Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Dipecat Semena-mena, Alit Yudha Tolak Jabatan Ketua Wantimbang Golkar

Dipecat Semena-mena, Alit Yudha Tolak Jabatan Ketua Wantimbang Golkar

Written By Dre@ming Post on Kamis, 24 Desember 2015 | 7:47:00 AM

I Gusti Ngurah Alit YudhaSatu dari empat sesepuh Beringin yang dijagokan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan (Wantimbang) Golkar Bali 2015-2010, tolak mengisi jabatan terhormat ini.
DENPASAR - Dia adalah I Gusti Ngurah Alit Yudha, sesepuh partai asal Puri Carangsari, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung yang mantan Ketua DPD I Golkar Bali 1999-2004. Masalahnya, yang bersangkutan masih kecewa pengalaman sebelumnya yang dinaikkan, lalu tiba-tiba diberhentikan dari janbatan tersebut tanpa pemberitahuan.

IGN Alit Yudha---sesepuh Beringin yang notabene putra dari Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai---merupakan satu dari empat kaders enior yang dicalonkan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Bali 2015-2020 hasil Musda 2015. Sedangkan tiga kandidat lainnya masing-masing I Dewa Gde Oka, Tjokorda Gede Budi Suryawan, dan Ida Tjokorda Pemecutan XI.

Kecuali Ida Tjokorda Pemecutan, semua kandidat Ketua Dewan Pertimbangan Golkar ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Bali. Dewa Gde Oka, sesepuh Beringin asal Bangli, sebelumnya menjabat Ketua DPD I Golkar Bali 1987-1992 (sebelum kemudian digantikan almarhum I Ketut Sundria). Sedangkan Cokorda Gede Budi Suryawan alias CBS, sesepuh Beringin asal Puri Agung Ubud, Gianyar adalah mantan Ketua DPD I Golkar Bali 2005-2010.

Dari empat 4 tokoh partai ini, Tjok Pemecutan (Raja Puri Pemecutan, Denpasar) mengatakan tidak ingin berebut posisi, apalagi minta-minta jabatan tersebut. Sebaliknya, Alit Yudha justru menolak jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Bali. Dia kecewa dengan pengalaman sebelumnya yang jadi korban ‘main tunjuk’ di era Ketua DPD I Golkar bali 2010-2015 Ketut Sudikerta.

Penolakan Alit Yudha ini disampaikan mantan Ketua Angkatan Muda partai Golkar (AMPG) Provinsi Bali, IB Yudhantara, di Denpasar, Selasa (22/12). Kader yang loyalis Alit Yudha ini mengingatkan Ketua DPD I Golkar Bali 2015-2020 terpilih hasil Musda 2015, Ketut Sudikerta, supaya lebih beretika dalam penunjukan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar.

“Kami menghormati proses penyusunan kepengurusan DPD I Golkar Bali yang berupaya mengutamakan sisi soliditas partai ke depan. Namun, jangan main tunjuk dan asal copot saja. Selama ini, kan yang terjadi asal tunjuk, asal copot. Itu tidak ada etikanya sama sekali,” ujar IB Yudhantara.

Menurut Yudhantara, kejadian asal tunjuk dan main copot itu dimulai Sudikerta saat melakukan reshuffle kepengurusan DPD Golkar Bali, Februari 2012. Sebelum terjadi reshuffle, awalnya Dewa Gde Oka yang menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Bali hasil Musda 2010.

Nah, saat terjadi reshuffle kepengurusan pada Februari 2012, nama Dewa Gde Oka dicopot dari posisinya (bersamaan dengan dilengserkannya Dewa Ayu Sri Wigunawati dari jabatan Sekretaris DPD I Golkar Bali). Muncul kemudian Alit Yudha, yang ditunjuk oleh Sudikerta menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Bali hasil reshuffle.

“Padahal, Pak Alit Yudha tidak pernah tahu ditugaskan jadi Ketua Dewan Pertimbangan. Beliau tidak ada diajak komunikasi, tapi tiba-tiba sudah turun SK sebagai Ketua Wantimbang Golkar Bali,” kenang Yudhantara.

Ternyata, lanjut Yudhantara, jurus main tunjuk dan main copot tidak berhenti sampai di situ. Hanya berselang tiga hari jelang digelarnya Musda Golkar Bali, 10 Desember 2015, lagi-lagi Alit Yudha yang dicopot dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Bali tanpa pemberitahuan.

“Saat itu, H-3 Musda Golkar, Pak Alit Yudha direshuffle dari kursi Ketua Dewan Pertimbangan Gokar Bali, tanpa ada komunikasi dan pemberitahuan,” beber Yudhantara. Sebagai gantinya, Tjok Pemecutan ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Bali. Tjok Pemecutan praktis hanya 3 hari menjabat sampai digelarnya Musda, yakni 7-10 Desember 2015.

Yudhantara memaparkan, proses dicopotnya sevara mendadak Alit dari kursi Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Bali yang telah didudukinya selama 3 tahun, sama sekali tanpa melalui rapat. Jadinya, kata dia, terkesan ‘menunjuk orang ketika ada kepentingan dan keperluan saja’. “Nah, ini yang kami nilai tidak beretika. Orang tiba- tiba dipakai tanpa panggilan, dilenyapkan tanpa sebab. Ingat, Golkar bukan perusahaan,” tegas Yudhantara.

Sayangnya, Ketut Sudikerta selaku formatur yang juga Ketua DPD I Golkar Bali 2015-2020 terpilih, belum bisa dikonfirmasi terkait penolakan kubu Alit Yudha. Saat Sudikerta coba dihubungi per telepon, Selasa kemarin, ponselnya bernada mailbox.

Sementara itu, hingga kini juga belum jelas, siapa di antara Nyomnan Sugawa Korry dan Wayan Subawa yang akan dipilih menjadi Sekretaris DPD I Golkar Bali 2015-2020. Sugawa Korry adalah Ketua DPD II Goklkar Buleleng yang diajukan kubu Wayan Geredeg (penantang Sudikerta di Musda lalu) sebagai Sekretaris DPD I Golkar Bali. Sebaliknya, Wayan Subawa adalah mantan Sekda Badung yang diajukan kubu Sudikerta sebagai Sekretaris DPD I Golkar Bali.

Sesepuh Golkar asal Denpasar, I Gusti Made Perasu, menyarankan Sugawa Korry (yang kini Wakil Ketua DPRD Bali) dan Subawa duduk bersama untuk memutuskan kursi Sekretaris DPD I Golkar Bali 2015-2020. Menurut IGM Perasu, Sugawa Korry dan Subawa sama-sama bagis dan punya kemampuan.

Namun demikian, Perasu menyarankan Sugawa Korry diplot sebagai Wakil Ketua DPD I Golkar Bali 2015-2020, sementara Subawa diplot menjadi Sekretaris DPD I Golkar Bali. Alasanya, Subawa sudah purna tugas alias pensiun dari pemerintahan, hingga punya banyak waktu dan bisa fokus mengurus sekretariat partai dan tugas-tugas kesekretariatan.

”Sahabat saya Sugawa Korry yang sekarang masih Ketua DPD Golkar Buleleng dan sekaligus Wakil Ketua DPRD Bali. Dia cukup berat beban tugasnya. Kita harapkan beliau bisa lebih concern di DPRD Bali. Makanya, Sugawa Korry dan Subawa perlu duduk bersama,” ujar mantan Ketua DPD II Golkar Denpasar dan DPRD Denpasar ini.

IGM Perasu mengatakan, Sugawa Korry adalah kader militan Golkar yang negarawan, bisa memahami dan menerima dengan baik. “Saya percaya Pak Sugawa Korry sebagai kader militan dan negawaran siap untuk diajak duduk bersama demi rekonsiliasi,” tandas politisi sepuh yang juga mantan Ketua MKGR Badung ini.










sumber : NusaBali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen