Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , , , » Mangkir Lagi Team GWK Dimarahi Warga Habis-habisan

Mangkir Lagi Team GWK Dimarahi Warga Habis-habisan

Written By Dre@ming Post on Minggu, 27 Maret 2016 | 11:36:00 PM

Prajuru Br. Giri Dharma bersama manajemen GWK
Camplik - Janji tinggal janji, alasan hanyalah alasan, realitas nol besar, mungkin begitulah penggambaran yang terlihat, tersirat dan tersurat dalam paruman warga Suka Duka Giri Dharma dengan Manajemen GWK pada hari Minggu, 27 Maret 2016 di Br. Suka Duka Giri Dharma.

Paruman yang sesungguhnya bisa berjalan baik dan penuh rasa kekeluargaan berubah jadi perdebatan alot yang mengarah pada debat kusir. Betapa tidak rasa gerah, geram, marah bercampur aduk di dada warga banjar. Sudah 18 tahun menunggu janji yang diberikan oleh manajemen GWK untuk merealisasikan jalan lingkar lebar 6 M dan tegak banjar namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan diwujudkan. Ada saja alasan pihak investor untuk berdalih yang berujung pada kemangkiran.

Sekedar dicatat jalan lingkar 6 M merupakan jalan keluar warga yang menghubungkan rumah warga Br. Suka Duka dengan jalan raya. Sehingga saat nanti GWK sudah jadi secara utuh jalan ini merupakan jalan satu-satunya yang sangat vital bagi warga dalam menjalankan kehidupan sehari hari. Begitu pulalah tentang letak Banjar Suka Duka, sebelum adanya GWK letak banjar memang berada pada area yang ditempati GWK kini, dengan alasan inilah pada tahun sekira 1998 warga melalui prajuru mengajukan agar pihak investor memberikan tegak banjar ini, dan investor menyetujui karena tanah yang diambil para investor pada saat itu sangatlah murah.

Jalan lingkar lebar 6 M dan tegak banjar 10 are bahkan sudah masuk MOU yang tertuang dalam adendun atau akte notaris I Wayan Sugitha, S.H. tanggal 07 Mei 2015 No.07 yang semestinya harus dipenuhi oleh GWK dengan batas akhir 31 Juli 2015 dalam akte Notaris ini bahkan dicantumkan sanksi yang sangat tegas, jika dalam batas waktu tersebut GWK tidak mampu merealisasikan dan mewujudkan janji dalam MOU warga Giri Dharma bisa menutup akses masuk GWK. Namun apa yang terjadi kemudian semuanya hanyalah isapan jempol, karena manajemen GWK mangkir lagi.

Mestinya warga suka duka sudah menutup GWK namun rasa sabar, ikhlas dan masih berpikir positif (siapa tahu GWK memenuhi janjinya dalam waktu dekat) membuat warga tidak melakukan hal itu.

Pada hari ini Minggu, 27 Maret 2016 prajuru banjar kembali memanggil pihak manajemen GWK untuk menanyakan kembali "kapan jalan lingkar 6 M dan tegak barjar beserta bangunannya akan dipenuhi?".

Pada kesempatan ini pihak manajemen GWK diwakili oleh Nengah Widana, Pak Kompiang dan Pak Ferdy (General Manager GWK). Sedangkan pihak suka duka diwakili oleh seluruh prajuru dan warga. Tak lupa juga hadir pak PJS perbekel desa Ungasan dan kelihan dinas Br. Dinas Giri Dharma.

Rasa marah dan kesal warga keluar semua dalam paruman kali ini. Warga Giri Dharma bukan warga yang arogan, namun batas kesabaran sudah sampai diubun-ubun. "Kurang sabar bagaimana lagi kami, 18 tahun sudah kami menunggu namun hasilnya nol besar, kami bukan arogan, jika kami arogan tanggal 31 Juli 2015 GWK, sudah kami tutup, mestinya kalian sadar dimana bumi dipijak disana langit dijunjung", teriak Wayan Kurma dengan nada tinggi. GWK memang selalu mangkir dalam memenuhi janjinya terutama untuk jalan lingkar dan tegak banjar. "Kalau kalian memang tidak becus mengurus perusahan kenapa nggak kalian gandong (bawa) patung itu ke Jakarta dan kami tidak akan meminta atau managih janji kalian kembali", tegas kelihan suka duka Giri Dharma yang akrab dipanggil IWK.

Kelian Suka Duka yang juga Kelian Adat Br Giri Dharma ini nyemprot GWK dengan amat tajam lantaran banyaknya permasalahan yang ada di GWK tidak berakhir dengan clear tetapi tetap gamang bahkan Pak Wayan Kurma dengan semangat dan nada tinggi menegaskan "Seharusnya kalian punya progress dan report jelas dalam penyelesaian sesuatu. You cuma menyesaikan jalan lingkar 3 Meter aja You butuh waktu 1 tahun dan itupun belum selesai hingga kini. Berapa tahun you akan sampai menyelesaikan banjar kami 5 tahun, 10 tahun atau 1000 tahun?. This is Bulls***t Are You Seriusss...???", tambahmya lagi.

Di samping masalah banjar dan jalan lingkar, IWK juga tajam menyoroti tentang etika dan tata krama semua pekerja yang ada di GWK. "Ingat kawasan GWK adalah Kawasan Wisata Adat dan Budaya, Saya tidak mau mendengar apa lagi melihat ada Dept Head yang arogan, jangan mentang-mentang jadi atasan tidak punya etika dan sopan santun, bagaimana mau disebut Kawasan Wisata Budaya kalau manusia-manusianya tak beradat dan beretika. Kalau sampai terlihat hal seperti yang  diisukan kemarin Anda beradapan dengan saya", tegasnya dengan Emosional. "Warga kami tidak minta di dewakan kami cuma minta mari kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah!. Dasar daripada Pariwisata Ramah Tamah dan Sopan Santun adalah Senyum dan Wellcome. Saya nggak peduli dia titipan owner kek, pemegang saham kek, mereka semua sama. Wewidangan Adat Giri Dharma adalah wilayah kami tiang selaku Kelian Adat bertanggung jawab atas ahlak dan moral seluruh lapisan masyarakat termasuk seluruh pekerja GWK", tegasnya. Bahkan sambil berkelakar ia berpesan "Kalau ada yang seperti itu di serut aja biar kapok".

Selanjutnya Kelian Suka Duka Giri Dharma, yang dalam pemilihan kelihan Adat menang telak atas rivalnya baru-baru ini dengan tegas mengatakan "Kalau tahun ini Br. Suka Duka Giri Dharma dan jalan lingkar tidak terwujud GWK akan kami tutup untuk selama-lamanya", demikian ultimatumnya yang di sambut dengan tepuk tangan dan kata SETUJUUU dari warga.

Ternyata amarah warga membuat team dari GWK kehilangan pikiran jerihnya yang menyebabkan mereka mengeluarkan statemen yang justru merugikan profesionalisme perusahannya minimal itu yang keluar dari Nengah Widana. "Kalau memang kami akan dimarahi dengan nada tinggi kan semestinya undang pihak dari kami yang lebih mempunyai wewenang atau rapat dijadwalkan kembali, panas telinga saya", ungkapnya.

"Makanya kalau memang tidak kompoten kenapa kalian bisa mewakili GWK, bisa nggak rapat ini dilanjutkan lagi dengan kondisi seperti ini", teriak salah seorang warga.

Suasana memang sangat panas namun menjadi sedikit tenang saat IWK mengatakan "Kami tidak ada memarahi team yang hadir kami memarahi GWK, namun karena team yang hadir ya jadinya seolah menjadi sasaran kemarahan tapi tenang Pak Nengah kami tidak mamarahi anda", terang kelihaan Adat ini.

"Ampura panas telinga saya, sesungguhnya saya ingin masalah ini cepat selesai, bolehkah Pak Ferdy memberikan sedikit penjelasan", pinta Nengah Widana yang kesehariaanya di GWK mengurus semua proyek pembangunan. "Boleh, silahkan", dijawab semua warga.

"Jika boleh saya ingin menceritakan sedikit saat Alam Sutra mengakuisi GWK, tahun 2012 kami menghadap presiden waktu itu SBY. Saya masih ingat pertanyaan pak presiden waktu itu, 'Kok gwk nggak selesai-selesai padahal itu hadiah Bali buat Indonesia'. Pak Dahlan Iskhan pada waktu itu bahkan bilang kalau patung nggak jadi itu sama saja dengan perusahaan mangkrak. Saat itu Pak Aryanto berbisik pada saya, Pak Ferdy satu satunya hal yang urgent dilakukan yaitu patung GWK harus jadi. Dari pernyataan itu kami menyusun draft langkah apa yang harus dikerjakan, waktu itu saingan kami adalah perusahan-perusahan raksasa seperti Agung Podomoro, Sinar Mas, dan lain-lain yang berkeinginan untuk mengakuisi GWK namun dengan draft pengerjaan yang menitik beratkan pada penyelesaian patung, akhirnya kami dari Alam Sutra berhasil merebut kesempatan untuk mengakuisi GWK", cerita Ferdy yang menjabat sebagai general manager GWK.

"Jadi patung jangan dibawa ke Jakarta tetap saja di Bali karena ini hadiah Bali untuk Indonesia. Indonesia bangga di dunia karena GWK. Kami akan selesaikan, semua hutang itu kami akan bayar segera, kami akan bayar hutang kepada masyarakat, kami akan selesaikan jalan lingkar dan tuntaskan tegak banjar dan pembangunannya segera", janji pria karismatik ini.

Dalam paruman kali ini ditandatangani surat pernyataan yang isinya sebagai berikut:

"Berdasarkan hasil parumanan Br. Suka Duka Giri Dharma hari Minggu, tanggal 27 Maret 2016 yang dihadiri warga Adat Giri Dharma dan manajemen GWK perihal tindak lanjut MOU yang tertuang dalam adendun atau akte notaris I Wayan Sugitha, S.H. tanggal 07 Mei 2015 No.07 yang semestinya harus dipenuhi oleh GWK dengan batas akhir 31 Juli 2015 namun dengan berbagai alasan sampai saat ini Minggu, 27 Maret 2016 perihal penyelesaian jalan lingkar dengan lebar 6 M dan tegak banjar dengan luas 10 are berserta bangunannya belum ada penyelesaian yang berarti.



Maka melalui paruman ini diputuskan bahwa pihak Br. Suka Duka Giri Dharma memberikan waktu 1 bulan yaitu sampai hari Rabu, 27 April 2016 kepada manajemen GWK untuk menyelesaikan dan menuntaskan masalah ini. Dan jika dalam batas waktu tersebut belum terselesaikan maka khusus untuk tegak banjar Suka Duka Giri Dharma akan dilakukan atau dipasang tembok pembatas seluas 10 are ditempat banjar saat ini. Dan selanjutnya lahan tersebut menjadi tegak banjar Suka Duka Giri Dharma yang sah untuk selama-lamanya, namun pembangunannya tetap menjadi tanggung jawab GWK untuk membiayainya.



Demikian surat pernyataan ini dibuat secara sadar dan tanpa adanya paksaan sehingga bisa digunakan dimana perlu. Surat pernyataan ini merupakan bukti otentik tentang penyerahan tegak banjar oleh GWK kepada warga Suka Duka Giri Dharma dan mempunyai kekuatan hukum tetap tanpa bisa diganggu gugat lagi."


Semoga semua permasalahan terutama yang menjadi momok masalah yaitu jalan lingkar dengan lebar 6 M serta tegak banjar serta pembangunannya bisa terselesaikan dalam seminggu atau sebulan (lebih cepat lebih baik) sehingga kejadiaan seperti yang terjadi saat ini tidak terulang kembali.







Mr. Brain Revolution
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen