Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Putu Arta Sanjung Ahok, Pastika: Jangan Pilih Pemimpin Karena Sembako

Putu Arta Sanjung Ahok, Pastika: Jangan Pilih Pemimpin Karena Sembako

Written By Dre@ming Post on Senin, 12 Oktober 2015 | 7:19:00 AM

I Gusti Putu Arta, saat menyampaikan pendapatnya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Denpasar, Bali, Minggu (11/10/2015).
Pengamat Harapkan Masyarakat Jangan Apatis Dalam Pilkada

Denpasar - Pengamat politik I Gusti Putu Artha mengharapkan masyarakat Bali tidak apatis terkait pemilihan kepala daerah pada Desember mendatang.

"Sikap apatis sebagian masyarakat akan memberi peluang bagi mereka yang tidak cerdas dalam proses pengambilan keputusan. Karena itu, saya mendorong agar lembaga terkait terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat," kata mantan anggota KPU Pusat itu saat berorasi di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja(PB3AS), di Denpasar, Minggu.

Dia menambahkan, edukasi yang dimaksud adalah supaya masyarakat dapat menggunakan hak pilih dan tidak salah dalam menentukan pilihan.

"Jangan menentukan pilihan hanya karena latar belakang partai," ujarnya.

Di sisi lain, Putu Artha juga mengingatkan bahwa buta politik merupakan salah satu kebutaan yang paling berbahaya.

Orasi terkait pilkada juga disampaikan Lanang Sudira dari LSM Gerakan Solidaritas Masyarakat Bali, Ketut Wenten Ariawan dan Pak Ogah Taman Pancing.

Lanang Sudira menyoroti lemahnya pengawasan pilkada di Kabupaten Karangasem, khususnya dalam pemasangan baliho. Sementara Wenten Ariawan dan Pak Ogah menyampaikan harapan agar masyarakat memilih pemimpin yang berkualitas.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga mengingatkan masyarakat di enam kabupaten dan kota yang akan menggelar pilkada pada Desember mendatang agar jangan memilih pemimpin hanya karena mendapat pembagian sembilan bahan pokok.

Menurut Pastika, mereka yang hanya mengandalkan uang atau sembako dalam proses pemilihan, nantinya hanya akan menjadi sosok pemimpin yang jauh dari harapan masyarakat.

Dalam memilih pemimpin, dia menyarankan masyarakat menimbang dan menguji kualitas dan kemampuan calon pemimpin melalui visi dan misi yang mereka tawarkan.

Pada 9 Desember 2015, pilkada akan digelar di enam kabupaten dan kota di Bali, yakni Jembrana, Tabanan, Badung, Bangli, Karangasem dan Kota Denpasar.

Jangan Pilih Pemimpin Karena Mendapat Sembako

Denpasar - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan masyarakat di enam kabupaten dan kota yang akan menggelar pilkada pada Desember mendatang agar jangan memilih pemimpin hanya karena mendapat pembagian sembilan bahan pokok.

"Tentukan pilihan dengan nurani dan nalar sebab masa depan Bali ada di tangan kita," katanya saat berorasi pada Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Denpasar, Minggu.

Menurut Pastika, mereka yang hanya mengandalkan uang atau sembako dalam proses pemilihan, nantinya hanya akan menjadi sosok pemimpin yang jauh dari harapan masyarakat.

Dalam memilih pemimpin, dia menyarankan masyarakat menimbang dan menguji kualitas dan kemampuan calon pemimpin melalui visi dan misi yang mereka tawarkan.

Pada 9 Desember 2015 pilkada akan digelar di enam kabupaten dan kota di Bali, yakni di Jembrana, Tabanan, Badung, Bangli, Karangasem dan Kota Denpasar.

Selain bicara mengenai sosok calon pemimpin, dalam kesempatan itu Pastika juga mengajak masyarakat senantiasa mengedepankan optimisme dalam menjalani kehidupan.

Menurut dia, seorang yang selalu optimistis akan mampu memecahkan setiap persoalan yang tengah dihadapi. Orang yang pesimistis akan selalu bilang "sulit", sebaliknya mereka yang optimistis selalu bilang "bisa".

Di sisi lain, dia mengaku bangga dengan perkembangan PB3AS yang makin banyak dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai pendapat dan aspirasi.

Melihat perkembangan positif ini, Pastika berharap podium sejenis ini dibuat oleh pemerintah kabupaten dan kota. Banyak persoalan akan dapat diselesaikan jika podium penyampaian aspirasi bisa dibuat di tingkat kabupaten dan kota.

Dia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memanfaatkan PB3AS untuk menyampaikan aspirasi mereka. "Saya bangga, materi orasi sudah semakin berkualitas," ucapnya.

Mantan Kapolda Bali itu berharap podium ini dapat dimanfaatkan lebih intensif oleh lembaga pemerintah untuk menyosialisasikan berbagai program.

Secara khusus, Pastika memberi ruang bagi Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang juga meramaikan PB3AS ini. "Bila perlu tiap minggu datang ke sini, umumkan hasil pengawasan mengenai jenis obat dan makanan yang tak layak digunakan atau dikonsumsi," ujarnya.

Informasi itu, lanjut dia, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat agar tak salah memilih produk obat maupun makanan. "Jangan sampai masyarakat tersesat karena kurang tahu. Kita yang berkewajiban memberikan informasi," katanya.

Putu Arta Sanjung Ahok di Depan Gubernur Bali, “ Berani Seperti Ahok?”

DENPASAR - I Gusti Putu Arta, Mantan Komisioner KPU Pusat, menyampaikan, kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, bisa dicontoh oleh pemimpin daerah lain khususnya di Bali.

“Kalau parkir di Denpasar itu dikelola dengan baik, bisa mencapai Rp 47 milyar, tidak di level ratusan juta. Berani tidak seperti Ahok? Bikin parkir dengan sistem online? Bikin parkir dengan sistem gate?” kata mantan Komisioner KPU ini di PB3AS, Denpasar, Bali, Minggu (11/10/2015).

Putu Arta juga mengatakan bahwa ia merasakan dampak peningkatan dari kinerja Gubernur DKI Jakarta yang sekarang, Basuki Tjahaya Purnama.

Selain itu diakuinya Ahok merupakan pribadi yang visioner dan berani menantang siapapun yang melawannnya.

“Ahok itu berani menantang siapapun yang melawan dia, hasilnya bisa terlihat, bagaimana sungai di Jakarta bersih. Bagaimana tingkat peradaban mulai terlihat. Saya tinggal di Jakarta merasakan hal itu. Karena ada orang hebat, orang yang punya nyali dan cerdas,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan Bali harus memilih pemimpin yang lebih baik untuk Pilkada Gubernur Bali tahun 2018 mendatang. Karena menurutnya, tidak banyak sosok orang Bali yang miliki reputasi di tingkat Nasional.

“Nanti kita harus mencari, saya kira jarang orang Bali yang memiliki reputasi tinggi di tingkat nasional. Lihat saja pengamat-pengamat di televisi, tidak banyak ada orang Bali yang mempu berbicara, miris juga saya. Ini karena kenyataannya memang banyak orang Bali pintar tetapi untuk mempu berbicara di depan umum itu, gagu mereka, makanya Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) ini sebagai latihan lah ibaratnya, biar bisa berbicara di depan publik” ujar Pastika di PB3AS, Denpasar, Bali, Minggu (11/10/2015).

Ia juga mengatakan bahwa mencari pemimpin ini menjadi momentum bagi Bali apalagi Denpasar nanti, karena orang indonesia masih sangat tergantung sama pemimpin. Berbeda dengan negara-negara maju sudah tidak seperti itu, karena manajemen nasionalnya baik.

“Indonesia masih sangat tergantung dengan pemimpinnya, contohnya kalau orang Indonesia itu berjalan beriringian seperti bebek, kalau orang luar negeri mereka berbarengan jalan, kalau bertiga ya bertiga. Makanya keliatan orang Indonesia di luar negeri,” tegas Pastika.

Selain itu ia mengatakan, sosok pemimpin itu sangat berpengaruh bagi Indonesia, seperti peribahasa bahwa sekumpulan harimau kalau dipimpin seekor kambing dia (harimau) menjadi kambing, kalau sekelompok kambing dipimpin seekor harimau ia (kambing) akan mengaum semua.





sumber : tribun, antarabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen