir 800 konstituen memadati depan rumah Kak Lebih di Angas Sari.

Sekilas tentang Kak lebih, beliau adalah tokoh senior PDIP dari Desa Ungasan. Umurnya yang menyentuh angka 80 tidak mengurangi semangatnya sebagai korlap dalam acara kali ini.

Beberapa konstituen yang sempat kami hubungi mengenai semangatnya untuk datang kali ini mengatakan "Kak Lebih yang senior itu saja mempunyai semangat yang menggebu-gebu seperti itu apalagi saya yang masih muda, tidak mau kalah donk, pokoknya Giriasa No. 1".

Sampai pukul 20:00 Wita acara belum dimulai, menurut Pak Wayan Kurma yang merupakan ketua team penggerak dan pemenangan Giriasa untuk daerah Ungasan, masih menunggu salah satu tokoh yang belum hadir. Padahal setelah kami amati semua kursi sudah terisi penuh, tampak petinggi partai yang sudah hadir I Made Duama, I Wayan Sugita Putra (WSP), Ni Ketut Suweni, Pak Kari, I Ketut Marcin, dan lain-lain.

Karena tak kunjung hadir tokoh yang bersangkutan acarapun dimulai, dibuka oleh Pak Wayan Miasa sebagai tuan rumah. "Kenapa kita ada disini?. Bagi warga perumahan dan warga sekitar jika ada pertanyaan seperti itu, kami bisa katakan, mungkin kita mengetahui program paslon Giriasa dari jalanan dan kita tak tahu apakah info itu benar atau salah maka disinilah kita bisa mengetahui yang sebenarnya dari para tokoh yang kompoten. Sehingga nantinya tidak ragu dalam menentukan pilihan".

"Kita bisa mencontoh semangat dari tokoh yang hadir dari Angas Sari: Kak Lebih, Pak Sondra, Kak rendi, dan seterusnya. "Jangan kalah sama tokoh tokoh ini, Angas Sari kalian tidak sendiri, kalau ditanya apa sih yang kita dapat jika memilih paslon Giriasa?. Bukan uang sejuta dua juta kita dapatkan tapi pembangun Desa Ungasan yang kita dapatkan. Apakah warga Angas Sari siaap memilih Giriasa", tanya pak Kurma, yang di jawab dengan lantang oleh warga yang hadir, "siaaap". "Ingat tanggal 17 Oktber 2015. Kita akan dikunjungi paslon Giriasa. Acara jam 4 sore jadi sebagai penybut atau tuan rumah kita harus sudah di wantilan paling lambat jam 3:30 Wita. Mangda ida dane rauh bah bedeg, kerik tingkih", tegas tokoh dari Br. Suka Duka Giri Dharma ini.

Senada dengan Pak Kurma, Pak Kari sebagai Ketua Ranting PDIP Ungasan menyerukan "Mari kita bahu membahu, mari kita bersatu padu, jangan bercerai-brai untuk memilih paslon Giriasa. Walau ada pemasangan spanduk penolakan pengerukan tebing di Desa Ungasan, namun itu merupakan ulah oknum, bukan untuk kepentingan desa mereka telah lempas dari tujuan desa ungasan. Bahwa pengerukan dan pengeolahan Pantai Melasti merupakan keputusan final Desa Ungasan yang tidak bisa diganggu gugat. Jangan terpengaruh isu-isu yg tak jelas, satukan tekad memilih Giriasa".

Dilanjutkan oleh Ketua PAC PDIP Kuta Selatan Wayan sugita Putra yang akrab dipanggil WSP, "Kader-kader PDIP kita harus maju melawan segala rintangan dan hambatan. Generasi Kak Rendi, Kak Kirig harus maju, jangan takut apapun hambatan namun jangan loncat kemana-mana. PDIP tidak kemana-mana tapi ada dimana mana, mengapa?. Karena PDIP ada Werdi Kosala, Langui, Angasa Sari, dan lain-lain. Ingat tangal 17 Oktober 2015. Kita mengundang paslon Giriasa untuk memaparkan visi dan misi. Seperti diketahui Paslon Giriasa diusung oleh PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura dan PAN. Ingat salah satu misi Giriasa adalah memperkuat adat istiadat dan kesinambungan antar umat beragama. Contoh pembangunan Pura Dalem nantinya tidak usah kita urunan lagi tapi dibiayai oleh APBD. Paket ini ibarat nyegara gurung karena persatuan Badung barat dan Badung selatan. Nanti juga akan kita usulkan pendirian SMA di Kutsel satu lagi, pelayanan kesehatan JKBM dan lain sebagainya bisa dibangun ditengah tengah dijimbaran atau kita tarik di Ungasan. Jangan mendengarkan isu-isu negatif yang ada mari kita bersatu karena semua pergerakan untuk desa Ungasan tercinta. Maka mari kita dukung Giriasa agar bisa terpilih, sehingga bisa memperbaiki yang sudah baik dan meneruskan pembangunan, jangan terpecah belah".

Pak Made Duama Ketua DPC PDIP Kabupaten Badung dan DPRD dua kali mengatakan: "Pasangan calon Giriasa (Giri Prasta Suiasa) akan berhadapan dengan paket Susu (Sudiana Sutrisno). Kenapa kita ada di badan sampi seperti ini?. Ada historinya, tahun 1997, kehadiran warga waktu itu 10 kali dari warga yang hadir saat ini, waktu itu saya sebagai kepala desa Ungasan mengantarkan saudara kita Disel Astawa sebagai anggota DPRD. Namun beliau kali ini tidak bisa hadir karena ada kesibukan atau upacara keagamaan, tapi kita sampaikan bahwa kita sangat merindukan kehadiran Bapak Disel Astawa. Karena dari tempat inilah kita sukses dan sekarangpun kita harus sukses untuk menghatarkan paket Giriasa sebagai Bupati dan wakil bupati. Untuk bapak bendesa mohon semua pembangunan dilanjutkan. Untuk pengolahan Pantai Melasti sangat banyak tantangannya. Saya pernah dipanggil polisi dan lain-lain. Saat ini dimedsos ada spanduk hentikan pengerukan tebing pantai melasti. Saya bilang bahwa pengolahan Pantai Melasti sudah mendapat ijin saya sendiri yang menghadap bupati. Bahkan pemerintah menyiapkan dana 13 M. Namun sebelum dana itu cair. Panglima Kabinawa dengan segala daya upaya telah mengelola Pantai Melasti. Kita tdk seperti Pecatu yang punya Uluwatu, Padang-padang. Tidak seperti Kutuh yg punya Pandawa terus kita punya apa?. Masak ada spanduk stop pengerukan pantai melasti??. Parahh. O, ya Untuk pengaspalan jalan ini (jalan menuju rumah Kak Lebih - red) menghabiskan 68 juta 20% sudah di desa selebihnya masih di BPD tapi pasti akan segera terrealisasi. Sementara untuk Golkar di Angas Sari jangan dikembangkan. Kenapa karena 2017 Pak Kari adalah calon kepala Desa ungasan kalau nanti berkembang disini toh juga akan kalah, candanya sambil melihat Bu Suweni sang adik. Sedangkan untuk bendesa sebelum semua pura selesai pembangun pura tetap di jabat oleh Pak Marcin".

Semakin malam bukan semakin mengendor, tapi semakin bergetar, disambung berikutnya oleh Ketut Suweni pejabat PAW Golkar, "Saya tidak berpanjang lebar gimana memangkan Pak Duama sebagai DPRD dua kali serperti itu juga memenagankan Giriasa". Yang ditambahin oleh pendampingnya, Pak Windra, "dari tadi disebutkan bahwa PDIP nomor 1 tapi kami sebagai golkar juga tak ingin menjadi nomor 2 karena itu kami tak mau memilih no 2. Suiasa ini merupakan tokoh terbaik kami beliau juga banyak berperan dalam pemapingan dan pengaspalan jalan".

"Saya adalah orang yang sportif begitu teriak", Kabinawa. "Bagaimana tidak anak saya dipecat masuk dari sekolah saja masuk berita". Seperti diketahui anak dari Pak Ambara ini yang bernama Jagadhita dipecat dari sekolahnya bebera hari lalu (Baca: Guru : Anak Bapak Dikembalikan ke Ortu, Disel Astawa: "Itu Namanya Dipecat"). Bagaimana saya nggak pusing. Terus saya dengar ada pemasangan sepanduk "Stop Pengerusakan Tebing Pantai Desa Ungasan", tambah pusing saya. Pengerukan sudah selesai kok minta distop te mare bangun adanne. Dulu dari konsep ngayah saya menawarkan untuk mengolah pantai Melasti dan itu sudah disepakati, la kok baru sekarang minta distop, keluh sang panglima. Untuk pemilihan tanggal 9 Desember nanti, Kalo sudah Golkar dan PDIP cobolos dah jadi bupati".

"Merdekaaa!!" teriakan itu memecah malam yang semakin bergetar di bukit Angas Sari, adalah Pak Ketut Marcin yang mengumandangkan sebagai sambutan penutup. "Kenapa saya mendukung Giriasa: karena kita sepakat bahwa siapapun calon dari Ungasan harus kita dukung itu merupakan kesepakan desa adat dan kelian. Kami terus terang kami butuh dana untuk pembangunan pura dalam, PDIP sudah nyumbang Rp. 500 juta, Golkar seharusnya nyumbang Rp. 1 M karena kan nggak pernah nyumbang ya Bu Suweni". Sambil pak Marcin menoleh kearah Bu Suweni sebagai DPR dari Golkar nantinya. "Beberapa hari yang lalu ada pemasangan spanduk yang intinya berisi stop perngerukan Pantai Melasti, saya sampai heran, pengolahan pantai Melasti itu sudah melalui proses yang sangat panjang dan penuh tantangan, yang tidak suka boleh datang kerumah saya.... ada deklarasinya. Dan itu sudah disepakati sejebag Desa Ungasan ditanda tangani di Banjar Kelod, jadi siapa pun tidak boleh menghalangi pengolahan pantai Melasti... sekarang ada apanduk stop.. itu diturunkan saja itu namanya kepupungan. Kelian adatnya sudah saya panggil. Itu katanya oknum. Kalau stop reklamasi pantai Benoa ya silahkan saja. Tapi kali stop pengerukan pantai Melasti, Gimana cara membuat jalan kalo nggak di keruk, cetusnya. Diakhiri dengan pekikan "Merdekaaaaaaa". Maka berakhirlah acara simakrama malam ini.








Merdekaaaa!!!! (pangsing ngambul pak Marcin, haha)
Mr. Brain Revolution
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen