Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » "Bersorak", Pasek Tewas Ditebas

"Bersorak", Pasek Tewas Ditebas

Written By Dre@ming Post on Jumat, 08 April 2016 | 7:53:00 AM

 Korban penebasan Gede Pasek saat dibawa ke RSUD Bangli, Kamis (7/4). Aksi penganiayaan berat terjadi di jalan tanjakan menuju Kayu Selem di Banjar  Uulun Danu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kamis (7/4) siang pukul 13.30 Wita.Dipicu Motor Jatuh di Tanjakan Menuju Pura Kayu Selem
BANGLI - Korbannya adalah I Gede Pasek, 21, yang ditebas pelaku I Komang KW, hingga luka parah di bagian leher, perut, dan tangan. Bahkan, korban Gede Pasek kemudian meninggal dalam perawatan di RS Sanglah, Denpasar tadi malam pukul 19.05 Wita.

Korban Gede Pasek yang ditebas di jalan hingga tewas, merupakan pemuda asal Desa Songan A, Kintamani. Sedangkan pelaku Komang KW adalah warga dari Denpasar yang tinggal dan bekerja di rumah keluarga Mangku Luwes kawasan Banjar Tabu, Desa Songan B, Kintamani.

Tidak diketahui pasti, bagaimana kronologis insiden maut yang merenggut nyawa korban Gede Pasek. Yang jelas, pelaku Komang KW sudah menyerahkan diri ke Mapolres Bangli, Kamis petang sekitar pukul 18.45 Wita. “Pelakunya baru saja menyerahkan diri. Kami masih lakukan pemeriksaan. Kami belum bisa membeber bagaimana kronologis kejadian dan apa motif penganiayaan berat itu,” ungkap KBO Reskrim Polres Bangli, Iptu I Ketut Purnawan, tadi malam.

Informasi di lapangan, kejadian maut bermula ketika pelaku Komang KW melintas di lokasi TKP jalan tanjakan menuju Pura Kayu Selem dengan naik sepeda motor, Kamis siang. Ketika itu, pelaku membonceng seorang teman yang belum diketahui identitasnya. Mereka naik motor berboncengan hendak sembahyang ke Pura Kayu Selem, yang berjarak beberapa kilometer arah timur (atas) dari TKP.

Nah, ketika melintas di jalan tanjakan wilayah Banjar Ulun Danu, Desa Songan A, pelaku Komang KW dan temannya yang dibonceng jatuh dari motornya. Mereka kemudian disoraki orang yang ada di jalan. Selanjutnya, pelaku Komang KW dan temannya kembali naik motor, tapi lagi-lagi terjatuh dan disoraki untuk kedua kalinya.

Orang di jalan yang ikut soraki pelaku Komang KW terermasuk di antaranya korban Gede Pasek. Diduga kuat, pelaku Komang KW tersinggung abuat disoraki terus. Dalam kondisi kesal, pelaku balik pulang ke Banjar Tabu, desa Songan B. Ternyata, pelaku balik lagi ke lokasi TKP menuju Pura Kayu Selem dengan membawa senjata tajam seperti klewang dan kampak.

Dengan senjata tajam itu pula, pelaku mebenas dan menusuk korban Gede Pasek secara membabibuta. Pemuda berusia 21 tahun asal Banjar Ulun Danu, Desa Songan A ini pun terkapar bersimbah darah dengan luka berat di beberapa bagian tubuhnya. Korban Gede Pasek, antara lain, luka berat di bagian leher, perut, dan lengan. Korban pun dilarikan ke RSUD Bangli untuk menjalani perawatran.

Karena lukanya cukup parah, korban Gede Pasek kemudian dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sanglah dan tiba kemarin petang pukul 18.51 Wita, menggunakan ambulans RSUD Bangli nopol DK 9766 P. Namun, nyawanya tidak tertolong. hanya berselang 14 menit kemudian, korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 19.05 Wita.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban Gede Pasek luka parah di leher kiri, luka tusukan di perut, serta lukas tebas hingga menyebabkan lengan kirinya hampir putus. Menurut dokter yang mengantarnya dari RSUD Bangli, dr Putu Wimbi Widnyani, 24, korban sebelumnya tiba di rumah sakit setempat dalam kondisi tidak sadarkan diri. “Karena kondisinya sangat parah, kita hanya menutup lukanya buat sementara, kemudian dirujuk ke RS Sanglah,” cerita dr Wimbi Widnyani saat ditemui di RS Sanglah, tadi malam.

Menurut Wimbi, Korban yang hanya diberikan infuse dan oksigen kondisinya semakin parah kesadarannya semakin menurun. Pasek diantar oleh 4 keluarganya yang sudah berlumuran darah. Bahkan dokter yang membawa korban dari RSU Bangli hingga RSUP Sanglah hampir muntah melihat luka tebasan di leher korban saat tiba di IGD.







sumber : NusaBali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen