Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Bapak Dari Pendiri Ungasan.com Berpulang

Bapak Dari Pendiri Ungasan.com Berpulang

Written By Dre@ming Post on Minggu, 24 Juli 2016 | 3:56:00 AM

Manajemen GWK mejenukan
Ungasan - Lahir di Ungasan, tanggal 05-11-1948, Bapak I Wayan Purja, melahirkan 5 orang putra, 1 orang putra yang paling komang meninggal semasih bayi. Sedangkan 4 orang anaknya yang lain masih sampai saat ini masing-masing adalah Ni Wayan Suletri, I Made Dama, I Ketut Antara Winawa dan I Wayan Arjawa.

Semasih hidupnya Bapak Wayan Purja adalah orang dengan penampilan sangat sederhana, yang paling berkesan dalam hidupnya adalah ketika tahun 1977 kondisi saat itu sangat rawan, rumahnya hancur di urug oleh orang-orang yang disinyalir berbeda partai, seperti diketahui beliau adalah partisipan dari Partai Demokrasi Indonesia. Namun kejadian pada saat itu memang sangat mengerikan dan sampai saat sebelum meninggal masih dikenang, walau begitu saat itu tidak terjadi korban jiwa.

Kejadian saat itulah yang membuat beliau selalu menasehati pada anak-anaknya agar selalu berhati-hati dalam berorganisasi dan kususnya berpartai politik.

Disisi lain kehidupan beliau diwarnai 'masalah pertanahan' (walau beliau bukan seorang calo tanah) seperti contohnya tanah warisan dari leluhurnya diakui oleh pihak lain dan berprekara sampai ke tingkat pengadilan tinggi namun entah kenapa tanah seluas 2 hektar berhasil dijual pihak lain. Masalah lainnya sebagai contoh lagi dan ini paling populer adalah masalah pelepasan lahan jalan lingkar di GWK namun sebelum beliau meninggal masalah ini sudah dalam proses final atau selesai.

Satu kekaguman yang paling membuat anak paling bungsunya merasa heran dan kagum adalah keputusan untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai lulus S1 dari perguruan tinggi ternama. Hal ini mungkin terasa aneh karena pola pikir dan kondisi masyarakat pada saat itu menyekolahkan anak merupakan suatu tindakan yang mubasir dan tidak berguna karena tanpa sekolahpun orang bisa makan dan hidup. "Bagaimana bisa beliau memutuskan untuk melawan arus dengan menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi, padahal ditingkat lingkungan banjar pada saat itu menyekolahkan anak sampai tingkat perguruan tinggi dianggap hal yang sia-sia, paradigma dimasyarakat lingkungannya bahkan bisa dibilang antipati terhadap dunia pendidikan (pada saat itu), masyarakat secara ekonomi sebenarnya mampu menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi namun tidak dilakukan dengan berbagai alasan paling disekolahkan sampai tingkat SMA, ditengah masyarakat dengan pola pikir seperti itu, beliau mampu mendobrak paradigma dari kekolotan itu dan mengambil jalur untuk meyekolahkan anaknya", terang I Wayan Arjawa, S.T. putra bungsunya.

"Saya merasa sangat bersyukur telah disekolahkan bapak, pendidikan merupakan warisan bahkan arta karun bagi saya", jelas pendiri atau CEO ungasan.com ini.

"Jika bapak mengikuti arus untuk tidak menyekolahkan saya walau mungkin beliau bisa mewariskan harta untuk saya mungkin saya juga merasa kecewa, rendah diri dan tidak bisa bersyukur seperti saat ini, pendidikan atau ilmu pengetahuan itu walau dijual atau dipakai terus dia takkan pernah habis tapi malah akan bertambah matang dan semakin tinggi, sementara jika harta dipakai terus akan habis dan yang tertinggal cuma penyesalan dan kemiskinan", tutur pendiri lembaga kursus computer Dre@ming Media ini.

Memang dari pendapat masyarakat yang melayat bapak Purja merupakan orang dengan pribadi yang sangat baik dan ramah.

Banyak dari pelayat yang mengaku terkejut atas kepergian beliau yang secara tiba-tiba.

Berikut merupakan kronologi meninggalnya  bapak 4 orang anak dan 5 cucu ini.

Bapak Wayan Purja Semasih Hidup
Senin tanggal 18 Juli 2016 sampai kira-kira pukul 5 sore masih membuat kandang ayam dan masih bisa bercanda dengan cucunya Kadek Nanda.

Pukul 17:00 Wita beliau ke kamar untuk istirahat atau tidur.

Pukul 18:00 Wita Ketut Antara putra ke 3 nya berusaha untuk membangunkan untuk diajak makan malam, namun beliau tidak bangun dan tetap tidur.

Pukul 19:00 Wita semua anak dan menantu serta cucunya sudah berkumpul dan berusaha membangunkan dengan memijat dan mengurut namun beliau tidak bangun juga.

Pukul 19:30 Wita keluarga memutuskan untuk melarikannya ke rumah sakit terdekat yaitu RSU Jimbaran. Pada saat akan dinaikkan ke mobil beliau sempat muntah dan selama di mobil juga muntah.

Pukul 20:00 Wita pihak rumah sakit berusaha memberikan pertolongan dan disini kami keluarga sempat terkejut saat indikator denyut jantung sampai menunjukan angka 7, karena jika sampai 0 maka beliau akan tiada, namun doktor yang mengani berhasil memberikan pertolongan dan indikator kembali menunjukkan kearah angka normal.

Pukul 20:30 Wita pihak rumah sakit melakukan CT Scan. Dari hasil foto, doktor menjelaskan terjadi pendarahan di batang otak dan menyatakan bahwa ini adalah penyakit stroke ganas, rumah sakit pun tak mampu menangani masalah ini karena tidak punya ICU. Maka pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain. Pihak keluarga ingin kerumah sakit SH atau PM namun setelah ditelpon rumah sakit bersangkutan semuanya tidak bisa karena alasan tertentu akhirnya diputuskan untuk ke RSU Sanglah.

Pukul 21:00 Wita doktor rumah sakit sanglah berterus terang dan terbuka menyatakan bahwa kondisi seperti ini dengan pendarahan dibatang otak kemungkinan untuk bisa diselamatkan sangat tipis sekali kemungkinan meninggal 95%. Namun kami dari pihak keluarga mengatakan pasrah dan ingin agar pihak rumah sakit melakukan usaha yang terbaik. Pengobatan diruang ICU pun dilakukan secara itensif bahkan indikator denyut jantung dan lain-lain sempat menunjukkan grafik atau angka yang stabil.

Tanggal 19 Juli 2016, pukul 10:00 Wita kondisinya drop kembali dan menuju titik kritis.

Pukul 11:00 Wita, sesuai kepercayaan Hindu, pihak keluarga memberikan tirta dari sanggah padmasari atau pelinggih keluarga.

Pukul 12:00 Wita, beliau sudah tiada, doktor sudah memutuskan beliau meninggal.

Pukul 14:00 Wita jenazah tiba dirumah duka.

Begitulah akhir perjalanan dari Bapak Wayan Purja. Upacara pengabenan akan dilaksanakan pada hari Senin, 25 Juli 2016.

Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada bendesa adat Ungasan Bp. Ketut Marcin, LPD Desa Ungasan, Pak Seno beserta seluruh manajemen GWK, SPSI, GD&Semeton, WSP beserta PAC PDIP Kutsel, dan seluruh masyarakat yang sudah membantu, mejenukan, memberikan perhatian yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Mohon doa dan partisipasinya dalam upacara pengabenan Senin, 25 Juli 2016. Jika ada salah baik sengaja maupun tidak sengaja yang telah dilakukan Almarhum selama hidupnya mohon dimaafkan. Selamat jalan Bapak Wayan Purja semoga Amor Ring Acintya, menyatu dengan Brahman.





Amor Ring Acintya
Redaksi Ungasan.com
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Setelah Pailit, Gede Hardy Minta Doa Agar Bisa Bangkit Lagi

DENPASAR - Grup Hardys Holding milik Gede Hardy yang dinyatakan pailit pada putusan Pengadilan Niaga Surabaya di PN Surabaya per tanggal...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen