Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » JKBM Itu Untuk Masyarakat Miskin, Betul-Betul Gratis

JKBM Itu Untuk Masyarakat Miskin, Betul-Betul Gratis

Written By Dre@ming Post on Jumat, 18 Maret 2016 | 8:04:00 AM

“Undang-undang apa pun boleh saja ada, tapi jangan mengabaikan kepentingan masyarakat. Pusat meminta kita melaksanakan kebijakan, ya akan kami laksanakan. Namun faktanya, masyarakat Bali masih memerlukan JKBM,” ujar Gubernur yang juga anggota Dewan Pembina DPP Demokrat ini.
Gubernur Isyaratkan Lanjut JKBM

DENPASAR - Gubernur Made Mangku Pastika memberikan sinyal akan lanjutkan program pro-rakyat Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). Keputusan untuk melanjutkan program kesehatan bagi masyarakat miskin ini diambil setelah Gubernur Pastika menyimak hasil hearing DPRD Bali dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, di mana Dewan minta program JKBM dilanjutkan demi rakyat miskin.

Gubernur Pastika sepakat dengan Dewan bahwa rakyat Bali sangat membutuhkan program JKBM. Program pengobatan yang dibiayai pemerintah ini sangat membantu rakyat yang tidak mampu membayar iuran asuransi kesehatan lainnya---yang tidak ditanggung pemerintah secara penuh. “Karena masyarakat sangat membutuhkannya, maka kita akan lanjutkan JKBM,” ujar Pastika saat mengecek pembangunan RS Provinsi Bali (Bali Mandara) di Jalan Bypass Ngurah Rai Sanur, Denpasar Selatan, Rabu (16/3).

Hanya saja, menurut Pastika, semuanya akan ditimbang-timbang dulu, termasuk dari sisi legalitas perundang-undangan dan aspek lainnya, terkait rencana lanjutkan program JKBM ini. “Ya, kita timbang-timbang dululah. JKBM bagi saya harus dinikmati rakyat yang kurang mampu. Itu saja intinya,” tegas mantan Kapolda Bali yang juga penyandang predikat ‘Asia Star 2003’ versi Majalah Time ini.

Untuk pelaksanaan program JKBM yang akan terintegrasi, menurut Pastika, akan dikoordinasikan dengan para pemangku kewenangan. Bagi Pastika, boleh saja undang-undang mengatur asuransi kesehatan. Namun, jangan sampai kepentingan masyarakat terbaikan.

“Undang-undang apa pun boleh saja ada, tapi jangan mengabaikan kepentingan masyarakat. Pusat meminta kita melaksanakan kebijakan, ya akan kami laksanakan. Namun faktanya, masyarakat Bali masih memerlukan JKBM,” ujar Gubernur yang juga anggota Dewan Pembina DPP Demokrat ini.

Menurut Pastika, sekarang pihaknya sedang memikirkan bagaimana solusi supaya JKBM bisa jalan, tanpa harus melanggar aturan hukum. Makanya, rencana sharing dengan kabupaten/kota pun akan dikoordinasikan.

Terkait program JKBM yang harus berintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Pastika rencananya akan memanggil Bupati/Walikota se-Bali, Kamis (17/3) pagi ini. Dalam pertemuan dengan Bupati/Walikota inilah akan dibahas solusi terbaik soal masalah JKBM. “Pertemuan Gubernur dan Bupati/Walikota besok (hari ini) untuk membahas JKBM. Keputusannya apa, lihat saja nanti,” ujar Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr I Ketut Suarjaya, secara terpisah di Denpasar, Rabu kemarin.

Sementara itu, anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, Ketut Kariyasa Adnyana, menyatakan JKBM yang dirancang saat era dirinya duduk di Komisi IV DPRD Bali ini adalah program unggulan untuk masyarakat miskin. “Sekarang kita minta supaya dikaji dan dicarikan celah aturan, supaya tanggungan untuk masyarakat miskin bisa diatasi,” ujar Kariyasa Adnyana saat dikonfirmasi secara terpisah, Rabu kemarin.

Menurut Kariyasa, program JKBM adalah jaminan kesehatan yang tidak memungut iuran masyarakat. Ini berbeda dengan asuransi kesehatan lain. “Sekarang kalau JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) diluncurkan pemerintah pusat, kita harap bisa seiring sejalan dengan JKBM. Masyarakat yang tidak mampu bayar iuran sama sekali, mereka bisa ke JKBM. Kan tidak ada sanksinya juga,” ujar politisi PDIP asal Desa/Kecamatan Busungbiu, Buleleng yang telah tiga kali periode duduk di DPRD Bali ini.

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Bali (yang membidangi masalah kesehatan) minta dicarikan solusi agar JKBM bagi masyarakat kurang mampu tetap jalan, tanpa melanggar aturan. Komisi IV DPRD Bali pun secara khusus mengundang Kadis Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, di Ruang Baleg Gedung Dewan, Niti Mandala Denpasar, Senin (14/3) lalu.

Nyoman Parta menyatakan, rencana penghapusan program JKBM tahun 2016 karena adanya JKN berupa BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan memang tidak bisa dihindari. Namun, dampak dari penghapusan JKBM sangatlah besar. Selain rakyat miskin yang tidak mampu membayar iuran dan ikut BPJS, ada ratusan tenaga kesehatan yang dilibatkan untuk program JKBM akan jadi pengangguran. ”Pokoknya, saya minta kepada Pak Kadis Kesehatan (Ketut Suarjaya) supaya bagaimana caranya JKN jalan, JKBM juga tetap jalan,” ujar Parta.

Menurut Parta, JKN memang mengharuskan orang membayar iuran. Pemerintah mendidik masyarakat untuk saving duitnya buat kesehatan. “Tapi, rakyat Bali masih banyak tidak mampu bayar iuran BPJS. Jangankan bayar BPJS, untuk sekadar makan sehari-hari saja sulit. Bagaimana dengan mereka yang seperti ini, kan bisa telantar...,” tandas politisi PDIP asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar ini.

RSI Bali Mandara Tetap Terima JKBM

DENPASAR - Rumah Sakit Provinsi Bali (RS Internasional Bali Mandara) yang dirancang sebagai rumah sakit bertaraf internasional akan tetap melayani layanan kelas 3 dengan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). Hal itu ditegaskan Gubernur Made Mangku Pastika disela- sela meninjau pembangunan RS Bali Mandara di Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar, Rabu (16/3) siang kemarin.

Pastika didampingi Kadiskes dr I Ketut Suarjaya, Kadis Pekerjaan Umum I Nyoman Astawa Riadi, Karo Humas Dewa Gede Mahendra Putra dan Penanggungjawab Pembangunan Yusuf Munawar dari PT Delta Decon.

Menurut Pastika, RS Bali Mandara tidak hanya akan dinikmati oleh warga masyarakat kalangan mampu saja namun juga akan mernampung pasien yang berasal dari masyarakat miskin. “Yang tidak mampu dengan layanan kelas III juga kita siapkan dengan JKBM. Walaupun sudah ada JKN, JKBM tetap akan kita carikan solusi untuk rakyat miskin,” ujar Pastika.

Dikatakannya, RS Bali Mandara memang dikonsep berkelas internasional dengan layanan yang berkelas. Namun demikian, bukan berarti hanya untuk orang high class saja. “RS ini juga untuk masyarakat miskin dan bahkan juga bisa untuk pasien JKBM, “ tegas Pastika.

RS Bali Mandara, lanjut Pastika, memang sengaja dibuat untuk memenuhi pelayanan kesehatan seluruh masyarakat Bali. Perbandingan kondisi kamar dari ruang kelas III, kelas II, kelas I sampai VVIP juga tidak ada perbedaan jauh. “Kita jangan sampai mempertontonkan kesenjangan antara si miskin dan si kaya di sini,” ujarnya.

Pastika kemarin juga memerintahkan supaya interior rumah sakit dirancang tidak seperti rumah sakit pada umumnya. Saran Pastika lainnya, supaya ada penunjang-penunjang layanan. Misalnya pusat penjualan suplemen atau penunjang alat kesehatan. “Supaya kesannya, begitu masuk pertama bukan rumah sakit. Supaya pasien itu tidak takut duluan. Bila perlu begitu masuk pasien sudah merasa sembuh. Karena merasa tidak di rumah sakit. Saya mau rumah sakit ini terbaik di Bali,” kata Pastika serius.

Sementara Penanggungjawab Pembangunan Yusuf Munawar dari PT Deta Decon mengungkapkan, pembangunan fisik RS Bali Mandara telah mencapai 34 persen. Munawar menjelaskan pada bulan Juni nanti ditargetkan progres akan lebih besar dikarenakan alat-alat interior seperti lift dan lainnya sudah mulai dipasang. Untuk saat ini instalasi listrik, air dan ventilasi sudah mulai dikerjakan dan hampir selesai. Sementara Kadis Kesehatan dr Suarjaya mengatakan, RS Bali Mandara dibangun menghabiskan dana Rp 400 miliar. Dana yang dianggarkan dari APBD Bali itu untuk fisik pembangunan sebesar Rp 200 miliar, sementara untuk pengadaan alat kesehatan sebanyak Rp 200 miliar.

Nantinya RS Bali Mandara terdiri dari 200 kamar dengan 176 bed. Sebanyak 176 bed tersebut rinciannya, 48 bed untuk kelas III, 52 bed untuk kelas II, 40 bed kelas I, 20 bed VIP, 10 bed VVIP serta 6 bed VVIP Suites. “Meskipun bertaraf internasional tetap melayani pasien kelas III sampai 30 persen,” ujar Suarjaya.






sumber : nusabali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Setelah Pailit, Gede Hardy Minta Doa Agar Bisa Bangkit Lagi

DENPASAR - Grup Hardys Holding milik Gede Hardy yang dinyatakan pailit pada putusan Pengadilan Niaga Surabaya di PN Surabaya per tanggal...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen