Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Akankah Ical Turun Tangan?, Tarung Korry vs Subawa Memanas

Akankah Ical Turun Tangan?, Tarung Korry vs Subawa Memanas

Written By Dre@ming Post on Senin, 14 Desember 2015 | 7:32:00 AM

  Sugawa Korry, Wayan SubawaTim formatur yang juga diisi trio Sudikerta - Geredeg - Sugawa Korry minta petunjuk Ketua Umum DPP Golkar.
DENPASAR - Kompromi antara kubu Ketua DPD I Golkar Bali 2015-2020 I Ketut Sudikerta vs Ketua Harian DPD I Golkar Bali 2015-2020 I Wayan Geredeg saat tarung Musda, Jumat (11/12) dinihari, terancam buyar. Masalahnya, kedua kubu justru masih bertegang soal jabatan strategis Sekretaris DPD I Golkar Bali di mana Geredeg jagokan Nyoman Sugawa Korry, sementara Sudikerta usung Wayan Subawa.

Hingga Minggu (13/12), antara kubu Geredeg (Ketua DPD II Golkar Karangasem yang kompromi saat Musda hingga didudukkan menjadi Ketua Harian DPD I Golkar Bali) dan Sudikerta (Ketua DPD I Golkar Bali 2010-2015 demisioner yang terpilih lagi nelalui Musda) dikabarkan sama-sama ngotot minta jatah jabatan Sekretaris DPD I Golkar Bali 2015-2020.

Kubu Geredeg ngotot minta agar jatah Sekretaris DPD I Golkar Bali diberikan kepada Nyoman Sugawa Korry. Apalagi, nama Sugawa Korry juga diinginkan kalangan sesepuh partai untuk menduduki jabatan strategis Sekretars DPD I Golkar Bali, sehingga Beringin ke depan menjadi kuat.

Sugawa Korry merupakan politisi senior Golkar asal Desa banyuatis, Kecamatan Banjar Buleleng, yang kini masih menjabat Ketua DPD II Golkar Buleleng dan sekaligus Wakil Ketua DPRD Bali 2014-2019. Dalam Musda Golkar Bali di Inna The Grand Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (10/12) hingga Jumat dinihari, Sugawa Korry pilih kompromi batal maju tarung berebut kursi Ketua DPD I Golkar Bali, guna memberi jalan bagi Geredeg.

Nah, saat agenda puncak pemilihan Ketua DPD I Golkar Bali 2015-2020 dalam sidang Musda yang dipimpin Wakil Ketua Umum DPP Golkar Nurdin Halid, Geredeg dan Sudikerta sama-sama dapat 7 suara. Sampai akhirnya ditempuh jalur kompromi, di mana Geredeg bersedia mengalah, hingga Sudikerta naik lagi sebagai Ketua DPD I Golkar Bali. Geredeg sendiri diberi jabatan sebagai Wakil Ketua Harian DPD I Golkar Bali.

Setelah terpilih kembali menjadi ketua partai, Sudikerta ngotot minta agar Wayan Subawa yang mendampinginya sebagai Sekretaris DPD I Golkar Bali 2015-2020. Subawa merupakan politisi Golkar asal Banjar Yangbatu Kangin, Desa Yangbatu, Kecamatan Denpasar Timur. Mantan Sekda Kabupaten Badung yang diusung Golkar menjadi Calon Walikota (Cawali) Denpasar di Pilkada 2010 ini sebelumnya menjabat Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Bali hasil reshuffle sejak tahun 2012.

Sumber menyebutkan, kubu Sudikerta berupaya melobi Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie alias Ical untuk menggolkan Subawa jadi Sekretaris DPD I Golkar Bali. Lobi dilakukan secara halus, di mana Sudikerta selaku ketua terpilih meminta kepada Ical agar diberikan kewenangan penuh untuk menentukan Sekretaris DPD I Golkar Bali. "Sekarang masalah ini akan dimintakan petunjuk ke Pak Ical,” kata sumber yang kader elite Golkar, Minggu kemarin.

Dia menyebutkan, sebelumnya Geredeg bersedia kompromi dan mengalah saat skor imbang 7:7 dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar Bali di Musda, dengan kompensasi kubunya dapat jatah jabatan Sekretaris DPD I Golkar. Ternyata, lanjut dia, kompromi ini terancam diingkari kubu Sudikerta yang justru mengajukan Subawa sebagai Sekretaris DPD I Golkar bali. "Jadi, pertarungan Sugawa Korry vs Subawa akan semakin sengit," katanya.

Siapa di antara Sugawa Korry dan Subawa yang nantinya terpilih menjadi Sekretaris DPD I Golkar Bali 2015-2020, tergantung hasil lobi-lobi ke DPP Golkar. Saat Tim formatur yang akan menyusun kepengurusan DPD I Golkar Bali hasil Musda 2015 terdiri dari Nurdin Halid (unsur DPP Golkar), Ketut Sudikerta (Ketua DPD I Golkar terpilih), Wayan Geredeg (Ketua Harian DPD I Golkar terpilih), Nyoman Sugawa Korri (unsur DPD II Golkar Kabupaten/Kota), dan I Gusti Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (fungsionaris DPP Golkar yang anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali).

Sayangnya, anggota tim formatur yang juga Ketua DPD I Golkar Bali terpilih, Sudikerta, belum bisa dimintai komentar terkait tarung perebutan kursi sekretaris ini. Saat dihubungi melalui telepon, Minggu kemarin, terdengar nada sambung namun ponselnya tidak diangkat. SMS yang dikirimkan  juga belum dibawal Sudikerta sampai berita ini diturunkan.

Sementara itu, anggota tim formatur Sugawa Korry mengatakan yang menentukan susunan kepengurusan nanti adalah formatur secara kolektif kolegial. Dia mengatakan, penentuan jabatan Ketua Harian DPD I Golkar dan Sekretaris DPD I Golkar Bali adalah keputusan kompromi.

"Perlu diingat, Musda Golkar Bali masih di-skorsing. Dan, yang memimpin Golkar Bali sekarang masih Nurdin Halid (Wakil Ketua Umum DPP Golkar yang memimpin sidang Musda, Red). Jadi, jangan memaksakan kehendak untuk kepentingan kelompok. Utamakanlah rekonsiliasi partai," tegas Sugawa Korry.

Soal namanya dijagokan sebagai kandidat Sekretaris DPD I Golkar Bali 2015-2020, menurut Sugawa Korry, itu ada kaitan dengan dirinya kompromi di Musda Golkar 2015. Saat itu, Sugawa Korry mengaku batal maju berebut kursi Ketua DPD I Golkar Bali atas saran para petinggi DPP Golkar, termasuk Ical (Ketua Umum DPP Golkar), Nurdin Halid (Wakil Ketua Umum DPP Golkar), dan Syarif Cicip Sutarjo (Wakil Ketua Umum DPP Golkar).

"Saran beliau-beliau akhirnya saya terima demi soliditas partai. Beliau-beliau meminta saya menjadi sekretaris DPD I Golkar Bali, mendampingi Sudikerta. Sudikerta juga sama sikapnya meminta saya jadi Sekretaris DPD I Golkar Bali. SMS-nya masih saya simpan," ungkap politisi yang dedengkot Koperasi ini.

Sementara itu, Wayan Subawa mengaku belum ada yang menghubungi untuk masuk struktur kepengurusan DPD I Golkar Bali hasil Musda 2015, apalagi masalah jabatan Sektetaris DPD I Golkar. "Saya tidak ada yang menghubungi untuk jabatan tersebut. Jangankan DPP Golkar, Pak Sudikerta sebagai Ketùa DPD I Golkar terpilih saja tidak ada menghubungi saya," ujar Subawa saat dikonfirmasi, Minggu kemarin.

Subawa mengatakan dirinya tidak memiliki dukungan dari tokoh DPP Golkar atau mereka yang menentukan jabatan struktural partai. "Saya tidak memiliki dukungan baik dari DPP Golkar maupun tokoh partai di Bali, karena saya hanya cucu seorang petani. Ibarat pribahasa Bali, kampid tiyang sing ngelah, tur joan tiyang kejokan (sayap saya tidak punya, daya jangkauan saya juga tidak sampai)," ujar Subawa.

"Pesan saya, mari kita hormati tim formatur, apa hasilnya. Itulah yang kita hormati bersama, jangan menghayal bahwa seseorang pasti bisa membesarkan Golkar. Selamat bertugas, tim formatur," lanjut mantan Sekda Badung yang mundur dari jabatan birokrasi karena maju ke Pilkada Denpasar 2010 ini.








sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen