Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Mandi Bareng secara Massal, Bule Australia Akui 15 Korban

Mandi Bareng secara Massal, Bule Australia Akui 15 Korban

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 16 Januari 2016 | 12:18:00 PM

Pelaku pedofilia, Robert Andrew Fiddes Ellis (70), warga asal Australia
Bule Australia Pelaku Pedofilia di Bali Baru Akui 15 Korban

DENPASAR - Tersangka kasus pedofilia Robert Andrew Fiddes Ellis (69) sudah mengakui tujuh korbannya.

Itu berarti sudah ada 15 bocah yang diakui Robert sebagai korbannya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hery Wiyanto mengatakan, penyidik kembali menemukan tujuh korban pelecehan seksual yang dilakukan Robert.

Pihaknya berhasil menemukan tujuh korban dari catatan 32 nama anak yang diamankan penyidik ketika menangkap Robert di Selemadeg, Tabanan.

"Kami kembali menemukan tujuh korban dari pendalaman catatan nama itu," kata Hery ditemui Mapolda Bali, Kamis (15/1/2016).

Ia mengatakan, Robert mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap 15 korban yang telah diperiksa oleh penyidik.

"Robert diperiksa kemarin (14/1/2016). Dia mengakui perbuatannya," jelas Hery.

Ia mengungkapkan, Robert cukup kooperatif ketika diperiksa oleh penyidik. Sehingga pihaknya dapat melakukan pemeriksaan dengan baik.

“Seluruh korban telah dikembalikan ke orang tuanya usai diperiksa,” jelasnya.

Namun, kepolisian tetap mengawasi para korban demi pertimbangan keamanan.

Pihaknya juga masih mendalami nama-nama dalam catatan Robert.

"Ada 32 nama di catatan itu. Masih kita telusuri," ucap Hery.

Ia mengatakan pengakuan tersangka sudah berada di Bali sejak 2013.

Pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti diantaranya, kwitansi pembelian tas, sendal, dan sepeda anak.

Kapolda Bali, Irjen Sugeng Priyanto menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir kasus pedefolia. Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Komnas Perlindungan Anak (PA).

"Saya sudah bertemu dengan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Pak Aris Merdeka Sirait," ucap Sugeng.

Dia juga meminta kepada masyarakat yang keluarganya ada yang menjadi korban untuk melaporkannya ke kepolisian, guna memudahkan penyidikan.

Aktivis perlindungan anak dari Lentera Anak Bali (LAB) Luh Putu Anggraeni mengatakan, jumlah korban yang tercatat ada 32 bocah ini terdeteksi berasal dari Denpasar dan Kuta.

Para anak jalanan ini adalah penjual gelang dan sejumlah anak jalan di Denpasar.

“Senin nanti akan ada visum lagi,” terangnya yang ikut mendampingi para korban.

Bocah Mengaku Diajak Tidur dan Mandi Bareng secara Massal

DENPASAR - Dalam catatan Lentera Anak Bali, tersangka Robert Andrew Fiddes Ellis dikenal pintar berkelit.

Bahkan warga Australia ini juga mampu mempengaruhi pikiran orangtua korban dan mampu meyakinkan jika tidak terjadi apa-apa dengan anak mereka.

“Kami sudah bertahun-tahun mengincarnya, selama ini kami dapat pengakuan dari korban, tapi saat ditanya, anak-anak ini diam, tidak mau kasih tahu,” kata Aktivis perlindungan anak dari Lentera Anak Bali (LAB) Luh Putu Anggraeni, Jumat (15/1/2016).

Setahun lalu bersama LAB pernah melakukan penelusuran di sejumlah pasar di Denpasar.

Saat itu para bocah ini mengaku diajak tidur dan mandi bareng secara massal tanpa mengenakan busana.

Bocah-bocah ini menyebutkan yang mengajak mereka seorang pria asing yang akrab dipanggil om Robert atau mister Robert.

Hanya saja, mereka tidak mau menyebutkan alamat Robert.

“Iya, dulu kita juga minta untuk diantar ke rumah Robert, tapi anak-anak ini tidak mau,” ulasnya.

Robert juga sering berpindah-pindah tempat tinggal.

Selain itu, orangtua korban juga tidak mau terbuka.

“Seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Tapi bersyukur, sekarang sudah terungkap, kami berharap harus segera ditindak,” terangnya.





Sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen