Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , , » Drama Akhir Pilkada Badung, Pikirkanlah Masyarakat!

Drama Akhir Pilkada Badung, Pikirkanlah Masyarakat!

Written By Dre@ming Post on Rabu, 16 Desember 2015 | 1:56:00 PM

 I Made Sugita - Ancaman PDIP untuk mendepak kader legislatif yang tidak bekerja dan bahkan membelot dalam Pilkada 2015 di Bali, kian mendekati kenyataan. Disisi lain Kemenangan paket Giriasa (PDIP–Golkar) memunculkan isu rolling di komisi dan alat kelengkapan dewan. Sebab sebelumnya, DPRD Badung ‘dikuasai’ koalisi PDIP–Demokrat
Komisi Dewan Digoyang Isu Rolling

MANGUPURA - Kemesraan PDI Perjuangan dan Partai Golkar Badung yang sukses menggolkan pasangan bupati dan wakil bupati Badung I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa menjadi pemenang dalam Pilkada 2015, memunculkan isu miring di tubuh komisi dan alat kelengkapan dewan. Pasalnya komisi dan alat kelengkapan dewan yang ada saat ini masih dipegang koalisi PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Benarkan koalisi ini akan bertahan?

Bersamaan dengan desas-desus tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, IGN Sudiarsa, Selasa (15/12), menyatakan, setelah pasangan calon Giri Prasta dan Suiasa dilantik, pihaknya berharap agar terjadi harmonisasi antara legislatif dan eksekutif. Termasuk, rolling atau pergantian komisi juga wajib dilakukan.

“Semua komponen pemerintah tidak ada lagi istilah tidak mendukung, dan itu mesti adanya rolling jabatan kelembagaan di DPRD sehingga di tahun 2016 harus mampu menempatkan anggota sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing,” katanya. Dia melanjutkan, pergantian ini untuk mendukung kebijakan bupati dan wakil bupati terpilih agar fungsi dewan bisa berjalan maksimal.

Politisi asal Legian, Kecamatan Kuta, ini mengungkapkan, begitu juga dengan mutasi di lingkungan pejabat eksekutif Badung. Menurutnya menjadi sebuah keharusan yang dilakukan oleh bupati dan wakil bupati baru. Mengingat misi dan visi paslon Giriasa akan segera ditetapkan menjadi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Badung dalam lima tahun ke depan.

Sudiarsana juga menyarankan agar ke depan ada sistem jelas dalam melakukan mutasi. “Bila perlu lakukan lelang jabatan seperti di Provinsi DKI Jakarta,” harapnya. Meski demikian, ia menekankan agar dalam pergantian jabatan tidak dilandasi rasa dendam atau suka dan tidak suka.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Badung I Made Sunarta, tak banyak memberikan komentar terkait masalah kemungkinan perubahan di tubuh komisi dan alat kelengkapan dewan yang sudah berjalan saat ini. Namun, Sunarta yang juga Wakil Ketua II DPRD Badung, mengaku mendengar selentingan pergantian tersebut.

“Kalau secara resmi belum ada komunikasi terkait masalah itu. Baik dari Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Badung maupun dari induk partai PDI Perjuangan. Tapi kami tetap akan melakukan komunikasi untuk ke depannya,” katanya.

Untuk diketahui, Koalisi PDI Perjuangan dan Demokrat di parlemen saat ini menghasilkan pembagian pucuk pimpinan hampir secara merata. Misalnya, Ketua Komisi I I Nyoman Ardana (Demokrat), Ketua Komisi II Nyoman Dirgayusa (PDI Perjuangan). Kemudian, Ketua Komisi III dipercayakan kepada I Nyoman Satria (PDI Perjungan), Ketua Komisi IV awalnya juga dipercayakan kepada kader Demokrat yakni I Nyoman Sutrisno. Namun karena Sutrisno mengundurkan diri, posisi ketua Komisi IV belum final.

Selain itu, Ketua Badan Legislasi (Banleg) dipegang oleh I Made Reta (Demokrat), sedangkan Ketua Badan Kehormatan (BK) I Made Duama (PDI Perjuangan). Dengan terjalinnya koalisi ini, Golkar praktis tidak mendapatkan jatah satu pimpinan pada komisi dan alat kelengkapan dewan.

Dicurigai Membelot, Disel-Sugita Diancam Pecat

MANGUPURA - Khusus di Badung, ada dua kader elite yang telah diusulkan untuk dipecat, karena dicurigai membelot dukung kandidat lain dalam Pilkada 2015: I Wayan Disel Astawa (anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Dapil Badung) dan I Made Sugita (anggota Fraksi PDIP DPRD Badung dapil Kuta).

Usulan pemecatan terhadap Wayan Disel Astawa (politisi PDIP asal Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung yang telah dua kali periode duduk di DPRD Bali) dan Made Sugita (poliisi PDIP asal Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Badung) ini diungkapkan Ketua DPC PDIP Badung, Nyoman Giri Prasta, seusai pelantikan DPRD Badung Pengganti Antar Waktu (PAW), Selasa (15/12). Menurut Giri Prasta, usulan pemecatan Disel Astawa dan Made Sugita sudah disampaikan melalui rapoat DPC PDIP Badung.

“Kami sudah rapat di DPC PDIP Badung. Dalam rapat itu telah diusulkan agar mereka (Disel Astawa dan Sugita) dipecat. Kami fair dan terus terang saja, kami sebut nama Pak Wayan Disel Astawa dan Made Sugita,” tegas Giri Prasta yang juga Calon Bupati (Cabup) terpilih di Pilkada 2015 yang diusung PDIP dengan didukung Golkar-NasDem-Hanura.

Giri Prasta yang notabene mantan Ketua DPRD Badung dua kali periode, menyatakan usulan pemecatan Disel Astawa dan Sugita didasari atas bukti-bukti yang kuat. Di antaranya, selama masa kampanye Pilkada Badung 2015, baik Disel Astawa maupun Sugita tidak pernah hadir sama sekali untuk mensupport pasangan Giri Prasta-Ketut Suiasa alias Paket Giriasa, Cabup-Cawabup yang diusung PDIP.

Begitu pula saat digeklar rapat internal Tim Pemenangan Paket Giriasa, menurut Giri Prasta, Disel Astawa dan Sugita tidak perah hadir. Bahkan, sempat beberapa kali mereka dipanggil DPD PDIP Bali pimpinan Dr Ir Wayan Koster MM, namun tetap saja tidak ada perubahan sikap.

Alhasil, kata Giri Prasta, struktur partai menyimpulkan Disel Astawa dan Sigita telah membelot di Pilkada Badung 2015. Dalam Pilkada Badung, 9 Desember 2015, Paket Giriasa tarung head to head melawan pasanganh Made Sudiana-Nyoman Sutrisno alias Paket Susut (diusung Gerindra-Demokrat). Paket Giriasa keluar sebagai pemenang, dengan suara sementara kisaran 60 persen.

Menurut Giri Prasta, ancaman pemecatan terhadap Disel Astawa dan Sugita ini bukan main-main. “Lihat saja buktinya nanti. Pertama, mereka nyeberang (membelot). Kedua, nereka tidak pernah hadir dalam simakrama maupun rapat tim pemenangan. Itu artinya tak bekerja dan tidak ada itikad baik,” beber politisi PDIP asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung (Utara) ini.

Giri Prasta pun kembali menegaskan, ancaman pemecatan Disel Astawa dan Sugita didasarkan atas sikap politik keduanya. Jadi, ini bukan semata melihat perolehan suara Paket Giriasa di kandang yang bersangkutan. Kalau bicara suara, Paket Giriasa unggul di kandang Disel Astawa yakni kawasan Desa Ungasan, Kuta Selatan. Di Desa Ungasan, Girasa rengkuh 4.834 suara, sementara Susut kebagian 2.282 suara. Sebaliknya, di kandang Sugita yakni di Kelurahan Tuban, Giriasa kalah telak karena hanya meraih 921, sementara Susut mendominasi 2.073 suara.

“Jadi, dasar usulan pemecatan tidak semata hanya perolehan suara di kandang. Internal partai sudah tahu persis sikap mereka (Disel Astawa dan Sugita). Bahkan, seluruh kader juga tahu sikap mereka. Saya tegaskan, DPC PDIP mengusulkan agar mereka dipecat,” tandas Giri Prasta, yang Selasa kemarin menyerahterimakan jabatan Ketua DPRD Badung kepada penggantinya dengan status PAW, I Putu Parwata.

Meski sudah mengusulkan pemecatan, lanjut Giri Prasta, PDIP tetap akan menurunkan Mahkamah Partai untuk meberikan pembelaan kepada Disel Astawa dan Sugita. Hal tersebut sesuai dengan prosedur yang ada di internal partai.

Sebetulnya, dalam Pilkada Badung 2015, ada dua lagi kader legislatif yang tumbang di kandangnya. Pertama, I Wayan Sandra, anggota Fraksi PDIP DPRD Badung Dapil Kuta Utara. Di tempat Wayan Sandra nyoblos yakni Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, pasangan Giri Prasta-Suiasa hanya memperoleh 1.625 suara, diungguli Paket Susut yang meraup 4.510 suara.

Kedua, I Nyoman Satria, Ketua Fraksi PDIP DPRD Badung Dapil Mengwi. Nyoman Satria yang notabene Koordinator Tim Media Paket Giriasa nyoblos di Kelurahan Mengwi, Kecamatan Mengwi. Di kandang Nyoman Satria ini, Paket Giriasa hanya memperoleh 2.171 suara, diungguli Paket Susut raup 2.576 suara.

Namun, menurut Giri Prasta, Nyoman Satria dan Wayan Sandra tidak layak dipecat. Pasalnya, kedua kader legislatif ini sudah bekerja maksimal selama masa kampanye Pilkada badung 2015. “Kita buka saja, contohnya Nyoman Satria. Dia memang kalah di desanya, tapi kami sudah punya rekam jejaknya,” ungkap Giri Prasta. Begitu pula Wayan Sandra, dianggap sudah kerja maksimal, meskipun kalah di desanya.

Sementara itu, DFisel Astawa belum berhasil dimintai komentarnya soal ancaman pe-mecatan dari PDIP akibat isu pembelotan di Pilkada Badung 2015. Sedangkan Made Sugita enggan berkomentar saat ditemui di sela-sela pelantikan Pimpinan DPRD Badung kemarin. “Kok tanya ke saya? Udah, saya nggak mau berkomentar,” elak Sugita.

Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster memastikan akan terapkan sanksi tegas terhadap kader partai yang membelot dan tidak bekerja di Dapilnya dalam Pilkada 2015. Kalau tidak bekerja, mereka di-PAW dari keanggotaan Dewan, sementara yang ketahuan membelot mereka terancam dipecat.

Menurut Koster, PDIP sudah memberi tanda lingkaran kader partai yang terindikasi membelot dan tidak kerja. Pihaknya sudah menerima laporan dari DPC PDIP di 6 Kabupaten/Kota se-Bali yang ikut Pilkada 2015, yakni Badung, Denpasar, Tabanan, Bangli, Karangasem, dan Jembrana. Dalam laporan ini, DPC PDIP melaporkan kader-kader partai yang diduga membelot dengan bukti yang ada. "Nah, kalau terbukti membelot, akan dipecat. Di Badung sudah ada itu (kader membelot), tapi kami tidak sebutkan sekarang,” tandas Koster di Kantor Sekretariat DPD PDIP Bali, Jalan Banteng Baru Niti Mandala Denpasar, Kamis (10/12) sore.

Koster menegaskan, juga akan ada evaluasi terhadap kader soal target suara yang ditentukan di desanya, apakah tercapai atau tidak. Dalam hal ini, akan dilihat fakta-faktanya, apakah benar-benar kalah karena kandidat lain memang kuat, padahal kader bersangkutan sudah bekerja penuh. “Tapi, calon PAW-nya juga kita lihat. Jangan-jangan (caleg) yang di bawahnya sengaja membelot supaya, anggota Dewan di-PAW, sehingga dia bisa naik. Kita akan buktikan itu. Kalau yang di bawahnya nggak kerja, bisa yang tidak kerja inilah kita tegur."












sumber : NusaBali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 jam yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen