Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Tertawa Ke Kamar Istri Ketua Fraksi PDI-P Jembrana Sebelum Bunuh Diri

Tertawa Ke Kamar Istri Ketua Fraksi PDI-P Jembrana Sebelum Bunuh Diri

Written By Dre@ming Post on Jumat, 01 Januari 2016 | 10:30:00 AM

Istri Sudiasa yakni Ni Nyoman Doli (48) ditemukan tewas bunuh diri di gudang belakang rumahnya.Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengidap stroke ringan yang dideritanya selama ini. Gbr Ist
NEGARA - Isak tangis keluarga pecah di kediaman Ketua Fraksi PDI-P Jembrana, I Ketut Sudiasa, di Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Rabu (30/12/2015).

Istri Sudiasa yakni Ni Nyoman Doli (48) ditemukan tewas bunuh diri di gudang belakang rumahnya.

Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengidap stroke ringan yang dideritanya selama ini.

Di hari yang sama, bunuh diri juga dilakukan seorang pemuda, I Wayan Suarsana (30), warga Banjar Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Diduga Suarsana memiliki masalah asmara sehingga rencana pernikahannya pada Januari 2016 mendatang terancam batal.

Menurut Psikiater Prof Dr dr Luh Ketut Suryani, aksi bunuh diri yang dilakukan Doli dan Suarsana diakibatkan karena rasa depresi dan frustrasi. "Kedua faktor itu memantapkan tekad mereka untuk bunuh diri sebagai jawaban dari segala pemikiran dan kondisinya," ujar Prof Suryani saat dihubungi via telepon tadi malam.

Berdasarkan data Suryani Institute yang dipaparkan di Denpasar, Senin (28/12/2015), pada tahun 2015 terdapat 113 kasus bunuh diri di Bali.

Sejak tahun 2010-2015 terdapat 671 kasus.

Sebanyak 80 persen korban memilih dengan cara gantung diri.

Menurutnya gantung diri merupakan cara paling efektif dan simpel untuk mengakhiri hidup. Padahal ini adalah perbuatan dosa yang tidak dibenarkan oleh ajaran agama.

Cara ini pula yang menjadi "pilihan" Doli untuk mengakhiri hidup.

Ia ditemukan suaminya, Sudiasa, tergantung dengan tali plastik di gudang belakang rumah yang sebelumnya dipakai untuk dapur keluarga.

Sudiasa tampak masih tak percaya dengan kepergian istri tercintanya.

Dengan mata yang masih berkaca-kaca, anggota DPRD Jembrana ini mencoba menuturkan musibah yang baru saja menimpa keluarganya tersebut.

Sebelum kejadian, kata Sudiasa, sang istri memang sudah memperlihatkan gelagat yang mencurigakan dengan mondar-mandir ke gudang di belakang rumah.

"Dari tadi dia sudah keliatan gelagat aneh. Tiga kali sempat coba bunuh diri di dapur belakang. Tidak sangka kalau yang ketiganya dia benar-benar gantung diri," kata Sudiasa dengan suara yang masih gemetaran.

Pertama, kata dia, istrinya sempat menuju ke dapur belakang tanpa alasan yang jelas.

Tak lama kemudian, Sudiasa sempat mendengar bunyi gaduh dari arah dapur dan setelah dicek, istrinya mengaku sedang membersihkan perabotan dan memecahkan piring.

Lantaran tak curiga, Sudiasa kemudian kembali ke Bale Sari sembari membaca koran.

Kedua, istrinya sempat hendak kembali ke dapur namun urung setelah mendapati dirinya yang masih menyapu di Bale Sari.

Sembari tertawa, istrinya tersebut kemudian menuju kamar tidur dan menonton televisi.

Melihat gelagat aneh, Sudiasa kemudian menyusul istrinya ke kamar.

Politisi PDIP ini pun ketiduran.

Tak lama berselang ia terbangun dan langsung panik saat melihat istrinya sudah tidak berada di kamar.

Firasat buruk pun langsung menghantuinya.

Anggota DPRD dua periode ini bergegas memeriksanya di dapur belakang yang jaraknya sekitar 50 meter dari bangunan utama rumahnya.

Benar saja, percobaan ketiga sang istri untuk bunuh diri berhasil.

Sudiasa menemukan istrinya sudah dalam keadaan tidak bernyawa pukul 13.30 Wita dengan seutas tali dadung di lehernya.

"Pas saya lihat pintu dapur belakang sudah terbuka, terus lihat istri saya sudah tergantung dengan tali bekas pompa air di atap. Saya peluk dia, menangis, dan berteriak minta tolong. Akhirnya ipar saya datang dan sama-sama menurunkan istri saya," lirih Sudiasa.

Sebelum kejadian, lanjut Sudiasa, istrinya sempat mengeluhkan sakit pada dadanya dan tak bisa tidur selama lima hari.

"Kalau malam dia tidak bisa tidur. Biasanya pagi hari baru ia bisa tertidur, itupun sebentar," katanya.

Akhirnya, Rabu pagi kemarin sekitar pukul 09.00 Wita istrinya kemudian diajak berobat ke RSUD Negara.

Ibu dua anak tersebut sempat menolak opname di RSUD Negara, kemudian diperbolehkan pulang setelah diberikan obat penenang.

"Tahun 2014 lalu istri saya memang sempat stroke ringan dan dirawat di RS Surya Husada, Denpasar, selama 14 hari. Semenjak itulah dia jadi uring-uringan dan sarafnya sering kambuh dan tidak sembuh-sembuh sampai sekarang," katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, Sudiasa pun mengaku memiliki firasat buruk.

"Saya sering mimpi dicari ular. Apalagi tadi saat masuk kamar itu, dia sempat menertawai saya tidak jelas begitu," tutup Sudiasa mengakhiri ceritanya.

Mendengar musibah yang menimpa Sudiasa, kerabat dan warga setempat mendatangi rumah duka.

Tangis pun pecah. Bahkan sejumlah sanak keluarga tampak menangis histeris menyayangkan kepergian korban dengan jalan bunuh diri.

Tak lama, sejumlah anggota DPRD Jembrana datang melayat satu per satu yang disusul dengan kedatangan tim identifikasi dari Polres Jembrana yang langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

Kapolsek Kota Negara, Kompol I Made Prihenjagat, mengatakan pihanya masih menyelidiki kasus gantung diri ini serta menunggu hasil visum.

"Sampai saat ini kami belum berani memastikan apa motif dari korban yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri seperti itu. Tapi tadi setelah diperiksa oleh tim medis memang tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar Prihenjagat.




sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen