Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Nyepi 2016 Walau Paling Gelap, Tapi Momentum Semangat Baru

Nyepi 2016 Walau Paling Gelap, Tapi Momentum Semangat Baru

Written By Dre@ming Post on Rabu, 09 Maret 2016 | 2:05:00 PM

Nyepi 2016 Walau Paling Gelap, Tapi Momentum Semangat Baru
'Teroris Bom Sarinah dan Densus 88' Diarak di Denpasar

DENPASAR – Ogoh-ogoh karya Semeton Lagas Bali, Monang-Maning, Denpasar, Bali, ini unik.

Bagaimana tidak unik.

Ogoh-ogoh ini terinspirasi teror bom Sarinah di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan Agung Ima, arsitek ogoh-ogoh tersebut.

“Ogoh-ogoh ini kami buat terinspirasi dari kejadian bom Jakarta kemarin,” ujarnya ketika ditemui, di Monang-Maning, Denpasar, Bali, Selasa, (8/3/2016).

Ia menjelaskan dirinya membuat ogoh-ogoh berbentuk seorang anggota Densus 88 Polri, berusaha menangkap teroris yang membawa bom ini.

Ogogh-ogoh tersebut sebagai wujud apresiasi kepada pihak kepolisian, atas usahanya dalam memberantas berbagai aksi terorisme, yang mengancam Indonesia, khususnya Bali.

“Ya ini kami buat sebagai wujud apresiasi kepada pihak aparat atas kinerjanya dalam memberantas terorisme yang ada di Indonesia dan Bali,” ungkapnya.

Dalam pengerjaannya, ia dibantu rekan-rekan Semeton Lagas Bali.

Perlu waktu satu bulan untuk menyelesaikannya.

“Arsiteknya saya dan Gus Bar dibantu temen-temen Lagas Bali. Waktu pengerjaannya sekitar satu bulanan mas,” imbuhnya.

Ogoh-ogoh ini diarak mengelilingi wilayah Perumnas Monang-Maning, hingga menuju pusat Kota Denpasar di kawasan Catur Muka.

“Kami nanti keliling di sini lanjut ke alun-alun di Puputan,” pungkasnya.

Ini yang Kedua Kali Parade Ogoh-ogoh di Bundaran Renon

DENPASAR - Titik lain yang menjadi kawasan festival ogoh-ogoh jelang Nyepi adalah di Bundaran Renon atau Bundaran Patung Kapten Japa, Denpasar, Bali.

Di titik perbatasan Jalan Hang Tuah dan Renon ini, sebanyak 7 ogoh-ogoh dari 7 banjar di Desa Tanjung Bungkak diarak, Selasa (8/3/2016) malam.

Pawai ini berlangsung pada sekitar pukul 20.00 Wita, yang juga diikuti oleh pawai ogoh-ogoh kecil oleh kelompok anak-anak.

Disebutkan oleh Jro Bendesa Adat Tanjung Bungkak, Ketut Suweden, ini sudah menjadi kali kedua pawai ogoh-ogoh dilaksanakan di tempat ini.

"Melihat kemacetan yang luar biasa terjadi jika parade ogoh-ogoh terpusat, maka dibuat kebijakan di mana masing-masing desa adat melaksanakan parade ogoh-ogoh. Dan di bundaran Kapten Japa ini masih menjadi kawasan Desa Tanjung Bungkak," ujar Suweden.

Tak hanya parade ogoh-ogoh, namun pada momen pengerupukan ini, juga diberikan hadiah kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh yang digelar oleh Desa Adat Tanjung Bungkak.

Nyepi Sebagai Momentum Mulat Sarira dan Meraih Semangat Baru

AMLAPURA - Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Pimpinan SKPD Provinsi Bali serta jajaran Pemkab Karangasem melaksanakan persembahyangan Tawur Agung Kasanga yang merupakan rangkaian upacara Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka1938, yang rutin digelar setiap tahun pada sasih kasanga di Bencingah Pura Besakih, Karangasem, Bali, Selasa (8/3/2016).

Gubernur Pastika berharap pelaksanaan hari raya Nyepi ini dilaksanakan oeh umat Hindu dengan sebaik-baiknya dengan mengedepankan semangat kebersamaan serta memahami makna catur tapa Brata Penyepian.

Nyepi juga diharapkan bisa menjadi momentum untuk introspeksi diri dan mulat sarira, yakni merenungkan kembali apa saja yang sudah dilakukan agar kedepannya menjadi cermin berbuat yang lebih baik, dan menyusun program yang lebih baik pula.

Sehingga setelah perayaan hari raya Nyepi, kita memiliki semangat baru untuk melaksanakan kewajiban masing-masing.

“Mari kita manfaatkan momen Nyepi ini untuk introspeksi diri, mulat sarira, menghitung kembali apa yang sudah kita lakukan, dalam menyusun program yang lebih baik ke depannya. Sehingga seusai perayaan Nyepi ini kita mempunyai semangat baru untuk menjalankan kewajiban sesuai swadarmanya masing-masing,” kata Pastika.

Rangkaian upacara Tawur Agung Kasanga Tahun ini yang bertepatan dengan Uncal Balung, yakni rentang waktu 35 hari mulai Galungan pada rahina Buda Kliwon Dungulan (10 Pebruari 2016) tetap dilaksanakan umat Hindu di 1.480 desa adat di Bali setelah dihasilkan keputusan Pasamuhan Agung yang digelar Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali.

Sedikit berbeda dengan pelaksanaan normal, sebelum Tawur Kasanga, dihaturkan Guru Piduka sebagai pemlahpah padewasaan.

Tawur Kasanga dipuput oleh Ida Pedanda Wayahan Tianyar dari Gria Mandara Sidemen Karangasem, Ida Pedanda Budha Made Gianyar dari Gria Budakeling Karangasem, serta Ida Rsi Gria Tumbak Bayuh dari Gria Tumbak Bayuh Mengwi Badung.

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, kegiatan itu dilakukan berjenjang mulai dari tingkat provinsi yang dipusatkan di Penataran Agung Pura Besakih, kemudian tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa adat hingga rumah tangg tangga.

Ia menjelaskan, ritual itu ditujukan untuk menyucikan alam semesta dan isinya serta menjaga keharmonisan hubungan antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungannya serta antara manusia dengan Tuhan (Tri Hita Karana).

Upacara Tawur diantaranya turut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP), serta masyarakat Bali perwakilan seluruh kabupaten yang nunas tirta untuk penglukatan Tawur yang sama di masing-masing daerahnya.

Dokter RSUP Sanglah Berhamburan Tonton Gerhana Matahari

DENPASAR - Fenomena terjadinya Gerhana Matahari Total (GMT) yang melintasi 12 Provinsi di Indonesia bukan saja menyita perhatian turis mancanegara dan domestik, namun kejadian unik juga terjadi di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas profesinya yang bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi, beberapa dokter yang bertugas tak menyia-nyiakan momentum fenomena alam langka Gerhana Matahari Sebagian (GMS).

Satu diantaranya adalah dr Daniel Gatot Tribuwono, dokter bedah yang bertugas di RSUP Sanglah tersebut bersama dengan rekan-rekannya tampak antusias menerawang matahari dengan memanfaatkan bekas potongan kertas rontgen tepat pukul 08.57 Wita.

"Saya mengikuti ini sejak tahun 2013 lalu, sudah diumumkan akan ada fenomena alam yaitu dua gerhana bulan dan satu gerhana matahari, saya mengikuti semuanya. Kebetulan karena nggak bisa ninggalin RSUP Sanglah, jadi saya nggak bisa ke Ternate kalau bisa saya mau ke Ternate atau ke Belitung," ucap dr Daniel Gatot Tribuwono seraya terkagum-kagum melihat fenomena GMS, Rabu (9/3/2015).

Dokter Daniel menuturkan, fenomena GMS sebuah kejadian langka yang baru akan terjadi kembali di lintasan yang sama, bahkan waktu untuk menunggunya butuh selama 350 tahun.

"Ini fenomena alam langka, untuk kejadian dilintasan yang sama butuh 350 tahun, tapi untuk sebagian lagi di sebagian wilayah di Indonesia itu baru kembali 2042 nanti. Umur berapa saya mungkin sudah tua," ucapnya.

Suasana Nyepi di Bali Agak Gelap Dari Tahun Lalu

MANGUPURA - Suasana Hari Raya Nyepi di sekitar Kuta, Badung, Bali, tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini karena bertepatan dengan fenomena alam Gerhana Matahari, namun di Bali hanya sebagian.

Dari pantauan di lapangan, Rabu (9/3/2016) pagi sekira pukul 08.20 Wita suasana sedikit gelap, berbeda dari biasanya.

"Yang mau melihat gerhana matahari, silakan. Sudah nampak," terdengar dari Handy Talky satu diantara Pecalang Desa Adat Kuta yang sedang berpatroli.

Di Bali sendiri hanya mengalami Gerhana Matahari Sebagian yakni sekira 76,6% saja.

Dimulai sekira pukul 07.20 Wita hingga 09.42 Wita. Dengan puncak Gerhana Matahari Sebagian pukul 08.27 Wita.

Sulit Cari Kacamata, Dokter RSUP Sanglah Manfaatkan Bekas Rontgen

DENPASAR - Daya tarik fenomena Gerhana Matahari Sebagian (GMS) yang dapat ditonton langsung di Bali cukup membuat kalangan penikmatnya mencari kacamata khusus.

Sempat kesulitan mencari kacamata di beberapa lokasi di Kota Denpasar, dokter bedah Sarwan Wibawa Mohan tak kehilangan akal.

Memanfaatkan bekas kertas rontgen dr Sarwan menggunakan media tersebut untuk menyaksikan GMS di halaman RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016).

Dokter bedah tersebut sangat bersemangat untuk menyaksikan kejadian langka tersebut.

"Dari kemarin nyari-nyari filmnya yang nggak terpakai kita ambil, makanya kita beruntung dapat filmnya jadi ngelihatnya gampang," ucap dr Sarwan, Rabu (9/3/2016).

Dokter Sarwan mengatakan, momen langka terakhir terjadinya gerhana matahari yang dilihatnya terjadi pada tahun 1987.

"Terakhir saya lihat di Jakarta tahun 1987. Jadi semangat ini," tuturnya.

Tak hanya kalangan dokter, para keluarga pasien yang berada di RSUP Sanglah pun turut menyaksikan terjadinya GMS.

Begini Suasana Nyepi di Sekitar Lapangan Puputan Badung

DENPASAR - Suasana hening dan sunyi terasa di kawasan Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016).

Suara burung saling bersahutan, sejumlah anjing terlihat bermain di rerumputan lapangan Puputan Badung saat Hari Raya Nyepi Caka 1938.

Sejumlah pecalang beroperasi di depan Patung Catur Muka.

Pecalang lainnya berjaga di perempatan jalan raya, sesekali mereka memantau dan berkomunikasi dengan Handy Talky.

Untuk Nyepi Tahun ini tiap desa pekraman menerjunkan 30 personel pecalang menjaga dan beroperasi secara bergantian selama 24 jam.

"Nyepi kali ini 1 desa adat menurunkan 30 pecalang untuk beroperasi secara bergantian selama 24 jam," kata I Made Mudra, Ketua Pecalang Bali.

Selama sehari penuh masyarakat Bali diwajibkan melaksanakan Catur Brata yakni amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak bersenang-senang).






sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    3 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

MUDP Tak Larang Kremasi Hanya Harus Lapor Bendesa

"Tapi kami juga tidak melarang krama melakukan kremasi, sepanjang itu bisa dilakukan di desa pakraman yang nantinya sama-sama menjag...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen