Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » GWK 'Sunat' Tegak Banjar, Warga Kecewa, Ijin Keramaian dari Paruman

GWK 'Sunat' Tegak Banjar, Warga Kecewa, Ijin Keramaian dari Paruman

Written By Dre@ming Post on Kamis, 05 Mei 2016 | 11:48:00 AM

Raut muka warga yang dipenuhi kekecewaan karena tegak banjar yang mestinya 10 are dan diperjuangkan selama hampir 20 tahun, akhirnya diberikan cuma 6 are. Sementara pihak manajemen GWK tersenyum dipojok kiri bawah.
Camplik - Sebulan sudah lewat, saat manajemen GWK dimarahi habis-habisan karena selalu mangkir (baca:http://www.ungasan.com/2016/03/mangkir-lagi-team-gwk-dimarahi-warga.html). Namun sampai batas yang ditentukan yaitu tanggal 27 April 2016, belum juga ada keputusan apa-apa. Dalam batas injury time yaitu pada hari Minggu, 1 April 2016 Warga Suka Duka Giri Dharma melalui kelihan memanggil manajemen GWK, dengan tekad yang bulat jika kali ini tegak banjar tidak diberikan maka akan delakukan pemagaran secara paksa tegak banjar seluas 10 are ditempatnya sekarang. Apakah itu salah?. Coba lihat kutipan dari hasil rapat sebelumnya: "......... Maka melalui paruman ini diputuskan bahwa pihak Br. Suka Duka Giri Dharma memberikan waktu 1 bulan yaitu sampai hari Rabu, 27 April 2016 kepada manajemen GWK untuk menyelesaikan dan menuntaskan masalah ini. Dan jika dalam batas waktu tersebut belum terselesaikan maka khusus untuk tegak banjar Suka Duka Giri Dharma akan dilakukan atau dipasang tembok pembatas seluas 10 are ditempat banjar saat ini. Dan selanjutnya lahan tersebut menjadi tegak banjar Suka Duka Giri Dharma yang sah untuk selama-lamanya, namun pembangunannya tetap menjadi tanggung jawab GWK untuk membiayainya........"

Dalam kesempatan ini pihak manajemen GWK diwakili oleh Seno Adhikawanto (dirut GWK), Agung Rai Dalem, Pak Kompiang dan Pak Ferdy (General Manager GWK). Sedangkan pihak suka duka diwakili oleh seluruh prajuru dan warga. Tak lupa juga hadir pak bendesa adat desa Ungasan dan kelihan dinas Br. Dinas Giri Dharma.

Agung Rai Dalem mengatakan kalau ditempatnya sekarang harus dikurangi 4 are sehingga total yang diberikan adalah 6 are. IWK menolak dengan luasnya 6 are berdasarkan akte notaris sugita, GWK harus memberikan 10 are. "Mana buktinya, tolong tunjukkan kepada kami, apa ada pasal yang menyatakan hal seperti itu jika letaknya ditempat semula harus dikurangi menjadi 6 are. Yang benar tegak banjar itu mau dipindah ke tempat Bapak Wayan Purja dan kami setuju, bahkan kami sudah menunggu lama, jika kemudian GWK tetap memberikan latak banjar disini itu bukan kesalahan kami tapi kesalahan GWK, ya harus tetap 10 are", sahut IWK geram.

Hal senada juga disampaikan oleh warga yang menyatakan tidak setuju jika harus dikurangi menjadi 6 are,  kondisi semakin memanas. "Itu sangat tidak manusiawi", teriak warga.

Bagaimana sebenarnya isi pasal MOU, berikut kutipan akta Notaris Sugita No. 7 Tahun 2015 pasal 3 ayat 1: "Mengenai letak Banjar Suka Duka dengan luas 10 are dan bangunannya ditempatkan di lokasi tanah milik Bapak Purja atau pihak lain yang disepakati oleh pihak pertama dan pihak kedua, dan pihak pertama akan melakukan negosiasi lebih lanjut mengenai masalah kesepakatan harga"

Bendesa Adat Ungasan I Ketut Marcin, mohon segera diselesaikan dan desa adat juga diperhatikan. Jika lahan suka duka diberikan ditempat ini, artinya taksu dari tempat sudah menyatu dengan warga. Mengenai luas janganlah 6 are tambahlah lagi 2 are atau tetap 10 are. Dan ingatlah mengenai jalannya, agar tempat ada tapi jalan tidak ada juga rugi. Tolong cepat pembangunan bale banjar dan jalannya cepat diselesaikan.

Seno Andhikawanto sebagai dirut PT Gain (GWK) tak bergeming dengan pendiriannya, "Memperjuangkan lahan 6 are ini sulitnya bukan main, dan harus segera diputus karena masih banyak yang harus kita kerjakan pembangunan balai banjar, jalannya, upakaranya dan lain-lain, jadi mohon diterimalah luas 6 are ini", pintanya santai.
Mediasi dan negosiasi semakin alot karena warga bersikukuh dengan pendiriaannya, bahkan sebagai orang bali yang selalu santun, penuh dengan tenggang rasa, menjunjung rasa persaudaraan dan saling hormat menghormati warga bahkan menurunkan dari 10 are menjadi 8 are. Sejenak pihak GWK berpikir.

Tak mau kecolongan lagi karena jalan lingkar, pesertifikatan lahan banjar, serta pembangunan banjar sesuai dengan MOU yang dituangkan dalam akte notaris I Wayan Sugitha, S.H. tanggal 07 Mei 2015 No.07 merupakan tanggung jawab GWK untuk menyelesaikan, warga meminta kepada kelihan Adat dan kelihan Dinas Br. Giri Dharma agar yang berhak memberikan ijin keramaian sebelum jalan lingkar dan Br. Suka Duka diselesaikan adalah warga melalui paruman. "Selama jalan lingkar dan bangunan banjar suka duka Giri Dharma belum kelar atau selesai bisakah hak untuk memberikan ijin keramaian diberikan oleh warga melalui paruman, maksudnya jika manajemen GWK mau meminta ijin keraiman harus didepan paruman warga dan jika satu saja warga tidak setuju maka ijin keramaian itu tidak bisa diberikan, bisakah seperti itu jero kelihan adat?", tanya seorang warga.

Yang dijawab "O ya pasti bisa dan memang harus seperti itu agar GWK bisa merasakan duka warga dan mau lekas menyelesaikan permasalahan ini", jawab tegas IWK.

Sementara kelihan dinas I Nyoman Widana yang ditohok dengan pertanyaan yang sama ini, mengakatan ijin itu keluar dari pihak kepolisian, dirinya hanya menindaklanjuti surat yang masuk,"Kami cuma menindaklanjuti surat yang masuk, karena ada surat yang masuk tentu kami harus proses, jika tidak maka saya akan kena, tugas kami hanya memberi rekomendasi namun jika harus tidak diberi rekomendasi tolong bubuhkan semua tanda tangan warga yang menyatakan keberatan atas penyelenggaraan acara, jika nanti saya ditanya ada alasan atau bukti yang bisa kamo tunjukkan", pungkas I Nyoman Widana yakinkan warga.

Sementara tawaran warga untuk menurunkan luasan letak banjar menjadi 8 are tetap ditolak manajemen GWK sampai kedis membacakan isi pasal sanksi pada akte notaris Sugita yang isinya kurang lebih pada penutupan akses menuju GWK. Negosiasi deadlock dan diskor sampai 1 jam.

Setelah skorsing rapatpun dilanjutkan, dengan berbagai alasan dan kelihaian Pak Seno Cs dalam mempengaruhi dan bersilat lidah akhirnya IWK sebagai kelihan menyatakan menerima tegak banjar dengan luas 6 are walau dengan catatan ada jalan 4 M, pembangunan harus sudah selesai setahun kemudian, dan lain-lain.

Beberapa warga merasa sangat kecewa atas keputusan ini, berikut kami berhasil liput beberapa komentar warga.

Pak Kulo : "Sampai saat ini saya belum bisa menerima keputusan ini bagaimana mungkin luas letak banjar 10 are yang dijanjikannya sendiri (GWK red) bisa diingkari sendiri menjadi 6 are, walau saya bodoh tetap tidak bisa terima".

Pak Sampun : "Saya kecewa atas keputusan ini, jeg lan listonin sube jalane".

Pak Rendang ; "Men kudiang man, amone ye lege maang, masih wak kapah-kapah kebanjar, susukne jaan alih pas pengurusan ijin keramaian".

We Seni : "Anu beba***n beneh te, tre ade apane po".

Memang raut muka warga suka duka Giri Dharma tampak sangat kecewa atas keputusan memberikan 6 are untuk tegak banjar oleh GWK. Namun demikian putusan itu sudah diambil, tentu kita harus menghoramati dan menjalankannya. Namun pihak GWK harus sangat hati-hati dalam menjalankan komitmennya kedepan apa yang sudah dijanjikan mengenai pembangunan, jalan lingkar harus diselesaikan dengan tepat waktu jika tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Apalagi dengan adanya kesepakatan bahwa permohonan ijin keramaian harus melalui forum banjar suka duka, tentu setiap komitmen dan janji akan menjadi penentu, apakah ijin bisa diberikan atau tidak. Proses permohonan ijin seperti ini akan terus berlanjut sampai bangunan banjar berdiri megah dan sudah diupacarai serta jalan lingkar dengan lebar 6 M sudah diselesaikan secara mulus. Dengan adanya sanksi dan konsekuensi yang sangat tegas dari warga suka duka Giri Dharma, semoga semua janji yang sudah disepakati dengan warga lekas diselesaikan oleh manajemen GWK.







Jayalah Giri Dharma!!!
Mr. Brain Revolution
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen