Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Giriasa ke Pilkada Badung 2015 dengan Rp 44,64 miliar, Rai Mantra Tertajir

Giriasa ke Pilkada Badung 2015 dengan Rp 44,64 miliar, Rai Mantra Tertajir

Written By Dre@ming Post on Jumat, 30 Oktober 2015 | 7:24:00 AM

(ungasan.com) - Kwartet Srikandi Politik IGA Mas Sumatri, Putu Eka Wiryastuti, AA Rai Sunasri, dan Made Sumiati punya harta kekayaan di atas Rp 3 miliar.
DENPASAR - Pasangan Made Sudiana-Nyoman Sutrisno (Cabup-Cawabup Badung yang diusung Demokrat-Gerindra) menjadi paket calon terkaya untuk tarung Pilkada serentak di 6 daerah di Bali, 9 Desember 2015. Paket ini maju ke medan tempur dengan total harta kekayaan gabungan Rp 58,62 miliar. Sementara, IB Rai Dharmawijaya Mantra (Cawali Denpasar yang diusung PDIP) menjadi kandidat terkaya dengan Rp 45,60 miliar, sedangkan Made Arjaya (Cawali Denpasar dari Koalisi Bali Mandara) masuk kategori termiskin dengan harta cuma Rp 61,88 juta.

Harta kekayaan 14 pasangan calon yang akan tarung di 6 Pilkada 2015 ini diumumkan Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi di Kantor KPU, Jalan Tjokorda Agung Tresna Denpasar, Kamis (29/10) siang. Pengumuman harta kekayaaan 14 pasangan Cabup-Cawabup dan Cawali-Cawawali kemarin disaksikan langsung Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, didampingi Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia, para komisioner KPU Bali, dan perwakilan partai politik. Para kandidat yang berjumlah 28 orang juga diundang dalam pertemuan itu.

Pengumuman daftar harta kekayaan calon, Kamis kemarin, terkait dengan pembekalan kandidat oleh Pimpinan KPK tentang Pilkada yang jujur, bebas dari korupsi, serta LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara) calon kepala daerah. Ketua KPU Bali Dewa Raka Sandhi secara detail mengumumkan daftar harta kekayaan masing-masing kandidat.

Jika digabung, pasangan Sudiana-Sutrisno menjadi paket calon terkaya untuk tarung Pilkada 2015. Harta kekayaan gabungan Cabup-Cawabup Badung yang diusung Demokrat-Gerindra ini tembus angka Rp 58,62 miliar. Rinciannya, harta kekayaan Cabup Made Sudiana mencapai Rp 43,05 miliar dan milik Cawabup Nyoman Sutrisno sebesar Rp 15,57 miliar.

Mereka mengatasi pasangan IB Rai Mantra-IGN Jaya Negara (Cawali-Cawawali Denpasar yang diusung PDIP) dan Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa (Cabup-Cawabup Badung yang diusung PDIP-Golkar-NasDem-Hanura). Paket Rai Mantra-Jaya Negara maju ke Pilkada Denpasar 2015 dengan total harta kekayaan Rp 47,19 miliar. Rinciannya, Rp 45,60 miliar harta milik Cawali Rai Mantra dan Rp 1,59 miliar milik Cawawali Jaya Negara. Sedangkan Giri Prasta-Suiasa maju ke Pilkada Badung 2015 dengan toptal harta gabungan Rp 44,64 miliar. Rinciannya, Rp 43,61 miliar harta milik Cawabup Ketut Suiasa dan Rp 1,03 miliar milik Cabup Giri Prasta.

Secara keseluruhan, Rai Mantra yang notabene merupakan figur incumbent di Pilkada Denpasart 2015, menjadi kandidat paling tajir di antara 28 calon yang bertarung. Harta kekayaan Walikota Denpasar 2008-2010 dan 2010-2015 ini mencapai Rp 45,60 miliar plus 245.340 dolar AS. Secara perorangan, Rai Mantra mengungguli Ketut Suiasa (Cawabup Badung yang punya harta Rp 43,61 miliar), dan Made Sudiana (Cabup Badung yang punya harta Rp 43,05 miliar).

Kandidat terkaya keempat diduduki I Gusti Ayu Mas Sumatri (Cabup Karangasem yang diusung NasDem-PKPI-Hanura didukung Demokrat/dengan kekayaan Rp 33,99 miliar), disusul I Wayan Sudirta (Cabup Karangasem yang diusung PDIP/kekayaan Rp 25,43 miliar), Nyoman Sutrisno (Cawabup Badung dari Demokrat-Gerindra/kekayaan Rp 15,57 miliar), dan Wayan Sarjana (Cabup Tabanan yang diusung Gerindra-Hanura-NasDem didukung Demokrat/kekayaan Rp 8,50 miliar).

Sebaliknya, Made Arjaya (politisi PDIP yang diusung sebagai Cawali Denpasar dari Koalisi Bali Mandara) masuk kategori kandidat termiskin. Si Udeng Poleng yang notabene mantan Ketua Komisi I DPRD Bali 2004-2009 dan 2009-2014 ini hanya memiliki harta kekayaan sebesar Rp 61,88 juta. Arjaya masuk peringkat 27 dari 28 kandidat.

Arjaya hanya unggul dari I Gusti Agung Ketut Sudanayasa, Cawabup Jembrana yang diusung Hanura-PKB-NasDem. Harta IGAK Sudanayasa bahkan minus Rp 5 juta, setelah dipadukan dengan utang yang dimilikinya. Sudanayasa maju sebagai Cawabup Jembrana pendamping Komang Sinatra (yang punya kjekayaan hanya Rp 94,48 juta). Sebaliknya, Arjaya maju bertandem dengan Srikandi Golkar AA Ayu Rai Sunasri (di posisi Cawawali Denpasar).

Berbeda dengan Arjaya yang masuk kategori kandidat termiskin, Rai Sunasri terbilang tajir karena politisi yang pengusaha perhotelan ini memiliki harta mencapai Rp 4,90 miliar. Rai Sunasri berada di bawah Sang Nyoman Sedana Arta (Cawabup Bangli dari PDIP yang punya harta Rp 6,75 miliar plus 17.603 dolar AS), Made Kembang Hartawan (Cawabup Jembrana dari PDIP yang punya harta Rp 5,67 miliar), dan I Komang Kisid (Cawabup Karangasem dari Golkkar-Gerindra yang punya harta Rp 5,47 miliar).

Yang mengejutkan, harta kekayaan Ni Putu Eka Wiryastuti, Cabup Tabanan dari PDIP, melesdet dari perkiraan orang. Semula, harta kandidat incumbent ini diperkirakan melambung tinggi. Namun, putri dari Ketuya DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama ini ternyata hanya punya harta kekayaan Rp 3,32 miliar plus 16.000 dolar AS.

Eka Wiryastuti (pencetak sejarah sebagai Bupati Wanita Pertama di Bali) kalah jauh dari Wayan Sarjana (rekannya sesama PDIP tapi maju ke Pilkada Tabanan 2015 sebagai Cabup yang diusung Gerindra-Hanura-NasDem didukung Demokrat) yang punya harta Rp 8,50 miliar. Sarajana bertandem dengan IB komang Astawa merta (di posisi Cawabup Tabanan) yang punya harta Rp 4,78 miliar). Sedangkan Eka Wiryastuti bertandem dengan IKG Sanjaya (Ketua DPC PDIP Tabanan di posisi Cawabup) yang punya harta Rp 2,70 miliar plus 8.600 dolar AS.

Dari empat Srikandi Politik yang maju ke Pilkada 2015, IGA Mas Sumatri menjadi kandidat terkaya. Politisi PDIP yang maju sebagai Cabup Karangasem dari NasDem-PKPI-Hanura didukung Demokrat ini punya kekayaan 33,99 miliar. Rai Sunasri (politisi Golkar yang maju sebagai Cawawali Denpasar dari Koalisi Bali Mandara) adalah Srikandi Politik terkaya kedua dengan harta Rp 4,90 miliar, disusul Putu Eka Wiryastuti (Srikandi PDIP yang Cabup Tabanan/punya harta Rp 3,32 miliar plus 16.000 dolar AS), dan Ni Made Sumiati (Srikandi PDIP yang jadi Cawabup Karangasem/punya harta Rp 3,02 miliar).

Pimpinan KPK, Adnan Pandu Praja, mengatakan pengumuman harta kekayaan kandidat yang tarung di Pilkadsa 2015 ini memang wajib dilakukan. Tujuannya, untuk cegah dini korupsi. Harta kekayaan kandidat dilaporkan sebanyak dua kali. Pertama, laporan harta kekayaan yang dicatatkan antara Desember 2003-April 2012. Kedua, laporan kekayaan terakhir per Juli 2015.

"Tujuan pelaporan harta kekayaan ini adalah untuk cegah dini korupsi. Dan, ini me-rupakan amanat dari Konvensi Internal PBB, di mana kekayaaan dan aset calon kepala daerah wajib diumumkan," ujar Adnan Pandu seusai pengumuman harta kekayaan kandidat di Kantor KPU Bali, Kamis kemarin.

Menurut Adnan Pandu, pencatatan laporan harta kekayaan kandidat antara yang pertama dan terakhir nantinya akan dicek. "Dicek ketika yang bersangkutan belum menjabat dan setelah menjabat nanti. Sekali lagi, ini tujuannya melakukan pencegahan dini praktek korupsi dan menciptakan Pilkada yang berintegritas. Selain itu, sejak sekarang kita bisa menilai profil calon kepala daerah yang akan dipilih masyarakat," tandas Adnan Pandu.









sumber : Nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen