Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Karangasem?, Sapu Kepala Daerah Di Bali, PDIP Lingkari Kader Pembelot

Karangasem?, Sapu Kepala Daerah Di Bali, PDIP Lingkari Kader Pembelot

Written By Dre@ming Post on Jumat, 11 Desember 2015 | 7:15:00 AM

 Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster (3 dari kiri) saat jumpa pers pasca sukses partainya di Pilkada 2015, Kamis (10/12). PDIP pastikan akan terapkan sanksi tegas terhadap kader partai yang membelot dan tidak bekerja di dapilnya dalam Pilkada 2015 serentak di 6 daerah di Bali.
DENPASAR - Kalau tidak bekerja, mereka di-PAW dari keanggotaan DPRD, sementara yang ketahuan membelot terancam dipecat. PDIP sudah memberi tanda lingkaran kader partai yang terindikasi membelot.

Diberlakukannya sanksi pasca coblosan Pilkada 2015 ini disampaikan Ketua DPD PDIP Bali, Dr Ir Wayan Koster MM, saat jumpa pers di Kantor Sekretariat DPD PDIP Bali, Jalan Banteng Baru Niti Mandala Denpasar, Kamis (10/12) sore. "Nanti ada yang dipecat. Ada pula yang sanksi bentuk lain, seperti tidak dicalonkan lagi sebagai caleg (di Pileg 2019, Red,” jelas Koster.

“Kader legialstif yang kalah di desanya atau di-TPS-nya, di-PAW (dari keanggotaan DPRD). Secara umum, itu yang akan diberlakukan. Kami sudah pantau dan lingkari kader yang membelot juga," lanjut politisi militan PDIP asal Desa Sembiran, Kecamatgan Tejakula, Buleleng yang juga anggota Komisi X DPR RI Dapil Bali tiga kali periode ini.

Menurut Koster, pihaknya sudah menerima laporan dari DPC PDIP di 6 Kabupaten/Kota se-Bali yang ikut Pilkada 2015, yakni Badung, Denpasar, Tabanan, Bangli, Karangasem, dan Jembrana. Dalam laporan ini, DPC PDIP melaporkan kader-kader partai yang diduga membelot dengan bukti yang ada. "Nah, kalau terbukti membelot, akan dipecat. Di Badung sudah ada itu (kader membelot), tapi kami tidak sebutkan sekarang,” kata Koster.

Koster menegaskan, juga akan ada evaluasi terhadap kader soal target suara yang ditentukan di desanya, apakah tercapai atau tidak. Dalam hal ini, akan dilihat fakta-faktanya, apakah benar-benar kalah karena kandidat lain memang kuat, padahal kader bersangkutan sudah bekerja penuh. “Tapi, calon PAW-nya juga kita lihat. Jangan-jangan (caleg) yang di bawahnya sengaja membelot supaya, anggota Dewan di-PAW, sehingga dia bisa naik. Kita akan buktikan itu. Kalau yang di bawahnya nggak kerja, bisa yang tidak kerja inilah kita tegur," tegas Koster.

Koster menyebutkan, secara keseluruhan, PDIP sukses memenangkan 5 dari 6 Pilkada 2015 di Bali, yakni Badung, Denpasar, Tabanan, Bangli, dan Jembrana. Hanya satu daerah yang gagal dimenangkan PDIP, yakni Pilkada Karangasem 2015---buat sementara ‘dimenangkan’ padangan I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Wayan Arta Dipa (diusung NasDem-Hanura-PKPI-Demokrat).

Dari hitungan sementara di Pilkada Jembrana 2015, kata Koster, jago PDIP yakni incumbent I Putu Artha-I Made Kembang Hartawan meraup kemenangan dengan 66 persen suara. Di Pilkada Tabanan 2015, pasangan incumbent andalan PDIP, Ni Putu Eka Wiryastuti-I Komang Gede Sanjaya, leaging denhan 64 persen suara.

Sedangkan di Pilkada Badung 2015, PDIP yang usung pasangan I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa memimpin dengan kiosaran 60 persen suara. Di Pilkada Denpasar 2015, pasangan incumbent andalan PDIP yakni IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara bahkan menang besar kisaran 82 persen. Sementara di Pilkada Bangli 2015, incumbent andalan PDIP I Made Gianyar-sang Nyoman Sedana Arta menang kisaran 60 persen suara.

Khusus di Pilkada Karangasem 2015, kata Koster, jago PDIP yakni I Wayan Sudirta-Ni Made Sumiati baru mengantongi kisaran 31 persen suara. Sudirta-Sumiati berada di posisi kedua di bawah Mas Sumatri-Arta Dipa. "Di Karangasem, kami belum bisa katakan kalah, tapi kurang beruntung dan kekurangan suara. Kita tunggu penghitungan suara resmi di KPU," tandas Koster.

Secara umum, lanjut Koster, PDIP cukup berprestasi dalam Pilkada 2015 ini. Apalagi, kali ini PDIP berhasil merebut kembali daerah terkaya Badung, yang selama 10 tahun terakhir dikuasai Golkar-Demokrat. Menurut Koster, dirinya memang ditugaskan khusus untuk merebut Badung.

"Saya sebelumnya sudah lepas di Badung. Tapi, H-5 coblosan, ada guncangan. Saya saat itu berada di Karangasem. Karena ada goncangan, Karangasem saya tinggalkan. Saya harus menghadang di Kecamatan Petang (Badung Utara), karena saat itu para komandan lawan turun sampai menginap di Petang," beber caleg peraih suara terbanyak ketiga se-Indonesia untuk kursi DPR RI dalam Pileg 2014---setelah Karolin Nastasya (PDIP) dan Puan Maharani (PDIP)---ini.

Sementara itu, tidak ada satu pun anggota Fraksi PDIP DPRD Karangasem yang tumbang di TPS-nya, kendati pasangan Sudirta-Sumiati ‘kalah’ Pilkada. Data yang diperoleh, selutruh 12 anggota Fraksi PDIP DPRD Karangasem menang di TPS-nya, yakni I Wayan Suastika, I Wayan Sumatra, I Wayan Sumerta, I Made Wirta, I Wayan Sudira, I Komang Sudanta, I Nyoman Winata, I Nengah Suparta, I Gede dana, I Wayan Geden, I Gede Dauh Suprapta, dan I Wayan Sunarta.

Sedangkan di Pilkada Bangli 2015, ada dua anggota Fraksi PDIP DPRD Bangli yang tumbang di kandang. Mereka masing-masing IB Raka Mudarma (mantan Ketua DPRD Bangli 2009-2014 yanhg rontok di TPS 1 Banjar Brahmana Pande, Kelurahan Cempaga, Kota Bangli, di mana Gianyar-Sedana Arta hanya 122 suara, diungguli IB Brahmaputra-Ketut Ridet yang raup 231 suara) dan Mangku Karyasa (di TPS 1 Banjar Selat Peken, Kecamatan Susut di mjana jagonya hanya dapat 127, diungguli lawan yang raup 134 suara).

Di Pilkada Badung 2015, ada tiga anggota Fraksi PDIP DPRD Badung yang tumbang di kandang. Pertama, I Wayan Sandra yang nyoblos di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara di mana pasangan Giri Prasta-Suiasa hanya memperoleh 1.625 suara, diungguli Made Sudiana-Nyoman Sutrisno (yang raup 4.510 suara).

Kedua, I Made Sugita yang nyoblos di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta (di mana Giri Prasta-Suiasa hanya memperoleh 921 suara, diungguli Sudiana-Sutrisno yang kebagian 2.073 suara). Ketiga, I Nyoman Satria yang nyoblos di Kelurahan Mengwi, Kecamatan Mengwi (di mana Giri Prasta-Suiasa hanya memperoleh 2.171 suara, diungguli Sudiana-Sutrisno yang kebagian 2.576 suara).

Bahkan, di Pilkada tabanan 2015, dari total 22 anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan, 2 orang di antaranya tumbang di kandang. Pertama, I Made Edi Wirawan, Ketua PAC PDIP Kediri yang nyoblos di Desa Beraban, Kecamatan Kediri. Di desa wisata ini, pasangan Eka Wiryastuti-Sanjaya hanya bisa meraih 1.798 suara, sementara lawannya yakni Wayan Sarjana-IB Astawa Merta kebagian 2.451 suara. Khusus di TPS 7 Banjar Batugaing, Desa Beraban di mana Edi Wirawan nyoblos, Eka Jaya kebagian 197 suara, sedangkan Jana Amerta dapat 196 suara.

Kedua, I Gusti Ngurah Mayun yang nyoblos di TPS 7 Banjar Dauh Peken, Desa kaba Kaba, Kecamnatan Kerambutan. Di TPS ini, Eka Jaya yang meraup 173 suara, sementara Jana Amerta unggul dengan 392 suara. Secara keseluruhan di Desa Kaba Kaba, Eka Jaya juga kalah karena hanya meraih 2.265 suara, sementara Jana Amerta kebagian 2.364 suara.

Ketua DPC PDIP Tabanan, IKG Sanjaya, mengatakan setiap anggota Dewan berjanji untuk menang di kandang masing-masing-masing. Cawabup dari PDIP ini pun mengakui jika ada dua kadernya yang berstatus anggota DPRD Tabanan keok di kandangnya. “Saya menerima laporan ada dua anggota DPRD Tabanan yang kalah di kandang. Ya, kami akan evaluasi,” tegas Sanjaya saat dikonfirmasi di Tabanan, Kamis kemarin.






sumber : NusaBali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Tanpa Urunan, PDIP Gotong Royong Menangkan KBS-Ace

DENPASAR - Kader PDIP gotong-royong dalam memenangkan KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati), pasangan Cagub-Cawagub ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen