Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » RS Swasta Tak Punya Kamar Mayat , di Sanglah Ada Jenazah Sejak 2011!

RS Swasta Tak Punya Kamar Mayat , di Sanglah Ada Jenazah Sejak 2011!

Written By Dre@ming Post on Kamis, 16 Juni 2016 | 9:24:00 AM

Jenazah di Ruang Jenazah RSUP Sanglah, Denpasar, Bali
Waduh, Semua RS Swasta di Bali Tak Punya Kamar Mayat

DENPASAR - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya menyatakan, seluruh rumah sakit swasta di Bali tidak memiliki Instalasi Kamar Jenazah (IKJ).

Hanya rumah sakit umum pemerintah saja (misalnya RSUP Sanglah, Denpasar) yang memiliki IKJ, sedangkan RS swasta diperbolehkan untuk bekerjasama dengan rumah sakit umum yang sudah mempunyai IKJ.

Ia pun mengakui meskipun tidak mendapatkan sanksi tegas, rumah sakit akan mendapatkan penilaian buruk dari pihak akreditasi.

"Saat diakreditasi nanti nilai akreditasinya bisa jelek karena IKJ termasuk standar pelayanan minimal," ungkapnya, di Denpasar, Rabu (15/6/2016).

Dr Suarjaya menambahkan, seharusnya setiap RS sudah mulai memikirkan keberadaan IKJ.

"RS seharusnya sudah memikirkan keberadaan IKJ, karena IKJ sudah menjadi standar pembangunan tersendiri bagi rumah sakit di sebuah daerah. Selain itu RS harus memiliki IKJ karena sudah menjadi persyaratan operasional," ujarnya.

80 Jenazah Menumpuk di RSUP Sanglah, Ada Pula Jenazah Sejak 2011!

DENPASAR - Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit menyatakan jenazah yang tersimpan di instalasinya masih membludak.

Sekitar 80 jenazah tersimpan di ruang jenazah, adapula jenazah yang tersimpan tidak memiliki asal usul atau sering disebut mr x atau ms x.

"Masih ada jenazah yang tersimpan sejak tahun 2011, bahkan tidak ada satu pun keluarga yang mengakui jenazah tersebut," ucapnya.

Aturan terkait adanya instalasi forensik di setiap rumah sakit juga dipertanyakan karena jika melihat aturan di luar negeri bahwa setiap rumah sakit memliki kedokteran forensik.

Jika mengacu pada Aturan Menteri Kesehatan no 340 pasal 6 ayat 7 yang mengatakan rumah sakit umum kelas a harus mempunyai kedokteran forensik.

Selain itu rumah sakit umum kelas b juga harus memiliki kedokteran forensik sesuai dengan aturan menteri kesehatan No. 340 pasal 6 ayat 7.

Keberadaan kedokteran forensik di Indonesia khususnya di Bali memang sudah diatur melalui aturan tersebut, namun jenazah yang belum teridentifikasi masih saja dibawa ke RSUP Sanglah menyebabkan jenazah di instalasi forensik menjadi menumpuk.

Meskipun menumpuk, dr Alit mengaku hal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi dokter muda forensik dalam mengidentifikasi jenazah.

"Ada baiknya juga, jadi dokter muda bisa belajar mengidentifikasi jenazah," ungkapnya.

Sebetulnya, RSUP Sanglah bisa mengeliminasi jenazah agar jenazah tidak menumpuk dengan cara melakukan kremasi masal.

Kabag Hukum dan Humas RSUP Sanglah, Putu Wisada mengaku kesulitan dalam mengadakan kremasi itu.

"Kremasi itu sebenarnya tidak masuk dalam anggaran rumah sakit sehingga kami kesulitan melakukan hal itu" ucapnya.

Kremasi masal juga pernah dilakukan oleh pihaknya pada pertengahan tahun 2015 lalu.

Pada tahun ini pihak rumah sakit masih terbentur dengan tidak adanya anggaran sehingga kremasi masal belum dilakukan.

Selain itu pula, Wisada juga kesulitan dalam memilih jenazah yang masuk "list" untuk dikremasi karena terbentur dengan izin dari pihak kepolisian.

"Tidak sembarang jenazah bisa kami kremasi karena belum dapat izin. Kebanyakan karena masih menjadi barang bukti penyelidikan pihak kepolisian" ungkapnya.

RSUP Sanglah sendiri menjadi pusat kiriman jenazah tanpa identitas ataupun tidak teridentifikasi di wilayah Bali.

Sekitar 80 jenazah yang tersimpan hingga melebihi kapasitas freezer yang dimiliki yakni 26 unit saja.

Sejumlah jenazah berasal dari pasien sakit yang meninggal di rumah sakit ataupun mati tidak wajar.

Terkadang pihak forensik mengakali jenazah dengan menyuntikan formalin jika jenazah tidak bisa dimasukkan ke frezer.

Selain itu, banyak keluarga yang menitipkan jenazah di RSUP Sanglah karena di rumahnya masih mengadakan upacara keagamaan lain.






sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Setelah Pailit, Gede Hardy Minta Doa Agar Bisa Bangkit Lagi

DENPASAR - Grup Hardys Holding milik Gede Hardy yang dinyatakan pailit pada putusan Pengadilan Niaga Surabaya di PN Surabaya per tanggal...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen