Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Kepahlawanan Patih Gajah Mada Harus Di Implementasikan

Kepahlawanan Patih Gajah Mada Harus Di Implementasikan

Written By Dre@ming Post on Minggu, 06 Maret 2016 | 8:44:00 AM

Acara Penghargaan Bhakti Karya Nusantara di Puti Ageng Blahbatuh, Gianyar, Bali, Sabtu
Ini Saatnya Meneladani Spirit Kepahlawanan Patih Gajah Mada

GIANYAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi acara Penganugerahan Penghargaan Gajah Mada yang sudah berlangsung untuk yang ketiga kalinya.

Menurutnya, acara ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur, terutama dalam memaknai spirit dan kepahlawanan Maha Patih Gajah Mada dan kebesaran kerajaan Majapahit dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Spirit Gajah Mada, menurut Pastika, masih sangat relevan untuk diterapkan saat ini, bahkan harus direvitalisasi dalam menghadapi kondisi kekinian.

Demikian disampaikannya pada acara Penghargaan Gajah Mada Award kepada tokoh-tokoh yang berjasa di berbagai bidang dan memiliki spirit Gajah Mada mempersatukan nusantara dan mengharumkan nama bangsa yang bertemakan Bhakti Karya Nusantara ke-III di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar, Bali, Sabtu (5/3/2016).

“Kami Pemprov Bali sudah berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Bali, untuk kedepannya mendukung acara ini, termasuk dari segi pembiayaan akan kami anggarkan mulai tahun depan. Mengingat begitu pentingnya acara-acara seperti ini di saat kita memperjuangkan persatuan dan kesatuan, di mana integritas bangsa mulai mengalami kemerosotan, untuk itu acara-acara seperti harus ditingkatkan agar generasi muda kita bisa mewarisinya. Acara ini menurut saya bisa dilaksanakan bergantian diseluruh puri, bagi yang mau memprakarsainya,” tegas Pastika.

Pastika menyatakan, tidak hanya semangat kepahlawanan Gajah Mada yang berpikir menyatukan Nusantara saja yang patut diteladani, namun lebih kepada cara mewujudkan pemikiran tersebut sesuai sumpah yang diucapkan Gajah Mada.

“Satu hal dari Gajah Mada yang perlu ditiru, bukan hanya berpikir menyatukan Nusantara, namun sesuai sumpah yang diucapkan dalam Sumpah Palapa, ‘Tan Amukti Palapa’ (sebelum Nusantara ini bersatu), yang benar-benar dilakukannya. Beliau berucap, bersumpah, dan dilaksanakan. Kalau kita terkadang hanya bisa berucap dan bersumpah, tetapi tidak kita lakukan. Jiwa inilah yang patut diwarisi oleh generasi muda. Tidak hanya spirit Gajah Mada, spirit Kebo Iwa dan tokoh besar lainnya juga patut kita tanamkan,” ucap Pastika antusias.

Pastika pada kesempatan itu menerima penghargaann tersebut bersama 21 tokoh lainnnya, diantaranya Ketua DPRD Provinsi Bali, Adi Wiryatama, Kapolda Bali, Mantan Pangdam IX Udayana Wisnu Bawa Tenaya, dan Mantan Kapolda Bali Ronie F Sompie.

Kelimanya mengucap janji akan menjaga penghormatan tersebut dan menjunjung spirit dari simbol tersebut.

“Saya mewakili penerima simbol ini berjanji akan menjaga kehormatan ini, semoga spirit dari simbol ini bisa kami junjung,” kata Pastika mengakhiri sambutannya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia acara, AA Ngurah Ugrasena, dalam laporannya menyatakan semangat Patih Gajah Mada patut diteladani karena berhasil mempersatukan Nusantara.

Seiring perkembangan zaman saat ini, ia berharap mestinya tumbuh tokoh-tokoh sehebat Gajah Mada yang juga memperjuangkan persatuan bangsa.

Ia juga menjelaskan penganugerahan Pengharagaan Gajah Mada ke-3 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Karena penghargaan kali ini diberikan secara besar-besaran kepada puluhan tokoh dari berbagai profesi yang berjasa di bidangnya, baik dalam pemerintahan maupun sektor swasta.

Sesuai dengan kesepakatan dengan para penglingsir puri-puri yang ada di Bali, penghargaan ini mengacu pada spirit Mahapatih Gajah Mada yang berjuang pada zamannya untuk mempersatukan Nusantara tidak hanya Indonesia, tetapi juga sampai ke Madagaskar.

“Untuk itu acara penghargaan kali ini diberi nama Bhakti Karya Nusantara, karena penghargaan tidak bersifat lokal, tetapi bisa digaungkan ke seluruh Nusantara, bahkan sampai ke dunia” ujar AA Ngurah Ugrasena.

Sebanyak 21 penghargaan berupa replika patung Gajah Mada dalam berbagai ekspresi diberikan kepada tokoh yang berjasa dan memiliki karakter seperti yang terekspresikan oleh patung tersebut.

Sebelum pemberian penghargaan acara dibuka dengan pementasan Topeng Gajah Mada yang disakralkan dan berada di Puri Ageng Blahbatuh yang dibuka di hadapan tokoh-tokoh yang nantinya akan menerima penghargaan.

21 Tokoh di Bali Dapat Penghargaan Gajah Mada

GINAYAR - Setelah 24 puri menyatakan komitmen dalam membangkitkan kembali semangat persatuan Mahapatih Gajah Mada, maka digelar acara Bhakti Karya Nusantara III di Puri Ageng Blahbatuh, Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (5/3/2016).

Acara yang melibatkan Paiketan Puri Sejebag Jagad Bali ini dihadiri oleh Wakil DPR RI, Gubernur Bali, Kepala Kadin Bali, bupati serta pihak pemerintah lainnya.

Selain itu juga hadir para pengusaha, seniman, tokoh Kerajaan Bulungan Kalimantan, Kerajaan Seledendeng Lombok.

Ketua Panitia Acara, Anak Agung Ngurah Kakarsana mengatakan, acara ini bertujuan mengembalikan spirit Gajah Mada.

“Dengan mengilhami spirit beliau, artinya kita sebagai masyarakat Indonesia yang satu keluarga harus melestarikan kebudayaan berupa pengabdian di Nusantara,” ujarnya.

Ada 21 penghargaan Gajah Mada yang diberikan untuk tokoh yang bergerak di bidang pemerintahan, pengusaha, dan seniman.

“Penganugerahan kepada tokoh ini semoga bisa mempertahankan eksistensi, mengembangkan kreativitas untuk menjadi bangsa yang besar,” kata Agung.

Namun, tak semua tokoh yang mendapatkan penghargaan itu hadir.

“Hanya ada beberapa tokoh yang hadir dan memperoleh patung Gajah Mada sebagai simbolis. Untuk yang belum hadir, mungkin ada tugas negara jauh lebih penting. Maka penghargaan ini akan diberikan pada momen yang akan datang,” jelasnya.

Penganugerahan patung Gajah Mada ini dilaksanakan secara tertutup di areal utama puri.

Selain penganugerahan, adapun rangkaian acaranya yaitu pementasan tari oleh Ida Bagus Aji Blangsinga sang maestro tari Bali, pementasan sendratari Gajah Mada oleh Sanggar Bona Alit.

Agung mengatakan, spirit Gajah Mada ini semoga bisa diterapkan di negara kita yang besar yang bisa mengatur dan mengelola sumber daya alam dengan spirit Gajah Mada.

“Maka itu, penghargaan ini kami berikan kepada pihak pengusaha, seniman, pemerintahan. Contohnya ada Harianto Mulya, pengusaha sukses dari Bali,” tuturnya.

Agung berharap tokoh yang mendapatkan anugerah ini bisa memberikan aura positif bagi masyarakat. Penghargaan ini secara kontinu akan diselenggarakan berkisar 2-3 tahun sekali, tergantung momen dan situasi.




sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen