Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , , , » Gede Agung Pilih Giriasa Sebabkan Alit Putra Turun Gunung, Golkar Percepat Musda

Gede Agung Pilih Giriasa Sebabkan Alit Putra Turun Gunung, Golkar Percepat Musda

Written By Dre@ming Post on Kamis, 12 November 2015 | 7:52:00 AM

AA Agung (kiri) Alit Putra (kanan) - Anak Agung Gede Agung dengan menggelar pertemuan bersama pasangan calon I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa (Giriasa) yang diusung PDIP di Badung, membuat Demokrat juga menurunkan sesepuhnya di Pilkada Badung
DENPASAR - Turunnya mantan Bupati Badung, Anak Agung Gede Agung dengan menggelar pertemuan bersama pasangan calon I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa (Giriasa) yang diusung PDIP di Badung, membuat Demokrat juga menurunkan sesepuhnya di Pilkada Badung.

Blusukan Menangkan Paket Sudiana-Sutrisno Tak tanggung-tanggung mantan Bupati Badung yang juga Wakil Ketua DPRD Bali, I Gusti Bagus Alit Putra juga turun gunung. Mantan Bupati Badung periode 1990-2000 ini mulai blusukan sebulan ini mensosialisasikan kandidat I Made Sudiana- I Nyoman Sutrisno.

Hal itu diungkapkan Alit Putra ketika ditemui di Gedung DPRD Bali, Selasa (10/11) siang. Alit Putra menegaskan sebagai kader Demokrat dan terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD Bali di Dapil Badung adalah kewajiban moral memenangkan paket yang diusung Demokrat di Pilkada Badung.

“Sebagai anggota DPRD Bali dari dapil Badung saya juga punya kewajiban moral mendukung paket yang diusung Demokrat di Pilkada. Itu sudah komitmen seorang kader partai. Masak temannya bertempur diam saja. Ya habis-habisanlah. Ini baru selesai sosialisasi dan simakrama,” tegas Alit Putra.

Di Pilkada Badung, Demokrat mengusung pasangan I Made Sudiana-I Nyoman Sutrisno menurut Alit Putra sudah tepat. Demokrat berkoalisi dengan Partai Gerindra mengusung paket Sudiana-Sutrisno berjuluk pasangan yang memiliki visi-misi Badung Bagus ini harus kerja keras, karena yang dihadapi juga partai besar. Alit Putra mengaku menghidupkan kembali simpul dan channel basis massanya di Pileg 2014 lalu. Peraih suara 19.000 di Pileg 2014 untuk kursi DPRD Bali ini mengatakan turun di seluruh kecamatan yang ada.

“Ya saya orangtua mungkin speed-nya nggak cepat, tetapi yang penting gerak dan rutin menemui rakyat di Badung,” ujar mantan Ketua DPD Demokrat Bali ini. Di mana saja sudah turun masimakrama? “Kita nggak milih-milih, yang jelas kita datangi rakyat. Saya membantu sosialisasikan Sudiana-Sutrisno, supaya masyarakat Badung tahu,” tegas politisi yang purnawirawan Brigjen TNI ini.

Di Pilkada serentak 9 Desember mendatang, Demokrat mengusung 4 pasangan calon dan mendukung 1 pasangan calon. Demokrat mengusung pasangan calon di Pilkada Badung, yakni Sudiana-Sutrisno, di Bangli Demokrat mengusung paket Ida Bagus Brahmaputra-I Ketut Ridet bersama Partai Gerindra.

Di Denpasar Demokrat berkoalisi dengan Golkar-PKS mengusung pasangan I Made Arjaya-Anak Agung Ayu Rai Sunasri, di Tabanan Demokrat mengusung pasangan I Wayan Sarjana-Ida Bagus Komang Astawa Merta bersama NasDem, Golkar dan Gerindra. Di Pilkada Karangasem Demokrat mendukung pasangan I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Wayan Artha Dipa (Masdipa). Menurut Alit Putra pertarungan 6 Pilkada adalah pertarungan menentukan bagi partai politik. Karena setelah itu even-even perhelatan politik akan memudahkan mesin partai dalam mendulang dukungan rakyat.

Musda Dipercepat, Sudikerta Galang DPD II

DENPASAR - Dianggap saingan, Ketua DPD II Golkar Buleleng dan DPD II Golkar Karangasem tak diundang rapat.

Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) untuk pemilihan Ketua DPD I Golkar Bali, dipercepat sekitar tiga bulan. Semua, Musda Golkar Bali diagendakan terlaksana Februari 2016, namun pelaksanaannya ipercepat men jadi 18 November 2015 ini. Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta disebut-sebut sudah kumpulkan para ketua DPD II Golkar Kabupaten/Kota se-Bali sebagai bagian galang dukungan.

Sumber di lingkaran Beringin menyebutkan, rencana pelalsanaan Musda Golkar Bali yang dipercepat ini sudah dilaporkan kepada Ketua Umum DPP Golkar, Aburizal Bakrie alias Ical. DPP Golkar pun telah menyetujuinya. “Jadi, sudah final itu, Musda Golkar Bali digelar 18 November 2015 nanti. Tanya saja ke DPD I Golkar,” tegas sumber tersebut, Selasa (10/11).

Dia menyebutkan, Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta selaku kandidat incumbent, bahkan telah mengumpulkan para Ketua DPD II Golkar se-Bali. Saat para Ketua DPD II Golkar se-Bali selaku pemilik suara dalam Musda dikumpulkan, ada dua nakhoda yang absen. Keduanya merupakan calon penantang Sudikerta dalam perebutan Ketua DPD I Golkar Bali mendatang.

Mereka masing-masing Nyoman Sugawa Korry (Ketua DPD II Golkar Buleleng yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Bali 2014-2019) dan I Wayan Geredeg (Ketua DPD II Golkar Karangasem mantan Bupati Karangasem dua kali periode yang kini juga menjabat Wakil Bendahara Umum DPP Golkar versi Munas Nusa Dua).

Konon, Sudikerta sengaja memerintahkan untuk tidak mengundang Sugawa Korry dan Wayan Geredeg dalam rapat ‘penggalangan dukungan’ yang digelar sepekan lalu. Pasalnya, Sudikerta (Ketua DPD I Golkar Bali yang juga Wakil Gubernur Bali) menganggap Sugawa Korry dan Geredeg sebagai pesaing. “Kemungkinan, saat rapat sepekan lalu itu pengkondisian (penggalangan dukungan, Red),” ujar sumber tadi.

Dalam pertemuan yang digalang Sudikerta sepekan lalu, kata sumber tersebut, seluruh 7 Ketua DPD II Golkar Kabupaten/Kota lainnya hadir. Mereka masing-masing Ketua DPD II Golkar Denpasar Wayan Mariyana Wandira, Ketua DPD II Golkar Badung I Wayan Muntra, Ketua DPD II Golkar Tabanan I Nyoman Wirya, Ketua DPD II Golkar Jembrana I Made Suardana), Ketua DPD II Golkar Bangli I Wayan Gunawan, Ketua DPD II Golkar Gianyar I Made Dauh Wijana, dan Ketua DPD II Golkar Klungkung I Made Ariandi.

Bukan hanya Sudikerta selaku kandidat incumbent yang sudah menggalang dukungan. Dua penantangnya, Sugawa Korry dan Geredeg, juga disebut-sebut sudah lakukan penggalangan. Namun, dukungan Sugawa Korry dan Geredeg mulai digergaji kubu Sudikerta. Salah satu caranya, mempercepat digelarnya Musda Golkar Kabupaten/Kota se-Bali. Targetnya, menggusur jaringan Sugawa Korry di DPD II Golkar Buleleng dan jaringan Geredeg di DPD II Golkar Karangasem.

Betulkah? Dikonfirmasi saat kegiatan di Badung, Selasa kemarin, Sudikerta mengakui Musda Golkar Bali memang akan digelar 18 November 2015 nanri. “Kok Anda tahu? Siapa yang kasitahu? Ya, memang benar itu. Kita percepat konsolidasinya, supaya semakin solid organisasi ini. Maunya Musda tahun 2016, tapi ini mendesak,” dalih Sudikerta.

Menurut politisi asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini, Musda Golkar Bali yang dipercepat menjadi 18 November 2015 sudah atas sepengetahuan DPP Golkar. “Ini sudah diketahui DPP Golkar, karena kami juga menyampaikan kepada ketua umum (Ical). Tidak ada persoalan dan itu memang sah, tidak melanggaran aturan organisasi. Konsolidasi dipercepat, itu makin bagus,” tandas mantan Wakil Bupati Badung dua periode ini.

Ditanya soal informasi tidak diundangnya Sugawa Korry dan Geredeg dalam pertemuan Ketua DPD II Golkar se-Bali, Sudikerta sempat terkejut. “Siapa ngasitahu? Para Ketua DPD II Golkar memang saya panggil, karena mau Musda. Masa salah? Kalau ada yang tidak datang, bisa saja, mungkin karena ada kesibukan. Yang terpenting, konsolidasi organisasi ini berjalan semuanya. Kita jaga kekompakan dan soliditas.”

Sudikerta sendiri kembali menegaskan dirinya siap maju ke Musda untuk memper-tahankan kursi Ketua DPD I Golkar Bali. Sudikerta mengaku sudah mantap dan sangat yakin bisa memenangkan Musda Golkar Bali. Alasannya, mayoritas Ketua DPD II Golkar se-Bali mendukung dirinya.

“Semuanya sudah kompak dukung kita. Organisasi sayap juga begitu. Musda nanti tinggal kita laksanakan saja,” ujar Sudikerta, yang sebelumnya naik ke kursi Ketua DPD I Golkar Bali 2009-2015 menggantikan Cokorda Gede Budi Suryawan (CBS) melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

Sudikerta menegaskan, dalam proses demokrasi di Musda Golkar Bali nanti, ada dua pilihan. Pertama, istilah aklamasi. Kedua, one man one vote. Yang mana pun yang dilaksanakan, dirinya siap. “Kalau mau aklamasi oke, kalau on man one vote juga oke. Bagi saya, tidak masalah itu,” tegas mantan Ketua DPD II Golkar Badung ini.

Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Karangasem Wayan Geredeg mengaku sama sekali tidak tahu ada rapat para nakhoda partai bersama Ketua DPD I Golkar Bali. "Itulah kondisinya. Mungkin tahu kali, saya ini sibuk, sehingga nggak diundang rapat," ujar Geredeg saat dikonfirmasi, Selasa kemarin.

Menurut Geredeg, dirinya belum memikirkan Musda untuk perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Bali. Alasannya, semua kader Golkar memang diminta fokus dulu di Pilkada 2015. "Saya ini fokus di Pilkada Karangasem 2015. Saya ini kader yang tidak hanya mengejar kursi jabatan tapi mengabaikan kepentingan partai. Pilkada ini kan sangat penting bagi partai untuk membangun kekuatan dan soliditas," tegas politisi Golkar asal Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem ini.

Geredeg mengingatkan, di tingkat pusat, DPP Golkar masih dalam proses islah dualisme kepengurusan. Maka, sebaiknya Golkar Bali menunggu proses islah tersebut. "Ingat, ini masih islah. Menjadi calon pemimpin boleh saja, tapi kedepankan konsolidasi," tandas Geredeg.







sumber : NusaBali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen