Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Karyawan GWK Bakal Mogok Sebulan Penuh, Wedakarna : "Jangan Takut"

Karyawan GWK Bakal Mogok Sebulan Penuh, Wedakarna : "Jangan Takut"

Written By Dre@ming Post on Selasa, 09 Februari 2016 | 11:17:00 AM

Wedakarna kiri bersama Mangku Dwija salah seorang karyawan GWK
Camplik – Tak disangka GWK juga berulah terhadap karyawannya, setelah perjalanan panjang MOU yang berisi janji terhadap warga Br. Giri Dharma diingkari dengan begitu lihai bahkan warga sudah menunggu lebih dari 18 tahun namun tak ada niat baik GWK akan memenuhi janjinya untuk memberikan tegak banjar dan jalan lingkar. Belum lagi masalah air dan listrik yang tak jelas juntrungannya. Ternyata hal serupa juga dilakukan terhadap karyawannya sendiri. Karyawan yang merupakan pilar utama suatu perusahaan dimana mereka memeras keringat demi beroperasi perusahaan harusnya disayang, dimanja, dikasihi dilindungi dan diberikan hak-haknya secara penuh, ini malah "dikebiri".

Hal ini jelas terlihat saat negosiasi antara Forum Sarikat Pekerja Pariwisata (FSPar) unit GWK Cultural Park dengan pihak manajemen GWK, yaitu PT Garuda Adhimatra Indonesia (Gain), Minggu (7/2), ternyata sembilan poin tuntutan yang dituangkan dalam surat pemberitahuan mogok kerja, sama sekali tidak disanggupi oleh pihak manajemen.

Baik itu dalam hal transparansi lowongan dan penerimaan pekerja, persentase service charge, pengelolaan tiket masuk, hak-hak pekerja Hindu, bonus tahunan, dana Pensiun BPJS, pekerja harian, pengangkatan tenaga kontrak (PKWT), maupun perhitungan Key Performance Indicator (KPI). Mengacu pada aturan kesepakatan semua anggota, kami akan tetap mogok kerja. Kami sudah rapatkan mengenai teknisnya nanti, tegas Ketua PUK FSP-Par Unit GWK Cultural Park, Nyoman Suka Artha Negara dihubungi, Senin (8/2).

Akibat buntunya negosiasi maka pihak pekerja dengan tegas menyatakan GWK pasti bakal tutup operasional selama satu bulan penuh. Itu mengacu pada kesepakatan para pekerja untuk melakukan mogok kerja dari 12 Pebruari hingga 12 Maret 2016.

Sebelumnya senator DPD RI Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna sempat memberikan rekomendasi kepada para pekerja GWK, Sabtu (6/2). Dia dengan tegas mengaku mendukung sembilan poin tuntutan pekerja, untuk diakomodir manajemen GWK. Jika tuntutan tersebut tidak terelaisasi, dia mempersilahkan para pekerja untuk demo mogok bekerja sebagai bentuk demokrasi . Jangan takut, negara melindungi hak rakyatnya dan pekerja. Tujukkan rekomendasi saya, jika tidak bisa juga, silahkan berdemo mogok kerja. Tapi hati-hati ada provokasi, dan demo harus tanpa anarkis. Mari berjuang menjadikan GWK ini jadi lebih baik , tapi selesaikan urusan rumah tangga di dalamnya. Selesaikan kewajiban pengelola kepada hak-hak karyawanya,tegas Wedakarna.

Dia berpendapat permasalahan tersebut seharusnya sudah bisa diselesaikan di ranah provinsi atau kabupaten. Jika masalah tersebut tidak bisa diselesaikan di ranah tersebut, dia siap membawa permasalahan tersebut ke ranah nasional. Biar dunia tahu di tengah besarnya investor di sini, ada bom waktu di dalamnya. Ini sama saja mengkhianati ajaran Tri Sakti Soekarno dan nawacita Jokowi, tegas Wedakarna.

GWK, ditegaskannya, tidak boleh lupa kepada hak-hak kepada pekerjanya. Di mana saat sekarang sudah berkembang seolah melupakan kewajibannya kepada rakyat yang diajak kerja berpuluh-puluh tahun saat susah dan kering kerontang. Selain itu, GWK juga ditegaskannya bukan murni milik investor, sebab di dalamnya ada penyertaan modal dari BUMN, ada uang rakyat yang tertanam di dalamnya, ada aset Pemprov yang dipakai juga. Sehingga, jika Itu digugat akan menjadi masalah besar ke depannya.

Untuk itu, pihak manajemen maupun investor diharapkan mendengar harapan para pekerja. Sebab jika itu tidak dipenuhi, akan mengakibatkan situasi yang tidak mengenakkan dalam operasional GWK sendiri dan akan terus terulang kembali.

Ke depan, dia mendukung penyelesaian tersebut terlebih dahulu melalui langkah mediasi. Jika upaya mediasi gagal, maka dia mendukung masyarakat agar menggugatnya ke pengadilan. Selain itu, desa adat diimbau agar mendorong penyelesaian masalah tersebut. Satukan pendapat dan kesepahaman, harus solid. Jika terpecah dan ada penghianat, maka akan sulit perjuangannya. Jangan ada pengkhianat, jika terbukti ada pengkhianat agar orang tersebut kesepekang, imbuh Wedakarna.

Pernyataan tegas Wedakarna juga mengilhami warga Giri Dharma, jika pemberian jalan lingkar dan tegak banjar tidak segera dipenuhi maka berdasarkan Akta notaris Sugitha no. 7 tahun 2015. Br. Giri Dharma berhak penuh untuk menutup akses GWK secara total. Jangan biarkan semuanya menjadi terlambat karena akan merugikan kita semua. Penuhi hak karyawan, janji terhadap warga, maka GWK kedepan akan bisa menjadi ikon parisiwata Bali secara sempurna yang mampu menggetarkan dan bergema keseluruh dunia, mudah-mudahan.

Beredar Pesan "Ancaman" Pemecatan

Ungasan - Rasa resah dan gelisah muncul di beberapa hati karyawan GWK tentang demo mogok kerja tanggal 12 Februari 2016.

Apalagi dengan munculnya pesan di BBM yang berisi "ancaman" pemectan bagi yang ikut demo.

Berikut isi lengkap pesan itu:

"Brief hari ini: Jika ada staff dept. Attraction  yang tidak bekerja di tgl. 12 Feb, berarti di tgl 13 feb staff tsb sudah bukan staff dept. Attraction lagi (silahkan turun dari gerbong dept. Attraction). Ini berlaku untuk seluruh staff dari level section head sampai staff dikawasan. Pengertian bekerja adalah bekerja dikawasan dan saya akan control trus dilapangan jadi tidak ada yang curang (ingat focus dept. Attraction adalah kita kerja baik dan kerja jujur).

Pesan dari akun Lanang Sutan ini jelas tersirat sanksi pemecatan yang sangat tegas bagi karyawan yang ikut demo, khususnya staff dept. Attraction.

Melihat dari pesan yang tertera bisa dipastikan Lanang Sutan ini menduduki posisi yang cukup tinggi di GWK. Namun sampai berita ini diturunkan kami belum mendapatkan info posisi persis dari pemilik akun Lanang Sutan ini.




Mr. Brain Revolution
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen