Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Ada Apa Dalam Pembunuhan Wayan Mirna

Ada Apa Dalam Pembunuhan Wayan Mirna

Written By Dre@ming Post on Kamis, 04 Februari 2016 | 2:39:00 PM

Jessica Kumala Wongso (atas), Ni Nyoman Sukre, kerabat Wayan Mirna di Gianyar, saat ditemui, Rabu (3/2/2016). (bawah)
Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27) sudah memasuki babak baru.

Jessica Wongso yang menemani Mirna saat minum kopi ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi bersikeras sudah mengantongi bukti-bukti kuat dalam menetapkan Jessica sebagai tersangka.

Bahkan disebutkan Jessica merupakan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan yang menggunakan hidrogen sianida di dalam kopi tersebut.

Seakan ingin segera menuntaskan kasus yang sudah ditangani hampir sebulan oleh kepolisian ini, Jessica yang sebelumnya intens diperiksa sebagai saksi, dicegah ke luar negeri dan kemudian ditangkap saat berada di sebuah hotel akhir pekan lalu.

Di sisi lain, polisi masih belum menerangkan motif apa yang dilakukan tersangka hingga memutuskan untuk membunuh Mirna.

Sejauh ini banyak pembuktian yang mencoba mengaitkan kasus Mirna dengan Jessica dari sisi kepribadiannya, beragam asumsi dan bukti yang diberikan seakan Jessica dan Mirna memiliki hubungan khusus yang mengarahkan Jessica sebagai pelaku yang sakit hati terhadap Mirna.

Namun, berbagai bukti yang diberikan masih belum menerangkan Jessica sebagai pelakunya.

Motif sakit hati berdasarkan kepribadian belum cukup kuat menjadi bukti Jessica adalah pelakunya.

Di sisi lain, rekaman CCTV di Kafe Olivier juga masih menjadi misteri.

Rekaman tersebut dapat menjadi petunjuk kepolisian, apakah ada gerak-gerik mencurigakan yang terjadi sesaat sebelum Mirna meminum kopi yang dipesan oleh Jessica tersebut.

Celana Jessica yang dipakai saat kejadian yang kemudian dibuang juga masih menjadi misteri.

Polisi pun hingga kini masih mencoba mendapatkan celana tersebut, yang entah sudah terdistribusi bersama sampah lainnya hingga ke mana.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Jessica tak segan diwawancarai oleh beberapa televisi nasional.

Dengan gamblang dan tenang ia membantah semua tudingan terhadapnya.

Merasa disudutkan berbagai pihak, Jessica bahkan mengadukan nasibnya ke Komnas HAM karena merasa tidak bersalah.

Sikap tenang Jessica itu juga terjadi saat Mirna mulai kejang-kejang seusai meminum kopi.

Pertanyaan yang menyeruak dan hingga kini masih mengambang, siapa yang menaruh racun sianida ke dalam gelas es kopi vietnam yang diminum Mirna, dan bagaimana caranya? Lalu apa motif pelaku melakukannya di kafe saat bersama rekan-rekannya? Masih misteri.

Tentu pertanyaan itu dapat terjawab jika ada bukti yang menunjukkan secara langsung peran pelaku, atau pengakuan dari pelaku itu sendiri kepada polisi.

Polisi diharapkan dapat menjawab dan menerangkan semua sangkaan terhadap Jessica di muka hakim.

Saat itu pula, hanya majelis di meja hijaulah yang berhak menghakimi Jessica, bukan media, bukan pula masyarakat.

Nenek Wayan Mirna di Gianyar Belum Tahu Cucunya Tewas

GIANYAR - Hujan deras mengguyur kediaman Ni Nyoman Sukre (60) di Banjar Teges Kelod, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (3/2/2016) sore.

Tepat di depan dapurnya yang sangat sederhana, Ni Nyoman Sukre terus mengawasi dua cucunya yang sedang makan siang sembari menonton televisi.

Ketika itu pandangan Nyoman Sukre tidak teralihkan dari layar kaca, kebetulan saluran televisi yang ditontonnya menyiarkan pemberitaan tentang kelanjutan kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27) di Jakarta.

Wayan Mirna Salihin, yang meninggal setelah meminum es kopi vietnam yang diketahui mengandung racun sianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (6/1/2016), bukanlah orang yang asing bagi Ni Nyoman Sukre.

Ibu kandung dari Mirna, Ni Ketut Sianti, yang diketahui berasal dari Banjar Teges Kelod, merupakan kerabat dari Ni Nyoman Sukre.

"Ibu kandung dari Mirna masih keponakan saya. Nenek kandung Wayan Mirna itu sepupu saya. Namun, saya terakhir ketemu Wayan Mirna saat ia masih kecil, saat usianya masih sekitar tiga tahun," ungkap Sukre dengan nada suara yang pelan.

Ia menceritakan, nenek kandung dari Wayan Mirna bernama Ni Wayan Purni, merupakan seorang bidan asal Gianyar.

Sedangkan kakeknya bernama I Nyoman Tjinta, yang dulunya merupakan seorang anggota Brimob.

Sebelum pensiun, keduanya dinas di Jakarta, dan dikaruniai 9 orang anak, salah satunya adalah Ni Ketut Sianti, ibu kandung dari Wayan Mirna.

"Setahu saya, sekarang neneknya Mirna dalam kondisi sakit, dan tinggal di Banjar Candi Baru, Gianyar. Pihak keluarga sengaja tidak memberitahukan jika salah satu cucunya telah meninggal. Jadi, neneknya sampai saat ini tidak tahu jika Mirna meninggal. Khawatir nanti kondisinya memburuk karena sudah tua," ungkap Sukre.

Kakek dan nenek dari Wayan Mirna di Bali saat ini dirawat oleh Ni Nyoman Nini.

Ia adalah satu-satunya bibi dari Wayan Mirna yang saat ini masih tinggal di Gianyar, tepatnya di Jalan Kaliasem.

Namun saat ditemui di kediamannya di Jalan Kaliasem, Gianyar, Ni Nyoman Nini enggan berkomentar banyak terkait kehidupan keponakannya, Wayan Mirna.

Ia mengaku tidak begitu tahu bagaimana kehidupan keponakannya tersebut di Jakarta.

"Maaf, saya tidak bisa komentar. Saya tidak tahu apa-apa. Ia dan ibunya sudah dari lahir tinggal di Jakarta. Jadi saya tidak begitu tahu. Dia juga jarang ke Bali," ujar Nyoman Nini yang membuka usaha warung di seputaran Jalan Kaliasem, Gianyar.

Nyoman Nini mengakui jika dirinya sempat kaget saat mengetahui pemberitaan dari media massa jika keponakannya meninggal.

Terlebih lagi, keponakannya tersebut meninggal karena diracun.

"Jelas saya kaget ketika mengetahui Mirna meninggal, namanya saja keponakan," ungkapnya singkat.

Wayan Mirna diduga diracun oleh temannya, Jessica Kumala Wongso, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Jessica dan Mirna merupakan teman saat kuliah di Australia beberapa tahun silam.

Keduanya putus komunikasi dalam beberapa tahun dan akhirnya kembali bertemu di Jakarta pada akhir tahun 2015.

Jessica dan Wayan Mirna, bersama Hani, kemudian bertemu di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (6/1/2016).

Wayan Mirna meninggal setelah meminum es kopi vietnam yang belakangan diketahui mengandung sianida.

Polisi kemudian menetapkan Jessica sebagai tersangka kasus itu pada Jumat (29/1/2016) dan menangkap perempuan itu keesokan harinya.




sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Setelah Pailit, Gede Hardy Minta Doa Agar Bisa Bangkit Lagi

DENPASAR - Grup Hardys Holding milik Gede Hardy yang dinyatakan pailit pada putusan Pengadilan Niaga Surabaya di PN Surabaya per tanggal...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen